
Sari menatap sayang wajah bayi yang tidak berdosa itu, nampak pipinya yang mulai gembul sambil sesekali tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang terlihat sangat menarik, seperti lesung pipi yang dimiliki Naura. Bayi mungil itu mulai tertidur pulas kekenyangan dalam gendongan Sari. setelah meminum susu formula khusus untuknya.
"Embulnya Tante, muuuacch... muuuacch." Sari mencium kedua pipi Bayi mungil itu penuh kasih sayang, dan menidurkan nya secara perlahan pada bok bayi.
Semenjak Naura terbaring koma. Sari lah yang mengambil alih merawat dan menjaga bayi laki-laki yang sangat tampan yang belum diberi nama sama sekali. karena Dion selain sibuk mengurus dan menemani Naura dia juga hanya ingin Naura yang memberi nama untuk anak mereka secara langsung.
"Sebentar ya Sayang," ucap Sari berjalan keluar dari kamar bayi, saat mendengar pintu diketuk dari luar rumah sederhana itu.
Sari mengutip sedikit melalui tirai jendela, Melihat siapa yang bertamu sore-sore begini. Sari mengerutkan keningnya bingung saat melihat sepasang suami istri yang terlihat sudah mulai berumur. berdiri didepan pintu sambil mengetuk pintu kembali.
Ttok....tok...tok.., Ceklek....Sari membuka pintu sambil menatap bingung.
"Maaf Tuan dan Nyonya mau mencari siapa.?" tanya Sari penasaran.
__ADS_1
"Kami berdua orang tuanya Dion, kami ingin menjenguk cucu kami." ucap Mama Dion yang terlihat sedih.
"Di... silahkan masuk," jawab Sari
Mereka langsung menuju kamar bayi, terbersit rasa penyesalan dan kesedihan yang mendalam. terutama Mama Dion, dia benar-benar menyesal dan selalu menyalahkan dirinya. begitu mengetahui keadaan Dion Setelah Restoran nya bangkrut, begitu juga kondisi Naura yang masih terbaring koma.
"Pa, lihatlah cucu kita. wajahnya sama persis Dion sewaktu masih bayi." ucap Mama menangis sambil berusaha mengendong cucunya.
"Mama malu pa, Mama tidak punya muka untuk bertemu dengan Dion maupun Naura. hu...hu....,"
"Mama takut jika Dion tidak mau memaafkan Mama, dan membenci Mama." ucap Mama ragu.
"Dion itu anak yang baik, dia pasti akan memaafkan Mama. bukan kak selama ini Dion masih baik terhadap Mama meskipun Mama selalu memaksakan kehendak agar dia meninggal kan Naura."
__ADS_1
"Iya pa, Mama mau menebus semua kesalahan yang telah Mama perbuat, dengan merawat dan mengasuh cucu kita ini." terang Mama yang kembali mencium cucunya yang tidak terganggu sedikit pun tidur nya.
"Kamu siapa nak,?"
"Aku Sari Tante, adik angkat kak Naura." terang Sari.
"Kamu harus yang baik, mau mengurus cucu kami dengan sangat baik. aku sangat berterimakasih sekali padamu nak." ucap Mama tersenyum ramah pada Sari.
"Aku juga sangat menyayangi bayi ini Tante, dan iklas merawat dan mengasuh nya." balas Sari sambil menerima bayi mungil itu dan kembali menidurkan secara perlahan.
"Kamu tidak keberatan kan, jika setelah ini kami ingin mengajak kamu dan cucu kami untuk tinggal bersama kami, disana ada juga beberapa pelayan. yang tentunya kamu tidak akan kerepotan dan kesepian seperti Ini." terang Mama.
"Baik Tante, asal aku bisa merawat bayi kak Naura sampai dia sadar dan kembali sembuh." terang Sari.
__ADS_1
"Kalau begitu kami mau kerumah sakit dulu, menjenguk Naura." ucap papa Dion.
Sari kembali menutup pintu selepas kepergian kedua orang tua Dion, dia takut jika ada yang berniat jahat terhadap nya dan bayi mungil itu, mengingat dirumah hanya tinggal mereka berdua.