Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Cantika melahirkan


__ADS_3

Gilang tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur, semua terlihat antusias menyambut kehadiran Putri kecilnya, yang diberi nama Clarissa Putri. bayi mungil yang sangat cantik. bibir dan raut wajahnya mirip sekali dengan Cantika sng Bunda. sementara mata dan hidung lebih mirip dgan Gilang.


Tuan Husein, dan istrinya menitikan air mata haru melihat kehadiran sang cucu yang sehat, tanpa kurang sedikitpun.


"Pa, dia mirib banget Gilang sewaktu kecil dulu ya." ucap istrinya senang.


"Tentu dong Ma, karena Gilang papanya." ucap Gilang mencium Putri kecilnya yang masih dalam gendongan Mama.


"Sayang, aku sangat bahagia sekali menyambut kehadiran Putri kita, terimakasih ya sudah menjadi istri dan ibu yang baik buat Putri kita." bisik Gilang.


"Iya ayah." balas Clarisa. karena Gilang sekarang sudah menjadi seorang ayah bagi anak mereka.


Senyum mengembang dibibir Gilang, dia mersa bahagia mendapatkan julukan tersebut. hal terindah dalam hidupnya. adalah dipanggil dengan sebutan ayah.

__ADS_1


Cantika tidak dapat menahan haru, kehadiran kedua orang tuanya serta kakaknya Larasati dan keluarga kecilnya. merupakan obat yang paling mujarab bagi Cantika.


"Selamat ya dek,kakak ngk nyangka jika kamu udah menjadi seorang ibu sekarang." ucap Larasati.


"Iya nak, Mama pun demikian. rasanya baru kemaren Cantika dalam gendongan Mama, sekarang dia sudah menjadi seorang ibu." Mama Cantika menitikan air matanya.


Beberapa hari dirawat, Cantika sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah. tidak tanggung-tanggung. Gilang sudah menyiapkan Pesta kecil dan sukuran dirumah mereka. untuk menyambut Putri kecil yang ditunggu-tunggu kehadiran nya selama ini.


Cantika menutup mulutnya, dengan mengunakan telapak tangan. mendapatkan kejutan itu. kamar Clarisa benar-benar indah. khas dengan nuansa anak perempuan. Gilang benar-benar mengetahui selera sang istri. sehingga barang-barang dan perlengkapan bayi mereka semua, sesuai dengan keinginan Cantika.


Gilang tercekat, mendengar pujian dan ucapan lembut istrinya. kata-kata yang begitu diharapkan selama ini. dan terdengar sangat indah.


"Tentu sayang, semua ini untuk mu dan putri kita." Gilang memeluk tubuh istrinya dari belakang, menikmati aroma tubuh Cantika yang begitu wangi, meski sudah berubah dengan ditambah nya aroma khas bayi yang melekat.

__ADS_1


Dirumahnya, Dion segera melangkah naik kelantai dua. dia ingin sekali mengajak istrinya Naura. untuk datang ke acara syukuran menyambut Putri pertama sang CEO.


"Ceklek.... pintu terbuka,


"Aaaagghhh," teriak Naura kaget. sambil segera memasang handuknya kembali.


"Maaf, aku tidak tahu jika kamu tengah mengenakan pakaian." ucap Dion. namun dia tidak keluar melainkan masuk. mendekati Naura yang terlihat begitu gugup.


"Kenapa harus gugup seperti itu, Naura. aku suamimu sekarang. ayah dari anak sedang kamu kandung." perlahan Dion mendeteksi. dia mengambil baju yang hendak digunakan Naura. dan membantu memasangkan dengan perlahan dan hati-hati.


Naura seperti terhipnotis, dia tidak mampu berkata, apa lagi menolak. dia kembali tersadar. ketika semua pakaiannya sudah terpasang dengan rapi.


"Naura, kamu mau nggak, aku ajak ke pesta kesyukuran Bos Gilang. dia tengah berbahagia menyambut kehadiran Putri kecilnya." Dion ingin membantu merapikan rambut Naura, tapi dia menolak dan merapikan sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana Naura, kamu mau ngak.?" Dion mengulangi kembali ucapan.


Naura hanya membalas ucapan Gilang, dengan mengangguk pelan. seakan Suara nya begitu mahal untuk dilontarkan. Dion tersenyum senang. baginya anggukan kepala Naura yang pelan sudah cukup membuat nya mersa bahagia.


__ADS_2