
Sepanjang perjalanan menuju rumah kediaman Gilang, Naura lebih memilih untuk diam. sambil fokus menatap pemandangan luar kaca mobil. semenjak menikah dengan Dion. Naura lebih banyak menghabiskan waktu dirumah besar itu. meskipun Dion sering mengajaknya keluar, untuk sekedar makan malam Romantis. namun selalu mendapatkan penolakan dari Alea.
Dion mengulum senyum, karena ini pertama kali Naura mau diajak keluar rumah, meskipun acara syukuran kelahiran anak bos besarnya. namun mampu membuat Dion mersa bahagia.
"Naura lagi mikirin apa sih, serius banget.?" goda Dion.
"A... aku.." Naura tergagap mendapatkan pertanyaan tiba-tiba dari Dion.
"Jangan gugup gitu Naura, mulai sekarang bersikap biasa sajalah terhadap ku, anggap aku sebagai sahabat yang selalu ada untukmu. aku mengerti perasaan mu yang belum siap dengan semua ini. aku akan sabar dan setia menunggu sampai kamu membuka sedikit hti dan perasaan mu padaku nanti Naura." ucap Dion terdengar sendu.
Naura menatap Dion sekilas, dan kembali fokus pada pemandangan luar kaca mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
"Maafkan aku mas Dion." ucap Naura pelan, namun terdengar jelas oleh Dion.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu meminta maaf Naura, aku tahu kamu belum siap dengan semua ini. makanya aku menawarkan diri sebagai sahabat buatmu sekaligus. agar kamu tidak canggung lagi." Tutur Dion.
Naura pun mengangguk kan kepalanya, tanda setuju. melihat hal itu Dion menepikan mobilnya.
"Maukah kamu menjadi sahabatku." ucap Dion sekali lagi, sambil mengangkat jari kelingkingnya kearah Naura.
Dengan wajah merona, Naura ikut mengangkat jemari kelingkingnya dan menautkan dengan jari kelingkingnya Dion. sebagai tanda dan janji jika mereka mengawali dengan persahabatan sekaligus suaminya.
Naura tersenyum lepas, memperlihatkan kedua lesung pipinya. Dion tiba-tiba tercekat melihat kecantikan Naura yang begitu Natural. dadanya tiba-tiba berdetak berkali lipat dari biasanya.
Tidak begitu lama perjalanan, mobil Dion telah memasuki pekarangan luas rumah Gilang,dia segera mematikan mesin mobilnya, turun sambil memutar kan mobil.
"Silahkan Naura," ucap Dion membuka pintu mobil untuk Naura.
__ADS_1
"Terimakasih mas" ucap Naura tersipu malu mendapatkan perhatian istimewa dari Dion.
Gilang dan Cantika, berjalan menghampiri Dion yang juga menuju kearah mereka. seraya membimbing wanita yang sangat cantik. mengunakan gaun yang sangat cocok melekat di kulit Putih bersihnya.
"Selamat datang dirumah kami Naura." sapa Cantika yang sudah mengenal semua tentang Naura.
Naura tersenyum mengangguk malu, sambil menyalami Gilang dan Cantika, dan mengucapkan selamat atas kelahiran putri kecil mereka yang diberi nama Clarissa. begitupun Dion melakukan hal yang sama.
"Sekarang kalian silahkan menikmati makanan atau minum dulu," ucap Gilang dan Cantika, karena mereka juga menyambut para tamu yang lain.
Mata Naura tida lepas memperhatikan, saat Cantika mengendong dan membelai sayang Clarisa dalam pangkuannya. rasa cinta dan naluri keibuan Naura tersa ikut merasakan kebahagiaan Cantika dalam mengasuh dan merawat bayinya.
Tanpa sadar, naurapun membelai dan mengelus-elus perutnya. Dion yang melihat tingkah Naura, ikut mersa bahagia.
__ADS_1
"Ternyata Naura sangat menyayangi calon anak kami." bathin Dion