Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Naura koma


__ADS_3

"Bagaimana dengan kondisi istri saya dok, kenapa sudah masuk hari kedua Naura masih belum juga tersadar dari komanya." Dion menemui dokter yang menangani istrinya.


"Istri Tuan, mengalami banyak pendarahan meskipun kami sudah berusaha memberikan pelayanan dan pengobatan terbaik, sekarang kita hanya bisa berdoa semoga dia kembali tersadar dan mampu melewati masa-masa kritis nya," jawaban dokter tidak mampu menghilangkan rasa takut dan cemas Dion.


Gilang juga sering mengunjungi Dion kerumah sakit, dia sangat menyayangkan perubahan kehidupan dan perekonomian Dion selepas mengundurkan diri dari perusahaan nya. Gilang pun meminta Dion untuk kembali bergabung bekerja dan mengelola perusahaannya kembali. selepas Naura sembuh dari sakit.


Semula Dion ingin menolak tawaran Gilang, namun perasaan Dion tidak enak hati melihat kebaikan dan ketulusan mantan Bos dan istrinya Cantika. bahkan Gilang telah menanggung semua biaya persalinan Naura tanpa sepengetahuan Dion. meskipun semula sempat terjadi perdebatan antara Gilang dan Frans yang sama-sama ingin menanggung biaya tersebut.


Frans akirnya mengalah, setelah mendengar pengertian dan perkataan Cantika istri Gilang. Cantika memang lebih tenang dan tidak mudah terpancing emosi.

__ADS_1


Dion menatap wajah pucat istrinya, tanpa terasa air mata Dion menetes. dia mencium lama kening Naura hingga air mata Dion jatuh menetes membasahi kelopak mata Naura.


"Mas Dion ku, aku tahu kamu sangat sedih dan sangat terluka melihat kondisiku yang terbaring tidak berdaya ini. rasanya aku ingin bangun dan memelukmu mas, agar kesedihan mu bisa berganti dengan senyuman yang selalu kamu perlihatkan kepada ku.


Begitu besar pengorbanan mu mas, sehingga kamu selalu berusaha untuk membahagiakan ku dan menyembunyikan semua permasalahan yang menimpa perekonomian keluarga kita. kamu bekerja apapun demi aku, mas aku tidak bisa membuka mataku untuk sekedar melihat wajah tampan dan imut Putra kita. Mas apa kamu apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak pertama kita?"


Semula aku pikir akan bisa melupakan mu, setelah bertemu Cinta pertamaku Frans. namun nyatanya sekarang aku baru menyadari bahwa posisi Frans sudah tergantikan oleh ketulusan cinta mu padaku mas Dion.," gumam Naura dalam tidur panjangnya.


Frans sangat menyayangkan, keputusan yang diambil Naura meskipun saat itu dia terdesak dan beniat menyelamatkan kedua orang tuanya. dengan menjebak Gilang, namun dia salah sasaran sehingga melakukan hubungan terlarang itu bersama asistennya Dion.

__ADS_1


"Naura, mungkin sudah jalannya hubungan kita akan berakhir seperti ini. andaikan saat itu aku mempunyai kuasa seperti sekarang, tentu kamu sudah menjadi milik ku sekarang." ucap Frans sambil mengusap kasar wajahnya.


Malam itu, Frans menghabiskan waktu di Club malam. sesuatu yang mustahil bagi Frans memasuki tempat itu, kondisi Frans sekarang sudah setengah mabuk. dia kembali meneguk minuman keras yang sudah gelelas beberapa.


Malam ini Frans sangat terluka dan kecewa saat mendengar kenyataan, jika saat itu Naura lebih memilih meninggalkan dirinya dan menyerahkan tubuhnya pada Dion. tanpa peduli persaan kehilangan dan usaha Frans mencari- cari nya.


"Naura kamu jahatttt, egois .....dan matrelitis ha...ha...ha.." tetiak Dion yang sudah mabuk berat. melihat kondisi Frans yang sudah ambruk karena mabuk, pelayan Club mencoba menghubungi No asisten Frans yang terdapat dikartu nama Frans yang ditemukan disaku jas yang masih dikenakan oleh Frans. namun tidak ada jawaban mengingat sudah malam sekali.


"Coba hubungi telpon rumahnya saja," gumam pelayan itu.

__ADS_1


Lisa yang tidak bisa tidur, tetus mondar-mandir didepan ruangan utama rumah mewah itu. dia sangat mengkhawatirkan Frans. tiba-tiba lamunan Lisa terhenti ketika mendengar deringan telepon masuk.


__ADS_2