Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Naura pingsan


__ADS_3

Seseorang dari arah belakang menyerobot ingin mendahului Naura, sehingga membuat tubuh Naura kehilangan keseimbangan,


"AAaaaaaaggh,"


Naura berteriak histeris, dengan sambil memejamkan matanya, Naura tidak sanggup membayangkan tubuhnya jatuh dari ketinggian kare dia mersa pegangan nya pada sisi tangga darurat itu terlepas.


Seketika Naura, merasakan sebuah tangan panjang dan kokoh menarik tubuhnya dan jatuh kedalam dekapan yang diyakini Naura adalah seorang laki-laki yang telah menyelamatkan nya.


Naura yang masih ketakutan, tidak berani membuka matanya. kedua pipinya mengalir air mata yang bercucuran deras. dia benar-benar ketakutan apalagi dengan keadaan bayi yang dikandungnya.


"Buka matamu, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpamu," terdengar suara yang sangat akrab ditelinga nya, suara laki-laki yang sangat dirindukan naura selama ini.


"Tidak mungkin orang yang berdiri dihadapan ku ini adalah Frans, tapi suara ini adalah Suara Frans ku." gumam Naura.


Begitu juga dengan Frans, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Naura, disaat situasi dan kondisi seperti ini. semula Frans yang ingin menyelamatkan dirinya juga, membatalkan niatnya memasuki lift khusus, dia langsung berlari menyelamatkan seorang wanita hamil yang hampir jatuh dari tangga darurat. dia tidak menyangka sama sekali jika itu adalah wanita yang selama ini dicari- cari Frans.


"Ya Tuhan, benarkah wanita yang berada dihadapan ku ini Naura cintaku yang hilang, tapi kenapa dia terlihat sedang hamil besar. apa dia telah menikah dan meninggalkan aku." gumam Frans sedih.

__ADS_1


"Buka matamu." Frans mengulangi lagi perkataan nya.


Perlahan Naura membuka matanya,


"Frans," ucap Naura dengan bibir bergetar, antara bahagia dan ketakutan. rasa penyesalan juga menyeruak. hingga cairan bening tidak henti-hentinya membasahi kedua pipinya.


"Frans, benarkah ini kamu sayang," tanpa sadar dan tertawa perasaan. tangan Naura terangkat menyentuh kedua pipi tamon Frans. namun saat melihat cicin kawin yang tersemat indah di jari manisnya Naura kembali tersadar dan melepaskan tangannya.


"Ma... Maaf," ucap Naura.


"Naura cepat kita harus segera keluar dari sini," Frans juga tersadar jika kondisi mereka sedang bahaya, Frans langsung mengendong tubuh Naura yang lemah menuju lift. sampai dibawah mereka langsung mendapatkan bantuan dari anak buah Frans yang menunggu dimobil, mereka langsung membawa kerumah sakit terdekat mengingat Naura mengeluarkan banyak darah dibagian bawahnya.


"Maafkan aku Frans," ucap Naura lagi.


"Aku selalu memaafkanmu, bagaimana pun keadaan mu sekarang." ucap Frans ikut menangis melihat kondisi wanita yang sangat dicintainya itu.


"Frans, sakiiiitt. aku tidak tahan lagi, aku mersa kedinginan dan melayang-layang.," ucap Naura terbata-bata bibirnya terlihat pucat.

__ADS_1


"Apa kalian tidak bisa nyetir lebih kencang lagi," bentak Frans emosi.


"Baik Tuan," sopir menambah lagi kecepatan laju mobilnya.


"Naura bertahan lah." Frans semakin ketakutan melihat Naura yang terlihat diam pingsan.


"Naura banguuun, aku tidak akan sanggup kehilangan mu lagi sayang," teriak Frans emosi.


Mobil yang dikendarai Frans tiba-tiba mati ditengah-tengah jalan yang macet, sementara rumah sakit masih berjarak beberapa meter lagi.


"Maaf Tuan, didepan seperti sedang macet, kita tidak bisa lewat." ucap sopir ikutan panik.


"Aaaagghhh sial," fran mengusap wajahnya kesal, tanpa pikir panjang Frans kembali mengendong tubuh Naura yang pingsan, dia berjalan kaki Menuju rumah sakit yang sudah terlihat. suara heboh klakson mobil dan teriakan orang-orang saat melihat Frans melintasi mobil mereka.


Teror Bob tidak ditemukan, hanya sejenis alat yang dipasang menyerupai sebuah bom perbuatan iseng orang yang tidak bertanggung jawab, sementara kobaran api disalah satu ruangan gedung yang disewa untuk perayaan ulang tahun anak Gilang pun sudah berhasil dipadamkan.


Tidak ada korban jiwa, dalam insiden tersebut. hanya terdapat beberapa orang yang terluka akibat terjatuh maupun terinjak-injak karena berdesakan ingin berlari keluar.

__ADS_1


Setelah Sari mendapatkan peralatan dari tim medis, Dion kembali berlari memeriksa setiap sudut ruangan mencari-cari istri nya Naura, Gilang juga turun tangan mencari Naura setelah memastikan anak istrinya mendapatkan pertolongan.


"Gimana Dion, apa Naura masih tidak ditemukan?" tanya Gilang ikut panik.


__ADS_2