Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Wajah baru Frans


__ADS_3

Frans mendapatkan penanganan dan pengobatan terbaik, Berliana rela mengeluarkan cukup banyak uang. asalkan itu demi kebaikan Frans. dia pun rela menugui Frans sampai operasi plastik siap untuk dibuka.


Berliana mengatup kedua tangannya, sambil terus berdoa. semoga hasil nya memuaskan bagi Frans. perlahan dia berdiri disamping Frans, sambil memperhatikan dokter yang akan membuka dan memperlihatkan wajah Frans setelah operasi plastik.


"Alhamdulillah, hasilnya sangat bagus dokter. wajah Frans terlihat jauh lebih tampan sekarang." ucap Berliana takub.


"Benarkah Bu, wajahu sudah kembali seperti biasa." ucapnya Frans


"Benar nak, malah lebih tampan"


Senyum mengembang dibibir Frans, dia menatap wajahnya dipantulan cermin.


"Syukurlah Bu, paling tidak wajahku masih seperti yang dulu, meskipun hidungku kelihatan lebih mancung dan bibir yang lebih tipis, aku harap Naura masih mengenaliku nantinya dan menyukai wajah ku yang sekarang." Frans meraba wajahnya.


"Frans, masih banyak yang menyayangimu dan membutuhkan mu nak, jadi ibu harap kamu jangan memikirkan Naura terus. jika Naura mencintaimu dengan tulus dia akan menerima apapun bentuk dan rupa mu nanti." bujuk Berliana.


"Iya Frans paham, tapi sekarang bukan Naura saja yang menjadi beban pikiran Frans. tapi Lisa adik sepupu dari kakak iri ibu dikampung namanya Lisa, dia menghilang setelah Paman meninggal dunia." ucap Frans sedih.


"Kamu masih mempunyai data tentang Lisa kan.?, kamu bisa memerintahkan orang-orang kita untuk melacak keberadaan nya." Berliana menatap Frans yang masih terlihat galau.

__ADS_1


"Sudah Bu, tapi mereka belum menemukan hasilnya."


"Kamu yang sabar ya nak." Berliana mengusap lembut punggung Frans.


Seminggu berlalu Frans sudah dinyatakan sembuh, Frans kembali e Indonesia. namun dia masih butuh istirahat dan belum masuk kantor, kasus kecelakaan nya pun sudah berhasil diungkap. dan pelakunya sudah mendekam dipenjara. yang merupakan kaki tangan dari orang-orang yang membenci Berliana.


Meskipun sudah aman, namun Berliana masih memerintahkan penjagaan khusus untuk Frans jika dia berpergian jauh. dia tidak ingin kejadian buruk ini terulang kembali.


Pagi itu, Frans sudah rapi dengan pakaian kantor. dia tidak bisa berdiam diri dirumah. Dengan bekerja Frans merasa beban dan kegundahannya berkurang.


Dengan langkah panjang, Frans melangkah memasuki gedung perusahaan. namun seseorang menabrak tubuhnya karena sedang. membawa peralatan bersih-bersih. Frans yang oleng hampir jatuh. segera berdiri dengan normal kembali. menatap kesal kearah gadis yang menunduk ketakutan dihadapannya.


"Maafkan kesalahanku Tuan, aku benar-benar tidak sengaja." ucap gadis itu tertunduk lesu.


Frans tercekat, dan memperlihatkan fokus kearah wajah gadis yang terlihat masih ketakutan itu. namun dia hanya sekilas dapat melihat karena gadis itu langsung pergi. sambil menunduk ketakutan.


"Suaranya persis dengan suara Lisa." gumam Frans.


"Maaf Bos, gadis itu OB baru diperusahaan kita, jadi dia masih grogi dan belum terbiasa dengan suasana kantor ini." ucap Dika.

__ADS_1


"Tolong kamu cari data mengenai gadis itu, bawa secepatnya keruangan ku." perintah Frans berlaluu pergi menuju ruangan kerjanya.


"Baik Bos" ucap Dika sambil menatap punggung Frans, Dika menggelengkan kepalanya karena mersa heran. tidak biasanya Frans seperti ini.


"Pasca kecelakaan itu, Bos berubah drastis. masa dia meminta data-data OB itu hanya gara-gara ditabrak secara tidak sengaja. itupun tidak membuat nya kenapa-napa. cuma oleng doang. kasihan gadis itu harus mendapatkan hukuman nantinya" pikir Dika. sambil berjalan menuju ruangan personalia.


Sangat mudah bagi Dika, yang selaku asisten CEO. mendapatkan data seorang OB. Dengan berkas yang dipegangnya. Dika masuk menuju ruangan CEO dan menyerahkan data tersebut pda Frans.


"Ini Bos, data OB baru yang Bos minta tadi." Dika meletakkan di meja kerja Frans.


Dengan segera Frans membuka berkas tersebut, tangan nya langsung bergetar. senyum mengembang dibibir nya.


"Ternyata gadis itu benar-benar Lisa, tapi apa dia masih mengenaliku." ucap Frans.


"Maksud Bos." ucap Dika penasaran.


"Gadis itu adalah aik sepupu yang sudah sejak lama aku cari-cari, dan ternyata dia bekerja diperusahaan ini. aku sangat bahagia sekali. tapi apakah dia masih mengenaliku.?" jawab Frans ragu.


"Aku rasa tidak Bos, tapi untuk saat ini itu sangat bagus sekali, sekalian untuk keamanannya. untuk beberapa waktu ini. sampai kasus orang-orang yang berniat jahat pada Bos, tidak ikut menyakiti nya." terang Dika.

__ADS_1


Frans manggut-manggut membenarkan perkataan Dika.


__ADS_2