
Naura mengeliat pelan, ketika merasakan kecupan lembut dikening nya. perlahan Dion berbaring disebelah Naura, pelukan hangat dari arah belakang membuat senyum Naura mengembang. Naura memutar posisi tidur nya hingga mereka berdua saling berhadapan.
Naura menatap lembut wajah lelah suaminya, tangannya perlahan mengusap lembut wajah tampan Dion.
"Baru pulang mas, tidak biasanya mas pulang menjelang pagi seperti ini?" ucap Naura di mersa ada yang disembunyikan Dion.
"Tidak sayang, mas sempat ketiduran diruangan kerja." Dion tidak ingin Naura ikut kepikiran dengan masalah yang terjadi direstoran.
"Mas pasti bekerja keras untuk Naura, terimakasih ya mas telah mencintai dengan tulus." Naura mengecup bibir Dion penuh perasaan, seiring berjalannya waktu. Cinta mengalir dengan tulus dihai Naura.
Beban pikiran dan rasa lelah Dion, seakan terobati dengan sikap manis sang istri. dia begitu menikmati ciuman hangat sang istri saat pagi menjelang.
__ADS_1
"Tidur lah, Pasti mas capek." Naura menyelimuti tubuh Dion dan mendekapnya penuh kasih sayang, layaknya seorang ibu meniduri anaknya. tidak butuh waktu lama Dion sudah tidur pulas dengkuran halus keluar dari bibir nya, Naura tidak pus menatap wajah lelah itu meskipun tidak mengurangi ketampanan nya.
"Pagi sayang," sapaan lembut dan kecupan ringan yang menjadi runititas Dion mendarat dipundak dan pipi Naura. yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami.
"Mas kok cepat sekali bangunnya, kan sekarang masih terlalu pagi." membalas dekapan Dion.
"Selesai sholat subuh mas ngak bisa tidur kembali," Dion duduk dan memulai sarapannya yang sudah disiapkan Naura.
"Iya sayang, nanti kalau ada apa-apa. hubungi mas seger ya sayang." sambil melirik Perut Naura dan mengelus-elus perut itu.
"Doakan papa nak mudah-mudahan rezeki kita lancar, usaha papa tidak mengalami permasalahan sulit lagi." bathin Dion menyembunyikan kegundahannya.
__ADS_1
Dion melajukan motornya Menuju restoran, dan mulai beres-beres sendiri sambil menunggu beberapa pelayan datang karena belum masuk jam kerja. hal ini lah yang dapat dilakukan Dion untuk mengusir kepanikan nya.
Siangnya resto Dion benar-benar sepi pengunjung, dan yang lebih menyakitkan restoran Dion mendapatkan surat dimana dia harus menutup Restoran tersebut karena tidak sesuai dengan standar kesehatan, bahkan tertera juga disurat perint itu jika Dion menambahkan resep yang tidak sesuai dari franchise tersebut.
Dion marah dan meremas surat tersebut, dia benar-benar kalut. dan kalah dengan bukti-bukti yang ada. orang-orang yang memfitnah nya sangat licik dan mempunyai pengaruh yang begitu kuat sehingga dengan mudahnya dia menghancurkan Dion.
Dengan berat hati Dion terpaksa menutup Restoran tersebut, dengan kerugian yang harus diterimanya dengan lapang dada. beberapa pelayan Dion yang ikut merasakan ketidak Adilan itu rela gaji mereka bulan ini tidak dibayar Dion. Karena mereka mengerti persaan dan kebangkrutan Dion yang harus mendapatkan uang untuk biaya persalinan istrinya.
Dion mengurung diri direstoran yang telah ditutup itu, dia masih Teringat kehadiran Celine kemaren yang membujuk dan akan membantu serta memodali Dion dengan jumlah uang yang sangat fantastis, namun Dion menolak mentah-mentah mengingat syarat yang ditawarkan Celine tidak bisa diterima Dion. dimana Dion harus menikahinya dan menceraikan Naura setelah dia melahirkan nanti.
Celine yang marah besar dengan penolakan dion, pergi dan membanting kasar pintu ruangan Dion. hingga sekarang kejadian hebat ini menghampiri Dion. dimana dia harus kehilangan semuanya.
__ADS_1
"Maafkan mas Naura, mas gagal membahagiakan mu."