
Sari menatap boy kecil penuh cinta dan kasih sayang, dia sudah tidak sabar menunggu kepulangan Naura dari luar negeri. namun terbersit juga rasa sedih dan bakal kehilangan boy yang udah dirawat dan diasuhnya nya beberapa bulan ini.
"Boy sayang, sebentar lagi Mama akan kembali untuk mengurus dan menjaga boy dengan penuh kasih sayang. Boy akan terpisah dari Tante, karena tugas Tante sudah selesai sayang." Sari mencium boy yang seakan-akan paham perasaan Sari, tiba-tiba boy menangis kencang dan terdiam setelah dipeluk dan dicium Sari dengan penuh cinta.
Sedangkan Mama Dion, sibuk memerintahkan pelayan untuk membereskan ini dan itu, dia ingin suasana rumahnya benar-benar bersih dan rapi saat Naura sudah sampai dirumah.
Kamar yang dulu pernah ditempati Naura dan Dion didesain seindah dan senyaman mungkin. serta mengganti gorden dan alas tidur dengan warna yang lebih cerah dan terang sehingga terkesan lebih hidup dan berwarna.
"Naura, Mama melakukan semua ini berharap kamu bakal betah tinggal disini nak, mama sadar akan kesalahan Mama dan ingin melihat Dion sekarang hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya." gumam Mama.
Sepanjang perjalanan, Naura terlihat begitu bahagia sambil menyandarkan kepalanya di dada Dion, Naura sesekali menatap foto boy kecil di layar ponsel Dion.
__ADS_1
"Anakku sayang, tunggu Mama pulang ya nak. rasanya kedua belah tangan ini.tidak sabar lagi untuk memeluk dan mencium hangat tubuhmu itu. Mama bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjaga dan membesarkan mu sayang, agar kelak menjadi anak yang Sholeh dan berbakti kepada Mama dan papa Dion." Ucap Naura.
"Istriku apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita?" Ucap Dion sambil membalas genggaman tangan Naura.
"Sudah mas, gimana kalau kita beri dia nama Rahsya Alfariziqi " Ucap Naura meminta persetujuan dari suaminya.
"Nama yang bagus, aku setuju sayang." balas Dion.
"Rasanya aku ingin menembus awan ini, agar segera bertemu dengan buah hati ku." gumam Naura sedih dan merapatkan tubuhnya pada Dion.
Hendro dan istrinya, mengulum senyum melihat kebahagiaan anaknya Naura dan menantunya. mereka sangat bersyukur melihat Naura telah menemukan pasangan yang tepat untuk mendampingi anaknya, meskipun mereka harus melewati hari-hari yang sulit sebelum kebahagiaan ini datang.
__ADS_1
Di bandara internasional, sudah nampak sopir khusus yang diperintahkan Gilang untuk menjemput rombongan Dion dan keluarganya, yang langsung meluncur pulang menuju rumah Dion.
Mobil sudah memasuki halaman luas rumah Dion, nampak Mama dan papa Dion yang sedang berdiri menyambut kedatangan mereka, tidak lama Naura melihat Sari ikut keluar sambil membawa boy dalam gendongan nya.
"Anakku," Ucap Naura melihat bayi dalam gendongan Sari.
Dion membantu Naura turun dari mobil, semua berjalan mendekati Naura.
"Selamat datang kembali dirumah ini sayang, Alhamdulillah. kami begitu bahagia melihat mu sembuh seperti dulu lagi." Ucap Mama memeluk Naura. setelah menyalami kedua mertuanya, Naura langsung menuju Sari pandangan nya tidak lepas dari wajah tampan boy yang terlihat senang dan nyaman digendongan Sari.
"Anakku sayang," Ucap Naura yang berusaha ingin mengambil boy dalam gendongan Sari, namun tiba-tiba bayi mungil itu menangis kencang. karena dia belum dekat dan tidak mengenali Naura.
__ADS_1
"Cup... cup...sayang," Sari berusaha kembali menenangkan boy.
"Maaf ya kak, mungkin boy belum terbiasa saja. sebentar lagi dia pasti akan mau bersama mamanya,." Ucap Sari, yang melihat raut sedih di wajah Naura.