Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Berniat kabur


__ADS_3

Lisa tertunduk lesu, setiap gerbang yang mengelilingi rumah besar dan mewah itu terkunci rapat. Lisa mulai kelelahan dan menguap Beberapa kali sambil menyandarkan tubuhnya, disebuah Pohon mangga yang terdapat diteras samping rumah.


"Aku menyerah, tubuhku rasanya remuk semua memutari mencari pintu keluar yang semuanya terkunci." gumam nya hingga tertidur pulas karena hembusan angin sepoi-sepoi mengenai kulit tubuhnya.


Cukup lama Lisa tertidur dibawah pohon tersebut, sehingga gadis itu tidak menyadari langkah kaki yang berjalan mendekat kearahnya. sebuah tangan kekar membantu menyelipkan anak rambutnya yang menutupi wajah ayu Lisa.


"Gadis kecil ku yang nakal, ternyata kamu berniat kabur meninggalkan kakakku Ini. kamu pikir mudah hidup diluaran sana, tubuh kecilmu ini tidak akan mampu untuk menghadapi kerasnya kehidupan jika jauh dariku. aku tidak akan membiarkan mu menghilang lagi." isik Frans mengelus lembut pipi Lisa.


Aku yakin kamu akan betah dan tidak akan berniat kabur lagi jika aku sudah menemukan Naura calon kakak ipar mu, sehingga kamu tidak akan kesepian lagi karena sudah mempunyai teman dirumah ini."


Frans tiba-tiba bersembunyi dibalik pot bunga besar ketika Naura mengeliat, gadis itu terlihat mengucek matanya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman.

__ADS_1


"Aku ketiduran disini, tapi syukurlah ternyata Tuan Farrel itu belum pulang. aku harus cepat-cepat pergi dari rumah ini, sebelum dia pulang dan ketahuan." Lisa mengikat rambut nya kuat dan menyingsing kan lengan bajunya keatas agar mudah baginya untuk kabur.


Gadis itu nampak kesusahan sekali menggapai pagar rumah yang tinggi tersebut. sebelah kakinya sudah naik keatas dan yang satunya lagi masih mencari tumpuan yang kuat dan tepat.


Frans tertawa geli melihat tingkah Lisa, sehingga dia keluar dari persembunyiannya dan mendekati gadis itu.


"Perlu bantuan ku ?" ucap Frans.


"Iya, tolong aku sampai keatas sehingga aku mudah keluar dari tempat ini." jawab Lisa tanpa sadar.


"Ngapain susah payah manjat, turunlah aku sudah membuka pintu lebar-lebar untuk mu keluar." ucap Frans.

__ADS_1


Membuat Lisa seketika tersadar, gadis itu refleks menoleh kearah Frans lalu pada pintu yang terbuka lebar. matabya membulat menyadari jika saat ini dia telah dipergoki. layaknya seekor maling yang tengah ditangkap basah warga. muka Lisa seketika memucat pegangan nya seketika goyah karena tangannya gemetaran.


"Bruukkgg...Lisa jatuh kebawah, dia menutup matanya ketakutan." saat merasakan tubuhnya ditangkap sepasang tangan kokoh.dan langsung mengendong memasuki rumah itu kembali.


Lisa masih tidak berani untuk membuka matanya, dia membiarkan saja tangan itu menidurkan nya pada tempat yang diyakininya sebuah sofa yang empuk. dia juga merasakan tubuh Farrel mengunci pergerakan nya dari atas.


Lisa benar-benar tidak berani membuka mata, bernafas pun seakan dia tidak mampu mengingat jarak wajah pria yang diyakini nya sebagai Farrel itu begitu dekat, sehingga Lisa bisa merasakan hembusan nafas pria itu yang mengenai kulit wajahnya.


Jantung Lisa berdetak kencang, berbagai pertanyaan berkecamuk dihatinya. dia semakin ketakutan. sementara Frans mengulum senyum. dia benar-benar menikmati wajah dan Sikap Lisa yang membuat beban pikiran dan rasa kehilangan Naura sedikit banyak bisa terobati dengan kehadiran dan sikap Lisa.


Sebelah tangan Frans menelusuri lekuk wajah Lisa yang lembut, ingin sekali dia menikmati dan mencium bibir yang terlihat begitu menggodanya, yang belum pernah disentuh laki-laki manapun.

__ADS_1


"Astaga perasaan sial, kenapa aku sempat- tempatnya berfikir ingin mencium adikku sendiri." mengusap kasar rambut dan wajah nya.


"Aku peringatkan jangan pernah coba-coba untuk kabur dari sini. jika kamu tidak ingin mendapatkan hukuman dariku. ingat sekeliling rumah ini sudah terpasang cctv jadi aku bisa memantau mu kapan saja." ucap Frans langsung menuju kamar nya. meninggalkan Lisa yang masih syok menatap punggungnya.


__ADS_2