Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Kecerobohan Lisa


__ADS_3

Pagi ini perasaan Frans langsung tertuju dan teringat kembali dengan Naura. setelah beberapa bulan ini sempat terabaikan oleh nya termasuk memantau pencarian tentang gadis itu. mengingat saat itu selain waktu nya yang sibuk ditambah lagi pasca kecelakaan yang menimpa Frans sehingga wajah tampan nya harus dioperasi.


"Naura aku merindukanmu sayang, apa kabarmu sekarang ?" gumam Frans lirih.


Lisa yang turun dari kamar nya menghampiri Frans, dia masih bingung dengan perhatian Frans, yang masih belum diketahui oleh Lisa jati diri bos nya sesungguhnya itu. Lisa seperti bermimpi tinggal dirumah mewah dan mendapatkan kamar tidur terbaik dirumah ini, bersebelahan dengan kamar sang Bos Besar. serta para pelayan yang sedia seiap saat membantu dan melayani nya.


Frans langsung berdiri dia tidak menyadari jika Lisa sedang berjalan dari arah belakang nya, refleks tubuh mereka saling bertabrakan. dengan sigap Frans menari tubuh Lisa yang oleng dan hampir jatuh itu hingga terjerembab kedalam pelukannya.


"AAaaaaaaggh." teriak Lisa yang kaget, namun seketika dia kembali terdiam, jantung nya berdetak lebih kencang, ketika pandangannya dan Frans bertemu. Dengan jarak yang begitu dekat sehingga tidak ada penghalang diantara mereka berdua, Lisa seperti terhipnotis dengan ketampanan Frans dengan mata membulat sempurna. Lisa membelai lekuk wajah yang ditumbuhi bulu-bulu halus tersebut.

__ADS_1


Frans yang semula sempat terbawa suasana, segera tersadar dan membantu Lisa berdiri dengan benar.


"Tolong jaga sikapmu, kalau tidak bersiaplah untuk mendapatkan hukuman seterusnya dariku." ucap Frans dingin.


"Maaf Tuan." Lisa langsung menunduk malu menyadari kecerobohan dan sikap nya yang terbawa perasaan karena menganggap pria dihadapannya itu kak Frans pria yang merupakan Cinta pertama nya. karena Lisa seperti melihat Frans dalam tatapan Bos nya itu.


"Saya berangkat kekantor dulu, hari ini kamu dirumah saja." ucap Frans berjalan keluar rumah menuju mobilnya.


Lisa duduk dimeja makan sambil melamun, seorang pelayan langsung menghampiri Lisa dan menata sarapan untuknya. perlahan dia menyuap sarapannya dengan pikiran yang masih berkecamuk dan penasaran dengan sosok Farrel Hardiansyah.

__ADS_1


"Ah sial, ponselku ketinggalan dikamar lagi." gerutu Frans memukul strir kemudinya, dan membelokkan kembali mobilnya menuju pulang kerumahnya.


Sementara Lisa yang masih penasaran, segera menyudahi sarapannya. dia berjalan menuju kamarnya kembali, saat melewati kamar Frans. timbul keinginan Lisa untuk mencari tau tentang pria itu.


"Apa aku periksa dan cari tahu saja tentang pria itu sesungguhnya, karena aku takut dia mempunyai maksud tertentu dengan membantuku dan berbuat baik memberikan tempat tinggal di rumah mewah ini. jangan-jangan dia berniat menjual ku, tapi tidak.... tidak mungkin dia punya bisnis terlarang itu, dia sudah mempunyai segalanya. dan tidak mungkin juga dia jatuh cinta padaku. Lisa menatap pintu kamar dengan ragu tangannya maju ingin membuka handel pintu masuk. sambil berusaha mengumpulkan keberanian.


" Bismillah.... Ceklek...." tangan Lisa sudah mulai menyentuh handel pintu.


"Apa yang kamu lakukan ?" sebuah surat bariton dengan nada tinggi, membuat Lisa terlonjak kaget, tubuhnya gemetar dan Menunduk ketakutan. lusa tidak mempunyai keberanian untuk melihat kebelakang tempat arah Suara dan langkah kaki yang terus mendekat dan semakin mendekat.

__ADS_1


Keringat dingin membasahi tubuh Lisa, rasanya saat ini Lisa ingin segera menghilang. atau dia memiliki pintu ajaib Doraemon pasti Lisa akan langsung melompat masuk saat ini. untuk melindungi dirinya. namun apa daya deru nafas berat begitu terasa menyentuh kulit pundaknya. saat mersakan seseorang telah berdiri dengan jarak yang begitu dekat. jika Lisa berbalik otomotis tubuh mereka berdempetan.


"Tuhan tolong aku...." bathin Lisa yang langsung memejamkan matanya, dengan mulut yang terus komat-kamit membaca doa apapun yang dia bisa, termasuk doa hendak mau makan.


__ADS_2