Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Pernikahan Naura


__ADS_3

Naura membuka matanya, melihat ke sekeliling ruangan yang terlihat putih.


"Ya Tuhan dimana aku sekarang apakah aku telah meninggal dunia." bathin Naura.


"Naura, syukurlah ternyata kamu sudah sadar" terdengar suara laki-laki seperti dia pernah mendengar suata tersebut.


Naura menatap kearah asal suara, dia kaget melihat Dion berdiri dengan gagah didepannya.


"Aku yakin saat ini aku tengah sedang bermimpi." ucap Naura lalu mencubit lengan sebelah kanannya.


"Aww... sakiiit." ternyata ini benar-benar nyata.


"Tidak Naura, kamu tidak sedang bermimpi. ini nyata laki-laki yang bernama Dion inikah yang telah membantu kita berdua. jika tidak ada dia. mungkin nasib kita sudah berakhir dijalanan yang sepi itu" ucap Sari.


"Benarkah dia yang telah menolong kami." Naura menatap Dion yang terlihat senang, tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Naura, sehingga membuat gadis itu serba salah dan canggung.


"Terimakasih Tuan karena telah membantu kami." ucap Naura

__ADS_1


"Kamu tidak perlu sungkan Naura, perlu kamu tahu aku sudah mencari-cari mu. namun aku selalu gagal. hingga nasip juga yang mempertemukan kita kembali." ucap Dion.


"Untuk apa Tuan mencariku, harusnya Anda bersyukur karena aku tidak menuntut Anda. dan sekarang pun saya yakin jika papaku sudah kalian penjara kan"


"Naura, perlu kamu ketahui aku tidak bisa melupakan mu sejak kejadian malam itu, rasa penyesalan dan bersalah menghantuiku. bahkan aku masih dikota ini, karena selalu berharap agar bisa menemukan dirimu."


"Maksud mu.?" tanya Naura.


"Aku mencinta dan menyukai mu Naura. dan sekarang anakku sudah tumbuh dan berkembang dirahimmu." ucap Dion senang, dan yakin Naura pasti akan menerima dirinya.


"Maksud mu.?" Naura terlihat cemas dan bingung.


"Tidak...Tidak mungkin aku hamil." teriak Naura sambil menangis sedih.


"Aku mohon Naura, terimalah pertanggung Jawabanku. demi bayi yang kamu kandung itu." bujuk Dion


Naura akirnya pasrah, sambil mengangguk pelan. karena dia tidak mempunyai pilihan lain. nasi sudah menjadi bubur. Frans juga tidak akan menerima dirinya kembali.

__ADS_1


"Baiklah tapi ingat, itu semua demi bayi ini."


"Aku setuju" balas Dion.


Setelah beberapa hari dirawat, Naura sudah diperbolehkan untuk pulang, mereka memutuskan Sari dan Naura akan tinggal di apartemen Dion.


Seiring berjalannya waktu, Dion memberanikan dirinya untuk mengajak Naura segera menikah. Dion tidak ingin orang-orang akan mencemoohkan mereka. ditambah lagi kondisi perut Naura yang mulai terlihat.


Sedangkan Sari, berkat kebaikan Gilang dan usulan dari Dion. mereka memberikan Sari sekolah paket C, agar gadis itu bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. dan memberikan jaminan perlindungan dan ancaman pada Bos mafia yang telah membuat Sari dan Naura menderita selama ini.


Gilang dan Dion juga berencana akan menjebloskan komplotan perdagangan wanita, dengan menyebar orang-orang nya untuk mengumpulkan bukti-bukti, termasuk bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat.


Meskipun tidak ada sedikit rasa dihatinya Naura, karena cintanya sudah tertuang sepenuhnya kepada Frans. namun dia tetap memaksakan senyuman terbaiknya. dihari pernikahan nya yang sederhana. serta tatapan sinis dari kedua orang tua Dion yang memandang tidak suka pada Naura.


Bahkan semalam sebelum acara pernikahan mereka digelar, pertengkaran hebat antara Dion dengan kedua orang tuanya, yang meragukan tentang kehamilan Naura.


Meskipun Dion sudah berusaha keras meyakinkan keduanya, namun hanya sia-sia belaka. mereka tidak percaya. bahkan Naura hanya menginginkan harta Dion. sambil mengungkit-ungkit kembali kebusukan kedua orang tua Naura.

__ADS_1


"Dion percaya lah pada Mama nak, pohon tidak akan jauh dari pohonnya." mencoba membujuk Dion.


__ADS_2