Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Merasa kesakitan


__ADS_3

Naura, merasakan sakit di sekujur tubuhnya. saat dia didorong paksa masuk kekamar kosong ini. tangan kekar terjulur membuka penutup lacban yang menyumbat mulutnya.


"Aww...sakiiiitt." teriak Naura. merasa perih ketika laki-laki itu membuka paksa.


"Siapa kalian, dan untuk apa kalian menculikku.?" teriak Naura mencoba meronta-ronta dengan tangan yang masih terikat kebelakang.


"Gadis itu menanyakan kita ini siapa.? ha...ha..." mereka tertawa lepas, termasuk seorang wanita yang ditemui Naura diterminal itu. mereka seakan-akan mencemoohkan dirinya yang tidak berdaya.


"Kucing imut, kamu jangan banyak bertanya dan memberontak. nanti tenagamu bisa habis percuma sayang." ucap wanita satu-satunya diantara empat orang pria bertubuh besar.


"Ternyata kamu wanita jahat, aku menyesal telah mempercayai mu." air mata Naura tumpah. bukan nya merasa kasihan. wanita itu malah kembali tertawa senang.


"Mulai sekarang, bekerjalah yang baik dengan Bos Rey. karena dia majikanmu. aku telah menjualmu dengan harga yang sangat fantastis." wanita itu memperlihatkan segepok uang dengan jumlah yang sangat banyak pada Naura.


"Brengsek kamu, aku bukan wanita jalang. kalian tidak bisa memperlakukan ku seperti ini." Naura kembali meronta-ronta dan menagis.


Melihat hal itu, kemarahan wanita itu tiba-tiba muncul. sebelah tangannya terangkat dan melayang keatas pipi mulus Naura.


"Plaaacckk,, diam kau perempuan murahan." menampar wajah Naura. yang membuat gadis itu kembali pingsan. mengingat kondisi tubuhnya yang juga sangat lemah.

__ADS_1


Naura tidak tahu sudah berapa lama dia pingsan, saat dia terbangun. dia langsung memegangi pipinya yang terasa begitu perih. Naura menatap sekeliling tempat nya yang sekarang sudah berbeda. dia berada dikamar. dengan pakaian tipis dan seksi melekat ditubuhnya.


Tangan Naura refleks menutup bagian dada yang sedikit terbuka, saat mendengar seseorang sedang berbicara diluar pintu kamar tersebut. Naura mendekatkan kupingnya pada pintu. dia ingin menguping pembicaraan mereka.


"Bagaimana kondisi gadis baru itu sekarang.?"


"Tadi sewaktu kami menganti pakaian nya, dia masih pingsan Pi," terdengar suara wanita yang berbeda dari wanita yang menjebak Naura kemaren.


"Tolong kalian jaga dia terlebih dahulu, sebaiknya kita batalkan untuk tamu yang sekarang. dia barang bagus. aku ingin menjualnya dengan harga mahal, pada tamu kita yang kepala daerah itu besok, karena dia sangat menyukai barang baru disini, apalagi jika yang perawan seperti dia." terdengar suara berat, dari orang yang mereka panggil dengan sebutan papi itu.


"Baik Pi, aku akan menjaga gadis itu sebaik mungkin."


"Iya Pi."


Naura kembali keranjang dan melanjutkan tidurnya, dengan pura-pura. sambil memikirkan cara agar terlepas dari tempat terkutuk itu.


"Ceklek.... pintu terbuka.


Naura semakin ketakutan, ketika mendengar seperti langkah kaki mendekati ranjang tempat tidur nya. perlahan Naura mengintip perempuan yang duduk disisi tempat tidur itu.

__ADS_1


"Bangun lah, aku tahu jika kamu hanya pura-pura tidur.!" ucap perempuan itu.


Mau tidak mau, Naura akirnya membuka matanya perlahan. sambil menatap jijik wanita yang masih seumuran dengan dirinya itu.


"Tolong lepaskan aku dari belenggu kalian, aku wanita baik-baik. dan tidak akan pernah Sudi mengikuti jejak kalian yang berlumur dengan dosa itu." ucap Naura dengan air mata bercucuran.


"Aku mengerti perasaanmu, dulu aku juga mengalami nasib seperti mu ini, namun akirnya aku menerima dengan ikhlas. mungkin ini sudah jalan hidup dan suratan nasib ku. dijual oleh ibuku sendiri" ucap nya.


"Kenapa kamu tidak berusaha untuk kabur.?" tanya Naura


"Percuma, karena mereka selalu berhasil menemukanku, dan wanita yang kamu temui diterminal itulah ibu tiriku. yang gila uang dan judi."


Naura tercekat melihat gadis itu, yang terlihat dewasa dengan make up. serta dandanan nya.


"Siapa namamu.?" dan aku melihat kamu masih terlalu remaja untuk terjun ke dunia hitam ini.!"


"Namaku Sari kak, dan aku hanya lulusan SMP dan langsung vsijual ketempat ini, setelah ayahku meninggal." wajah gadis itu berubah muram dan sedih.


"Ternyata umurmu masih dibawah ku, seharusnya kamu bisa menikmati masa remaja mu dengan bersekolah" Naura ikut menatap sedih Sari, yang tiba-tiba menitikan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2