
Tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan, yang kebanyakan dari sahabat Dion. sedangkan kedua orang tuanya tidak ikut dalam peresmian pembukaan restoran cepat saji tersebut.
Meskipun terbersit rasa kecewa karena ketidak hadiran mereka, namun Dion masih bisa tersenyum senang karena Naura selalu berada disamping nya. seolah-olah kehadiran Naura merupakan penyemangat buat Dion dalam bekerja dan berusaha.
Tidak jauh dari lokasi restoran mereka berada, dua orang wanita tengah tersenyum sinis menatap kearah restoran Dion. yang tidak lain adalah Mama dan Celine, yang merupakan sahabat kecil Dion yang sangat diharapkan Mama untuk menjadi menantunya meskipun sudah mendapatkan penolakan yang berkali-kali.
"Celine, kamu jangan pesimis dengan wanita yang berada disamping Dion itu. dia cuma seekor lalat kecil, jika anak yang dikandungnya itu sudah terlahir tidak akan ada alasan lagi untuk dia bertahan disamping Dion. Tante akan bantu kamu." berusaha untuk menyemangati Celine kembali.
"Baiklah Tante, Celine akan coba sekali lagi untuk berusaha mendapatkan cinta mas Dion. meskipun Celine sudah mulai putus asa untuk saat ini." tatapan kosong Celine tertuju melihat Dion yang mengandeng mesra tangan Naura menyalami teman-teman nya.
"Nah begitu dong sayang, bagaimana pun kamu harus semangat. Tante akan bantu bagaimana pun caranya." mengusap-usap bahu Celine.
__ADS_1
Dari dulu Mama Dion sangat mengharapkan Celine, mengingat gadis iyu merupakan anak tunggal, salah seorang pejabat kaya di kota mereka. semenjak dia mengetahui jika celin jatuh cinta pada Dion, Mama langsung antusias dan sangat mendukung hubungan mereka. meskipun Dion dulunya lebih memilih jadi jomblo dari pada harus mencari Celine yang merupakan wanita bebas.
"Sayang, sekarang waktu yang tepat untuk mu keluar. Tante akan tunggu kamu dimobilnya sja." ucap Mama.
Celin mengaguk pelan, ambil memperbaiki sedikit penampilanya dan mengolesi bibir mungilnya dengan lipstik. celin menatap pantulan wajahnya yang cantik, banyak digilai laki-laki diluaran sana. namun rasa cinta untuk Dion tidak pernah berkurang, bagi dia ai pada kehidupan bebas karena ingin lari dari rasa frustasi sebab penolakan-penolakan Dion yang lebih memilih persahabatan mereka semenjak kecil. dari pada menjadikan Celine sebagai pendamping hidup nya.
Langkah anggun, serta bentuk tubuh yang indah berjalan lemah gemulai memasuki restoran yang baru dibuka itu. semua mata tertuju pada celline yang seakan menghipnotis para laki-laki diruangan itu, kecuali Dion yang lebih memilih menatap istrinya dan menyuapi makanan resep Andalan mereka.
"Selamat Dion, atas peresmian dan pembukaan restoran baru mu ini." mdih mengalami tangan Dion dengan erat, membuat Dion serta salah dan menarik tangannya segera.
"Terimakasih Celine." balass Dion singkat. dan kembali menggenggam tangan Naura yang terasa dingin. namun Dion mersa Naura tidak lagi membalas genggaman nya, tapi dia membiarkan saja Dion menggenggam dan mengelus tangan lembutnya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Celine terbakar api cemburu tapi dia mih mencoba memaksakan senyumnya dan mengendalikan perasaannya.
"Celine, silahkan makan dan minum hidangan yang telah disediakan untuk para tamu. sapa tahu kamu menyukai dan tertarik untuk makan dan pesan orderan masakan kami ini." ucap Dion.
'"Tentu mas Dion." menata lekat wajah Dion penuh dengan rasa cinta yang tulus dan tidak pernah berubah semenjak mereka masih Dudu dibangku sekolah.
"Oya aku hampir lupa, perkenalkan ini istriku Naura. cantik bukan ?" ucap Dion bangga.
Naura mengulurkan tangannya untuk menyalami Celine, cukup lama celin terdiam dan menerima uluran tangan dari Naura sambil menggenggam erat dan kuat, seakan Celine ingin menumpahkan kebencian nya pada wanita dihadapannya itu. sambil memaksakan senyum untuk menutupi perasaannya.
Naura mengernyit menahan sakit ditangan, sambil tersenyum juga.
__ADS_1
"Beruntung sekali kamu mendapatkan cinta mas Dion, jagalah dia jika kamu lalai aku akan menangkap nya." bisik Celine ditelinga Naura.