Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Merindukan Boy


__ADS_3

"Mas Dion" Naura berucap lirih, karna kondisi nya yang jauh lemah.


"Ya sayang ku."


Dion kembali menggenggam tangan Naura, sesekali mengelus lembut jemari tangan yang tersemat cincin kawin mereka.


"Mana Anak kita mas?" Tanya Naura yang belum mengetahui jika posisi mereka telah berada jauh diluar negeri.


"Anak kita dirumah, ada Sari dan mama yang menjaganya sayang." terang Dion.


"Mas aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengannya," Ucap Naura.


"Iya sayang, bersabar lah karena kita masih harus berada di rumah sakit ini untuk beberapa hari lagi, sampai kamu dinyatakan benar-benar pulih." terang Dion.


Dion merogoh ponselnya, lalu mengusap layar datar itu untuk mencari nama Sari di deretan nama yang tersimpan di daftar kontak nya, tidak lama panggilan video itu terhubung.


"Hallo assalamualaikum Sari,"

__ADS_1


"Waalaikumsalam salam mas, kak Naura." teriak Sari dengan mata berbinar-binar dan terharu melihat Naura yang sudah tersadar kembali.


"Iya Sari, mana bayi kakak.?"


Ucap Naura yang udah tidak sabaran lagi untuk melihat bayi laki-laki nya, yang sering diceritakan Dion meskipun saat itu, Naura tidak sadar kan diri, tapi dia dapat mendengar dengan jelas perkataan suaminya.


"Ini kak boy kecil mu." Sari mengarahkan layar kamera ponsel kearah boy yang tengak asyik mulai mengoceh sendiri sambil mengigit mainannya.


melihat hal itu, tangis Naura seketika pecah melihat anaknya yang sudah tidak seperti bayi lagi.


"Mas sudah berapa lama aku tertidur?"


"Apa mas, aku tertidur selama itu?" Naura terlihat sedang berpikir keras mengingat dia tidur begitu lama, dia seakan tidak percaya dengan pendengaran nya, karena Naura mersa hanya tertidur sebentar aja.


"Iya kak, makanya kami begitu bahagia melihat kamu kembali sembuh kak." Ucap Sari diseberang sana.


"Terimakasih ya Sari, kamu telah merawat dan menjaga anak ku." Ucap Naura sambil terus memperhatikan pergerakan anaknya.

__ADS_1


" Ini sudah kewajiban ku kak, kamu juga sudah banyak menolong ku selama ini. hingga terlepas dari lembah hitam dan mampu melanjutkan pendidikan kanku, semua itu tidak terlepas dari bantuan mu kak." Ucap Sari yang masih terharu dan mengusap air mata nya yang tiba-tiba menetes.


Mama Dion yang sedang mengantarkan dot berisi susu, segera menghampiri Sari begitu melihat Naura sedang berbicara melalui panggilan Vidio itu, dia langsung tersenyum senang.


"Naura, kamu sudah sembuh nak." Ucap Mama Dion yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Sari.


"Mama," Ucap Naura.


Sari memberikan ponselnya pada Mama, lalu mengambil alih dot berisi susu dari tangan wanita paruh baya itu dan memberikan nya pada boy kecil.


"Naura, maafkan kesalahan Mama... nak, Mama benar-benar menyesal...hu....hu..." Mama Dion menangis mengingat banyak nya kesalahan yang telah dia perbuat terhadap anak menantu nya.


"Iya ma, Naura juga mau meminta maaf pada Mama karena belum bisa menjadi menantu yang baik. termasuk membahagiakan Mama." Ucap Naura yang ikut menangis.


"Tidak nak, kamu tidak bersalah. kamu adalah istri yang baik yang sangat dicintai Dion. Mama sangat bahagia kamu telah sadar dan memaafkan kesalahan yang pernah Mama perbuat." Ucap Mama lagi.


"Iya ma, kita lupakan masa itu. dan kita akan memulai hubungan yang penuh dengan kasih sayang mulai dari sekarang ya ma." Ucap Naura penuh lemah lembut.

__ADS_1


"Iya nak, Mama susah tidak sabar menunggu mu pulang dan bertemu dengan putramu yang sangat lucu dan tampan ini." terang Mama sambil mengarahkan camera pada boy yang begitu lahapnya meminum susunya.


__ADS_2