
Frans menarik paksa selimut tebal yang masih melilit tubuh mungil Lisa, gadis itu sudah terlihat berani, dan mulai menjadi Lisa yang dulu dikrl Frans pemalas dan manja.
"Lisa banguuuunn...," fran menguncang tubuhnya perlahan.
"Masih ngantuk kak." elaknya mencoba membuka mata dengan menyipit kan perlahan, karena silau oleh terpaan cahaya matahari pagi langsung yang masuk melalui celah-celah gorden kamar.
"Kalau kamu ngak mau bangun, terpaksa deh kamu kakak tinggal." Ucap Frans sambil mengulum senyum melihat reaksi Lisa nanti.
"Apa?, memangnya kakak mau kemana.?"
"Luar negeri, tepatnya Negera Jerman. kakak mau mengunjungi Bu Berliana yang sekarang menetap tinggal disana." terang Frans.
"Kakak ikut," terakhir Lisa melompat bangun.
" Ngak usah, mending kamu dirumah saja. ntar hilang disana karena ngak bisa berbahasa seperti mereka." ledek Frans.
"Kak aku sudah pintar berbahasa Inggris tau." Ucap Berliana langsung masuk menuju kamar mandi.
"Duuuuh, senangnya jika aku keluar negeri, karena selama ini aku hanya selalu berkhayal untuk bisa kesana." gumam Lisa segera bersiap.
"Coba kak Frans, ngomong dari kemaren-kemaren pasti aku sudah mempersiapkan semuanya, tapi ini mendadak banget." Lisa terus bergumam. selesai mandi kilat dia langsung menghambur keluar.
__ADS_1
Dua tidak menyadari jika Frans masih dilamarnya, membaca surat kabar di sofa yang terdapat disudut ruangan kamar. Lisa dengan santai nya melepaskan handuk yang melilit ditubuh polosnya dan mulai mengenakan dalaman.
Frans ternganga melihat pemandangan indah itu, dia semula berfikir Lisa akan berpakaian langsung dikamar mandi. tapi ini diluar dugaan Frans. laki-laki itu kesusahan un menarik Saliva nya. gairah lelaki nya tiba-tiba bergejolak.
"Sebaiknya aku harus pergi dari kamar ini." gumam Frans segera melangkah keluar.
"Aaaaaaaggghh kak Frans." teriak Lisa segera menyambar handuk untuk menutupi tubuh polos nya.
"Sorry Lisa, kakaku ini belum melihat apa-apa kok." sambil ngacir keluar kamar Lisa.
"Sekarang kita impas Lisa, kemaren kamu yang mengagetkan ku dan melihat tubuhku, sekarang giliran mu dek." bathin Frans sambil tersenyum.
Sesuai perkataan nya, Frans benar-benar mengajak Lisa pergi ke Jerman. sepanjang perjalanan Lisa tidak henti-hentinya berceloteh tentang kebahagiaan nya bakal melihat negara orang. Frans mengulum senyum melihat kepolosan Lisa.
Berliana sangat bahagia menyambut dan memeluk Lisa, yang seumuran dengan Putri kandung nya yang telah meninggal dunia. sehingga kehadiran Lisa benar-benar sangat berarti di hidupnya.
"Lisa kamu sangat cantik sekali sayang." puji Berliana, sambil melirik Frans yang terlihat memandang mesra kearah Lisa. dia bisa menangkap signal cinta yang penuh kasih sayang dari tatapan Frans itu.
Setelah Lisa istrahat dikamar, Berliana mengajak Frans berbicara empat mata.
"Bagaimana dengan Naura? apa dia sudah sembuh?" Tanya Berliana.
__ADS_1
"Sudah Bu, sekarang dia sudah sangat bahagia dengan keluarga kecilnya." Ucap Frans datar, tidak terlihat lagi raut cemburu dari pancaran wajah tampan nya.
"Syukurlah nak, karena Ibu lihat kamu sepertinya sudah mengikhlaskan Naura dengan suaminya." Ucap Berliana.
"Iya Bu, aku sangat bahagia melihat kebahagiaan Naura." terang Frans.
"Ibu berharap kamu dan Lisa bisa saling melengkapi nak."
"Tapi Bu, lusa adalah adik sepupuku." 'elak Frans.
"Ibu tau, tapi hanya sepupu jauh. yang artinya tidak akan menjadi penghalang jika kalian menikah." Ucap Berliana.
Frans tercekat, dia sesungguhnya sudah menyadari perasaannya itu, dan akan mencari waktu yang tepat untuk mengutarakan nya kepada Lisa.
Readers tersayang author, begitulah kehidupan mereka yang berakhir indah, dengan pasangan mereka masing-masing....maaf ya untuk sementara cerita Naura cintaku yang hilang. author buat.
...T_A_M_A-T...
Berhubung author kehabisan ide, untuk melanjutkan ceritanya. nanti setelah dapat ide cerita yang lebih menarik lagi.. author mungkin akan masuk ke part dua season II.
" Thanks ya teman-teman semua....."
__ADS_1