
"Rahsya ini Mama sayang, sini Mama peluk." Naura masih mencoba untuk membujuk anaknya.
"Jadi namanya Rahsya? bagus banget ya, nama cucu kesayangan Oma ini." puji Mama.
Semua berkumpul diruangan keluarga, sementara Naura langsung diajak Dion untuk istrahat dikamar dulu, mengingat kondisi nya yang masih dalam tahap pemulihan.
"Sayang kita istrahat dikamar saja ya,?" bujuk Dion.
"Tapi mas, aku masih pengen bermain dulu bersama Rahsya. biar dia mau menerima aku mas." balas Naura.
"Iya sayang, aku ngerti perasaan mu. kita harus bersabar karena sebentar lagi Rahsya pasti mau sama kamu. buktinya dari tadi dia terus nyuri-nyuri pandang melirik ke arahku." Ucap Dion.
"Iya ya mas, lihatlah dia sudah mulai senyum-senyum sedikit, tapi kalau didekati malah nolak." Naura semakin mersa gemas melihat tingkah lucu anaknya.
__ADS_1
Naura dibantu Dion berjalan menuju kamar, perjalanan jauh membuat nya mersa lelah termasuk pengaruh dari obat-obatan yang diberikan rumah sakit. yang membuat nya sering mersa ngantuk.
Dion merebahkan tubuh Naura secara perlahan-lahan, dan ikut berbaring. disamping sang istri. mereka tidur sambil berpelukan. dalam hatinya Dion selalu mengucapkan syukur yang sangat tak terhingga karena bisa melihat Naura kembali sembuh setelah beberapa bulan ini koma yang membuat nya selalu resah dan gelisah serta rasa takut bakal kehilangan Naura yang selalu menghantui nya.
Satu bulan berlalu, kedua orang tua Naura juga sudah pindah kembali ke kampung setelah melihat kondisiku Naura yang terlihat benar-benar sembuh.
"Sayang, Mama dan papa kembali pulang dulu ya. Mama lega sekali setelah melihat mu sembuh dan hidup bahagia bersama Dion yang sangat mencintai mu nak, semoga kehidupan rumah tangga mu akan terus seperti ini tanpa ada penghalang nya lagi." Ucap Mama sambil sesekali menyeka air matanya.
"Terimakasih ma, Naura juga minta maaf atas kesalahan yang pernah Naura perbuat, termasuk belum mampu membuat Mama dan papa bahagia." balas Naura.
"Sudah lah ma, yang terpenting sekarang kita bisa berkumpul kembali dengan kebahagiaan," sambil mengayun pelan Rahsya yang mulai tertidur dalam gendongannya.
"Terimakasih ya nak, kamu begitu berhati mulia," Ucap papa.
__ADS_1
"Kami pulang dulu ya nak." Ucap Mama begitu melihat mobil yang akan mengantarkan mereka pulang sudah sampai dihalaman luas rumah Dion.
Naura menitikkan air mata melihat kedua orang tua nya, dia mersa sedih sekaligus bahagia. ayahnya Hendro diterima kembali bekerja di perusahan perkebunan Gilang. dia juga sudah bertobat dan berjanji tidak akan pernah korupsi uang perusahaan lagi.
"Jangan menangis nak, Mama dan papa akan sering- sering menjenguknya kesini, terutama boy kecil kami ini." Ucap Mama.
"Benararan ma," Ucap Naura seakan minta kepastian.
"Tentu sayang, karena kamu dan Rasya adalah sumber kebahagiaan kami berdua." Ucap Mama.
"Dion, kami titip Naura ya." Ucap Hendro.
"Tentu pa, aku akan menjaga Naura semampu dan sebesar cinta ku ini." Ucap Dion.
__ADS_1
"Papa percaya Dion, Naura beruntung mendapatkan suami seperti kamu." Ucap papa bangga.
Sepanjang perjalanan, orang tua Naura lebih banyak diam, mereka larut dengan pikiran masing-masing. yang kadang membuat mereka tersenyum bahagia membayangkan kehidupan Putri mereka yang Akirnya hidup bahagia bersama laki-laki yang sangat mencintai nya.