
Dion meredam emosi, amarah, perasaan sedih dan kecewa nya sendiri. dia tidak ingin Naura yang tengah hamil besar itu ikut terbebani oleh situasi dan kondisi yang tengah dihadapi Dion. sehingga sebisa mungkin Dion bersikap ceria dan perhatian pada istri nya itu agar Naura tidak curiga.
Pagi ini Dion kembali berpakaian rapi, dengan stelan kemeja. seperti biasanya jika dia hendak kerestoran. dia mengayunkan langkah pelan mendekati sang istri kesayangan yang tengah mengaduk kopi hitam kesukaan Dion.
"Pagi sayang," kecupan dan pelukan ringan diberikan pada Naura, yang juga membalas Dion dengan senyuman terindah menyambut pagi ini.
"Pagi juga suamiku sayang," balas Naura, sambil memberikan kopi panas' buatan nya.
"Hallo anak papa apa kabarnya," Dion mencium dan mengusap perut Naura.
"Alhamdulillah sehat pa," ucap Naura seolah-olah mewakili anak diperutnya. keduanya tertawa bahagia dan saling pandang. mengungkap persaan mereka masing-masing. Dion melihat pancaran Cinta dimata Naura untuk dirinya, yang dulu tidak pernah Dion lihat. sehingga kebahagiaan nya terasa lengkap meskipun kehidupannya tidak seperti dulu lagi.
"Gimana kabarnya Restoran mu sekarang mas?"
Dion tercekat, dia bingung harus menjawab apa dan bagaimana menjelaskan kondisi Restoran yang sesungguhnya. bibir nya tersa berat untuk mengeluarkan kata-kata.
"Mas kok terlihat bengong gitu," Naura mengibaskan tangannya, mencoba menggoda Dion.
__ADS_1
"Ah ngga kok sayang, res... Restoran ba...baik," Dion terlihat gugup.
Naura melihat ada yang disembunyikan oleh Dion, tapi dia tidak bisa memaksa Dion sat ini untuk bercerita dan menjelaskan nya.
"Perasaan ku selalu tidak enak beberapa hari ini, ya Allah ada apa dengan mas Dion. ya Allah bantu dan ringankan lah beban suami hamba, dia laki-laki yang baik." doa Naura dalam hatinya, sambil menatap Dion yang terlihat berusaha tegar dan tersenyum.
"Mas pergi dulu, assalamualaikum." ucap Dion.
"Hati-hati ya mas, waalaikumsalam." balas Naura sambil mencium punggung tangan Dion.
Dion menjual peralatan Restoran seperti kursi, sofa meja, peralatan masak, meskipun dengan harga yang tidak sesuai dan jauh dibawah harga standar. namun Dion tidak bisa berbuat banyak. selain menerima mengingat kondisi nya yang sangat butuh uang untuk biaya persalinan Naura nantinya.
"Mulai sekarang aku harus cari kerja, Apapun itu yang terpenting halal untuk istriku dan calon anak kami." gumam Dion yang mulai memasuki satu persatu tempat usaha namun tidak satupun yang menerima Dion.
"Ternyata mencari pekerjaan tidak semudah yang aku pikirkan selama ini." tubuh Dion terhenyak bersandar pada sandaran kursi taman kota. pikiran dan tubuhnya tersa lelah. hingga tanpa sadar Dion tertidur beberapa saat dikursi taman yang dilalui lalu lalang perjalan kaki yang hendak menuju pusat perbelanjaan.
"Ha...ha....hi...ha..." suara heboh dan gelak tawa, serta iringan tepuk tangan yang meriah, membuat tidur Dion terjaga, segera dia mengedarkan pandangannya ke asal suara yang heboh dan ramai.
__ADS_1
Tidak jauh dari posisi Dion sekarang, nampak banyak orang dan anak-anak berkumpul menyaksikan beberapa badut karakter yang sedang menari menghibur para pengunjung taman kota.
Mata elang Dion, memperhatikan seksama setiap gerakan para badut karakter tersebut. kegesitan nya memainkan bola. sangat menarik perhatian, ya semenjak kecil Dion sangat menyukainya permainan dan badut.
Setelah pertunjukan selesai, Dion mengikuti dari belakang langkah kaki para pemain yang menuju salah satu ruangan dalam mall yang berlokasi tidak jauh dari taman.
"Siapa kamu?" tanya salah satu dari mereka yang melihat kedatangan Dion.
"Bo... bolehkah saya ikut bergabung dengan kalian," ucap Dion terlontar begitu saja.
Semua yang disana saling pandang, dan tertawa.
"Apa kamu yakin bisa seperti kami?"
"Saya yakin bisa, dan berusaha belajar." ucap Dion antusias.
Ketua dari komplotan mereka, melihat keseriusan Dion.
__ADS_1
"Baiklah, berhubung salah seorang anggota kami mengundurkan diri, kami saya terima untuk menggantikan nya, mulai sekarang belajarlah mengikuti gerakan senior mu itu."
"Ba...baik pak, terimakasih." ucap Dion tersenyum bahagia.