Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Mabuk berat


__ADS_3

Lisa langsung menyambar telpon yang masih berdering, memecah kesunyian malam yang sangat mencekam. mengingat cuma dia sendiri yang masih terjaga sementara para pelayan sudah terlebih dahulu istirahat dikamar mereka.


"Ha...hallo," ucap Lisa sedikit ragu, karena tidak mengenal siapa orang yang menghubungi malam-malam begini.


"Hallo, benarkah ini kediaman bapak Farrel?" terdengar Suara seseorang yang tidak Lisa kenali.


"Betttull, Anda siapa ya?" yang Lisa mulai cemas takut sesuatu yang buruk akan menimpa Farrel, meskipun kurang menyukai sifat Farrel yang sedikit memaksa, namun Lisa mengakui kebaikan Farrel yang telah menampung dan memberikan kehidupan yang cukup baik bagi Lisa, bahkan gadis itu masih sering mencari-cari identitas Farrel yang sesungguhnya.


"Hallo, saya salah seorang pelayan Club malam xxx. saudara farrel sedang dalam keadaan mabuk berat, bisakah anda menjemputnya kesini,?" terdengar kembali suara diseberang sana, mengagetkan lamunan Lisa.


"Bisa, saya akan segera kesana." Lisa langsung berlari masuk kamar dan mengambil jaket jeans-nya, dan kembali keluar rumah.


"Aduh bagaimana ini, disini banyak mobil. tapi aku sama sekali tidak bisa menyetir." Lisa bingung.


"Nona Anda mau kemana?" security yang menjaga keamanan rumah, mendatangi Lisa Karena berfikir Lisa Ingin kabur lagi malam-malam begini.

__ADS_1


"Aku mau ke Club malam xxx," terang Lisa bingung sambil mengusap layar ponselnya, ingin memesan taxi online.


"Tidak bisa, Anda tidak boleh kesana malam-malam begini. tempat itu terlalu bahaya untuk gadis seperti Nona, saya juga takut bakal dimarahin Tuan muda." ucap security menghalangi jalan Lisa.


"Pak saya mau menjemput Tuan Farrel, karena dia sedang mabuk berat disana." terang Lisa.


Security yang bernama Parjo itu kurang percaya mendengar penjelasan Lisa, dia menghubungi Eko sopir pribadi Frans yang tinggal di paviliun belakang. dan memerintahkan untuk mengantarkan Lisa dan menemani sampai bertemu dengan Farrel.


Tidak begitu lama, sopir mengunakan salah satu mobil Farrel pergi mengantarkan Lisa. sepanjang perjalanan Lisa lebih banyak diam. dia masih penasaran dengan sosok laki-laki yang bernama Farrel itu, meskipun kadang Lisa sangat yakin jika itu adalah Frans. kakak sepupu yang sudah lama dicari-cari Lisa.


"Terimakasih mang," ucap Lisa berjalan dibelakang mang Eko memasuki tempat yang belum pernah Lisa kunjungi. gadis itu celingak-celinguk melihat lampu berkelap-kelip berbaur dengan suara musik yang memekakkan telinga.


Aroma alkohol yang menyengat membuat Lisa Ingin muntah, namun gadis itu berusaha sekuat tenaga menahan nya. dia terus mengikuti langkah mang Eko yang terlihat sudah hafal dengan seluk beluk ruangan Club itu.


"Farrel," ucap Lisa begitu melihat kondisi tubuh Frans, yang terlihat sangat terluka dan sedih.

__ADS_1


"Ayo Non, kita papah ! menuju mobil." ucap mang Eko.


"Naura, Naura kekasihku Kembali lah... aku begitu merindukanmu sayang," ceracau Frans.


Lisa tercekat mendengar ucapan Farrel,


"Bukankah Naura itu kekasihnya kak Frans, gadis yang selama ini dicari-cari nya," berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran Lisa


Sampai dirumah, Lisa dibantu mang Eko mengantar Farrel sampai kekamar nya yang luas dan menidurkan nya disana.


"Non, aku balik ke kamar dulu untuk melanjutkan tidur." ucap nya.


"Terimakasih mang," balas Lisa yang hanya dibalas anggukan oleh mang Eko yang sudah berjalan menuju pintu dan menutup nya perlahan.


"Ini kesempatan bagi ku menyelidiki semua tentang Tuan Farrel, apa dia adalah kak Frans, meskipun mustahil jika dia berubah menjadi lebih tampan dan kaya raya." gumam Lisa sambil melirik Frans yang sudah tertidur pulas, Lisa berjalan membuka satu persatu laci meja yang terdapat di kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2