Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Rencana Naura


__ADS_3

Gilang dan Cantika, memutuskan untuk pulang kerumah besar mereka, yang sudah cukup lama mereka tinggalkan, semenjak membesuk kakaknya Larasati. sampai Gilang menyelesaikan tugasnya, meskipun timbul lagi masalah baru setelah itu. tapi Gilang merasa bersyukur karena bukan dirinya yang berhasil kena jebakan Hendro melainkan Dion.


"Mungkin ini cara dan jalan Dion dalam menemukan jodohnya kak.!" ucap Cantika dalam perjalanan pulang kerumah mereka.


"Iya juga sih sayang, karena setiap orang mempunyai jalan, serta cara masing-masing dalam menemukan jodohnya." balas Gilang


Gilang menggigit bibir bawahnya, hatinya merasa tiba-tiba nyeri mengingat cara dan kelakuan nya yang salah, dalam menemukan dan mendapatkan cinta sang istri.


Hari ini, Gilang kembali pulang hanya berdua dengan Cantika, mengingat Dion yang meminta cuti beberapa hari kedepannya. karena dia merasa yakin sekali. jika Naura kabur kekota besar ini. tanpa pikir panjang Gilang memberikan asisten nya itu izin. Gilang dapat memaklumi perasaan Dion. serta rasa bersalah yang dirasakan oleh Dion, meskipun itu bukan kesalahan yang dia perbuat dan sengaja.


Dion selalu menanyakan, perkembangan pencarian orang-orang nya. meskipun belum membuahkan hasil yang maksimal, tapi mereka mendapatkan informasi dari Bis yang dinaiki Naura, jika dia berada dikota Besar ini. tapi sang Kernek Bis itu tidak mengetahui kemana Naura pergi setelah itu. karena dia juga tidak memperhatikan Naura setelah gadis itu turun dari Bis.


Entah kenapa perasaan Dion terlalu kuat, untuk bertahan mencari seorang gadis imut. yang telah menawan hatinya. setelah sekian lama hidup menjomblo dan sempat dikatakan sebagai bujang lapuk, tiba-tiba seorang gadis cantik memberikannya cinta satu malam yang begitu indah. setelah kejadian itu hari-hari, Dion yang semula hampa kini berubah drastis. bayangan Naura seakan-akan mengikuti kemanapun Dion pergi.

__ADS_1


Pertemuan dengan sari, seakan memberi harapan bagi Naura, karena mereka sama-sama mengalami nasib yang sama. tapi tidak mudah bagi Naura untuk lepas dari tempat ini, karena terlalu banyak penjagaan diluar kamar.


Naura menatap bola mata sari, dia ingin melihat kejujuran dari gadis yang terlihat masih sangat belia itu.


"Sari aku tahu kamu sebenarnya orang baik, bagaimana jika sekarang kita bekerjasama untuk dapat lepas dari tempat ini." bujuk Naura


Sari terperanjat saat mendengar penuturan Naura,


"Aku takut kak, mereka kejam dan tidak punya perasaan. bahkan mereka bisa berbuat kasar pada tubuh kita."


Semenjak kejadian itu, Sari kapok dan tidak berani macam-macam lagi, bahkan sari sekarang menjadi orang kepercayaan Papi, karena kepatuhan sari mengikuti segala perintahnya. namun saat melihat Naura. Sari seakan tersadar kembali dan mau terbuka tentang masa lalunya.


Naura bergidik ngeri, dia tidak menyangka beban yang diaalami Sari, ternyata lebih berat dari apa yang dibayangkan nya.

__ADS_1


"Andaikan saja, Mama tidak tergoda dengan kemewahan. serta keserakahan papa yang korupsi. mungkin kehidupanku tidak akan seperti ini.


Bahkan, papa tidak pernah merestui hubunganku dan Frans. gara-gara dia hanya anak seorang buruh pemetik daun teh, dan menganggap kami tidak sederajat. padahal kekayaan kami pun hanya karena korupsi uang haram. " Naura tanpa sadar meneteskan kembali air matanya.


"Oya kita sudah lama ngobrol, nama kakak siapa.?" tanya sari tersenyum polos, memperlihatkan dua lesung pipinya yang cantik.


"Naura.!"


"Mulai sekarang, kita akan menjadi teman." ucap sari menjabat tangan Naura hangat.


"Tapi sari, apapun itu resiko yang harus aku terima, aku akan tetap mencoba untuk kabur dari sini. ayolah Sari kita pergi...mau sampai kapan kamu akan menjadi budak mereka." bujuk Naura.


"Kak Naura tenang dulu, nanti akan aku pikirkan. karena sekarang aku harus pergi." Sari meninggalkan Naura.

__ADS_1


Setelah kepergian Sari, Naura mencoba untuk mengintip keluar kamar. nampak tiga orang laki-laki bertubuh besar, sedang bersantai jaga - jaga di tersa belakang.


"Ternyata kamar ini terletak di bagian belakang," pikir Naura


__ADS_2