Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Morning sayang


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh, Naura menyisir rambutnya perlahan sambil menatap pantulan wajahnya di kaca hias. sudah banyak yang berubah pipinya nya sekarang terlihat berisi dengan perut yang sudah terlihat mulai membesar.


"Sayang, kamu yang sehat dan kuat ya nak didalam. Bunda akan selalu menyayangi dan melindungi mu. bahkan bunda sudah mengikhlaskan hidup Bunda untuk kamu dan papamu, dan akan memendam perasaan cinta bunda buat Frans."Mengelus kembali perutnya sambil tersenyum.


Dion ikut tersenyum melihat kearah Naura, dia ikut bahagia melihat kasih sayang yang tulus terpancar dari wajah cantik dan lembut itu. Dion sedari terbangun dari tidur nya, namun Dion sengaja mengintip Naura dari balik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.


Dion sengaja melakukan hal itu, untuk melihat reaksi Naura setelah percintaan panjang mereka semalam. Dion khawatir jika pagi ini Naura akan mengamuk dan marah, dia tidak ingin Naura mengamuk dan kembali pergi meninggalkannya. spontan Dion mengusap dadanya yang perih membayangkan hal itu terjadi lagi.


"Naura, aku tidak bisa menebak pasti kapan rasa ini tumbuh dan bersemi. yang jelas sekarang kamu bagaikan oksigenku. dan aku bisa tidak bernafas bahkan terbaring kaku jika tidak bersama mu, dan jiwaku akan sangat bahagia jika kita tetap bersama. Naura ku .....,, tetap lah selalu bersama ku dan lupakan laki-laki yang pernah mengisi hidup mu sebelum aku datang menggantikan nya." bathin Dion.


Naura merasa sedang diperhatikan dari belakang, segera menoleh. Dion seketika tergagap dan bingung. karena dia ketahuan sedang menatap Naura secara diam-diam dibalik selimut. nyengir kuda adalah alternatif satu-satunya pilihan Dion saat ini. bibirnya tanpa sadar tergerak dan mengucapkan.

__ADS_1


"Morning sayang...." ucap Dion pelan, namun terdengar jelas oleh telinga mungil Naura.


Wajah Naura yang semula tegang, berubah melembutkan dan senyuman manis terukir di sana.


"Pagi juga mas Dion." balasnya lembut.


Tanpa sadar Dion seolah-olah mendapatkan suntikan energi, dia bangun berjalan mendekati Naura yang masih duduk didepan meja rias besar itu. tingkah nya itu membuat Naura langsung menjerit dan menutup mata dengan kedua tangannya.


"Mas Dion aku malu, cepatlah berpakaian." teriak Naura.


"Sayang maaf aku lupa jika sekarang tidak mengenakan Apapun, mas benar-benar ngak sengaja." Dion menutup dengan kedua tangannya, namun dia bukmauk kekamar mandi melainkan berjongkok dihadapan Naura.

__ADS_1


"Naura mas senang dan sangat bahagia sekali, ternyata kamu tidak marah dan membenci mas dengan apa yang telah kita lakukan semalam. terimakasih ya sayang ternyata kamu sudah menerima mas." ucap Dion.


"Iya mas, Naura bersedia menjalani peran Naura sebagai istri dan ibu yang baik buat anak kita." balas Naura.


"Sayang buka matamu, untuk apa kamu masih malu. semalam kita berdua telah memulai malam panjang kita yang kedua. aku milikmu seutuhnya Naura." goda Dion.


"Pokoknya Naura masih malu, dan akan buka mata jika mas Dion sudah membersihkan diri dan terlihat wangi dan rapi." Pinta Naura dan masih menutup matanya dengan telapak tangan.


"Okey baiklah sayang." Dion segera masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.


"Mas Dion, maafkan aku jika belum bisa menerimamu dengan sepenuh hati dan cintaku. namun aku akan berusaha dan belajar untuk itu. dan menjadikan Frans bagian terpenting yang pernah ada dan mengisi hatiku dulu."

__ADS_1


Dirumahnya Frans seketika tersedak saat minum, seketika pikiran nya teringat Naura yang seolah-olah menyebut namanya.


"Naura." gumam Frans sambil Menaruh kembali gelas yang dipegang nya kemeja.


__ADS_2