Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Keikhlasan Frans


__ADS_3

Lisa kembali tersadar, dan teringat bagaimana dia bisa berdampak dikamar yang ternyata bukan kamar tidurnya. Lisa mengenyampingkan rasa malunya, saat melihat kondisi Frans. dia berbalik dan membantu memapapah Frans dan mendudukkannya di sisi ranjang.


"Kak Frans maafkan Lisa ya," ucap Lisa ikut duduk disebabkan Frans.


"Jadi kamu sudah ingat, atau bagaimana kamu bisa tahu jika aku Frans kakakku." ucap Frans menatap Lisa.


"Semula aku sudah curiga, hingga semalam kakak mabuk dan tidak sadar aku....maafya kak, aku memeriksa lemarimu dan mencari-cari bukti dan aku menemukannya." Lisa menunduk dia sangat takut Frans akan marah besar atas kekencangan nya itu.


"Tidak masalah, tapi kamu harus mendapatkan hukuman dariku atas kelancanganmu itu," terang Frans.


"Hukuman?"


"Ya, kamu sudah banyak melakukan kesalahan, termasuk pagi ini. masuk ke kamar mandi ku hingga membuat ku jatuh seperti ini." terang Frans, yang membuat Lisa ingin sembunyi kelobang semut saking malunya.


"Hukuman Pertama, patuh dan taat pada perintah ku."


"Mengurus ku dengan baik selaku kakak mu," terang Frans.

__ADS_1


"Baiklah kak, hanya itu?" ucap Lisa.


Frans langsung menoleh saat Lisa Bilang "hanya itu," yang membuat nya merasa tertantang.


"Jadi kamu masih mau aku tambahkan beberapa poin lagi hukuman mu?" ucap Frans.


"Tidak kak, bukan maksudku seperti itu," Lisa menepuk bibirnya menyesali keceplosan nya barusan.


"Sekarang laksanakan tugas pertamamu, bahkan kamu tega melihat ku kedinginan seperti ini." ucap Frans pura-pura menggigil.


"Kamu selalu meminta maaf, sudah banyak kesalahan yang kamu perbuat." balas Frans.


Lisa mengambil Pakaian Frans dan berbalik. "Ini kak pakaian nya." meletakkan dihadapan Frans.


"Kamu kok tega seperti ini Lisa, lihatlah kakiku masih sakit." Frans sengaja menjaihiliby Lisa.


Dengan muka memerah, Lisa membantu memakai kan baju pada Frans, bagian bawah Lisa benar-benar menyerah dan malu, kejadian dikamar mandi barusan kembali melintas dan masih tersa nyata, mata polos dan bersih Lisa sudah ternodai oleh pemandangan yang belum pernah dilihatnya selama ini.

__ADS_1


"Sudah kak Frans lanjutkan sendiri," Lisa langsung berlari menuju kamar tidurnya sendiri, sekarang dia sudah tidak takut seperti dulu lagi pada Frans, Setelah mengetahui siapa sebenarnya laki-laki ini.


"Dia tidak mungkin berani mengusir dan menelantarkan ku, apalagi benar-benar menghukumi." ucap Lisa kembali melanjutkan tidurnya.


Frans sudah terlihat rapi, sebenarnya hari ini dia ingin menjenguk Naura, karena gadis pujaannya itu belum juga siuman dari komanya. Dengan langkah panjang Frans menuju mobilnya dan melaju menuju rumah sakit.


Frans mengintip kondisi Naura dari kejauhan, dia merasa kasihan. begitu juga melihat Dion yang terlihat sangat kacau. timbul rasa bersalah dan mengikhlaskan Naura pada Dion.


Dion mengangkat kepalanya, ketika merasakan sebuah tangan menepuk pelan bahunya.


"Frans."


Frans tersenyum ramah, tidak terlihat amarah dan dendam lagi dari pancaran wajahnya.


"Dion, maafkan kesalahan dan kekhilafan ku, melihat ketulusan mu mencintai dan menjaga Naura. aku sekarang ikhlas melepas nya untuk mu. semoga Naura cepat sembuh dan kalian kembali hidup bahagia." ucap Frans.


Dion tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan dan dia dari Frans. mereka berdua berpelukan layaknya seorang sahabat. Gilang tersenyum bangga menyaksikan hal itu. dia sengaja datang kerumah sakit untuk merekomendasikan pengobatan terbaik untuk Naura, diluar negeri dan Gilang juga akan menangung semua biayanya.

__ADS_1


__ADS_2