
Selama Dion dan Naura diluar negeri, Sari dan biy kecil sudah pindah kerumahnya besar kedua orang tua Dion. disana mereka tinggal dan diperlakukan dengan sangat baik. bahkan Sari juga tidak terlalu kerepotan untuk ngurus boy, mengingat Mama juga turun tangan membantu mengutus dan merawat boy yang sangat lucu dan jarang sekali rewel.
"Sari, ternyata kamu wanita yang sangat baik dan tulus merawat cucuku. Tante mersa sangat berhutang Budi atas kebaikan mu ini." Ucap mama Dion disaat mereka berdua saja berada dikamar bayi mungil yang sudah tertidur pulas karena kekenyangan.
"Aku ikhlas Tante, bahkan aku sangat menyayangi boy layaknya anakku sendiri," Ucap Sari tanpa sadar.
Mama Dion tercekat mendengar penuturan Sari, tiba-tiba senyum mengembang disudut bibirnya sambil pergi meninggalkan kamar itu. sekarang tinggal Sari yang ikut berbaring sambil memeluk boy tidur. dia juga ikut tertidur dengan mimpi indah sehingga Sari senyum-senyum sendiri dalam tidur bahwa sadarnya itu.
Kabar gembira bagi kedua orang tua Naura, Hendro sudah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara Setahun kebih ini, dia langsung pulang menemui sang istri yang juga sudah berubah penampilannya mengunakan hijab. hukuman penjara dan menghilangnya Naura, memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Hendo dan istrinya. mereka benar-benar bertaubat dan menyesali kesalahan nya.
"Papa...," Ucap Mama yang langsung berlari memeluk tubuh Hendro suaminya.
"Ya ma, papa sudah dibebaskan satu tahun paling cepat dibanding tuntutan hukum." Ucap Hendro.
"Kenapa bisa mas,?"
__ADS_1
"Mereka mengatakan ini atas permintaan Tuan Gilang." terang Hendro yang baru beberapa menit dirumahnya, nampak mobil Gilang sudah berhenti di terasa depan rumah mereka yang asi ditumbuhi beberapa pohon buah-buahan kesayangan Naura.
"Tuan Gilang." Ucap Hendro dan istrinya yang langsung menyambut kedatangan Gilang.
"Selamat atas kebebasan mu Hendro." Ucap Gilang.
"Terimakasih Tuan Gilang, ini semua tidak terlepas dari kebaikan hatimu pada keluarga ku." terang Hendro.
"Ya, aku harap kamu benar-benar berubah setelah masalah besar yang menimpa mu ini." terang Gilang duduk diruang tamu rumah Hendro, yang terpampang foto- foto masa remaja Naura yang penuh kebahagiaan.
"Iya Tuan Gilang, bagaimana dengan Naura kami sekarang." Mama Naura kembali menangis memeluk Hendro.
"Bukan aku yang berusaha sudah payah mencarinya, melainkan Dion suaminya Naura,"
"Apa Tuan, jadi Naura sudah menikah dengan assisten Tuan itu, Alhamdulillah," Ucap mereka serempak sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Tujuan ku kesini, sekalian ingin menjemput kalian. karena Naura dan bayinya saat ini begitu membutuhkan kehadiran kalian." terang Gilang.
"Apa kami juga sudah mempunyai cucu, dan ada apa dengan Putri kami?" Ucap !Ama Naura harap-harap cemas.
"Dia terbaring koma, pasca melahirkan anak pertamanya. Naura kehilangan banyak darah serta kondisi fisiknya yang sangat lemah." terang Gilang.
"Anakku Naura..." Ucap mamanya langsung terhenyak menangis mendengar kabar buruk tentang Putri nya.
"Tuan tolong antarkan aku untuk bertemu dengan nya Tuan hu...hu..."
"Naura tengah melakukan perawatan diluar negeri, aku bisa mengirim kalian jesana. ahar bisa berganti menjatpga Naura dengan Dion. karena mereka juga mempunyai seorang bayi laki-laki yang sangat membutuhkan kehadiran dan kasih sayang kedua orang tua nya."
Siang itu Hendro dan istrinya menaiki mobil Gilang, pergi menuju kota tempat bayi Naura diraspawat, tangis haru Mama Naura tidak bisa dibendung saat melihat bayi mungil cucunya.
Besoknya mereka langsung menuju luar negeri tempat Naura terbaring lemah, Mama langsung menangis memeluk tubuh mungil Naura.
__ADS_1
"Naura....Naura anakku sayang, bangun lah nak. papa dan Mama sekarang sudah bersamamu. kita sudah berkumpul lagi sayang." uca Mama sambil menangis haru.