
Lisa melihat sebuah file, yang tersimpan jauh dibawah tumpukan pakaian Frans. yang membuat rasa penasaran dan ingin tahunya semakin besar. untuk segera membuka dan melihhat isi file tersebut, mengingat tempat penyimpanan nya yang terpisah dibandingkan dengan file yang lain.
"Astaga ternyata di benar-benar kak Frans ku," ucap Lisa dengan mata membulat seakan tidak percaya dengan penglihatannya, sebelah tangan Lisa menutup mulutnya yang seakan ingin berteriak kencang karena terkejut dan bahagia.
Lisa menyimpan file tersebut ketempat semula, dan kembali mengayunkan langkah dengan semangat mendekati Frans yang masih tertidur pulas.
"Kak Frans, ternyata selama ini kita telah bertemu. namun aku terlalu Bodoh dan terlambat untuk menyadari nya, padahal kamu pernah meminta ku untuk mengingat dan mencari tahu tentang siapa sebenarnya dirimu." gumam Lisa sambil mengelus lembut pipi Frans yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar wajahnya.
"Naura..... Naura," ucap Frans dengan mata masih terpejam, namun dia masih mengigau memanggil-mangil nama wanita yang sang dicintainya itu, saat merasakan sentuhan lembut mengenai kulit wajah nya, Frans yang belum sadar langsung menarik tangan Lisa yang dianggap nya sebagai Naura.l Isa berusaha untuk lepas namun tenaganya kalah dibandingkan dengan tangan kekar Frans. Lisa terjerembab jatuh menindih tubuh Frans seketika Frans membalikkan posisi sehingga Lisa yang berada dibawah sambil menggelengkan kepalanya takut.
__ADS_1
Meskipun selama ini Lisa sangat mencintai Frans, tapi dia tidak rela jika sesuatu yang berharga dimilikinya diregut dan dirampas Frans secara paksa dan dalam keadaan mabuk.
"Naura sayang, jangan pernah tinggalkan aku lagi." bisik Frans dan langsung mencium buas bibir Lisa yang belum pernah disentuh oleh laki-laki manapun selain Frans.
"Kak Frans tolong hentikan," teriak Lisa sambil berusaha lepas, semakin Lisa berusaha dan meronta-ronta perlakuan Frans semakin berani. dia menari paksa baju Lisa hingga kancingnya terlepas dan berserakan. teriakan dan air mata Lisa tidak akan mampu menghentikan aksi Frans.
Lisa panik dan berteriak-teriak histeris melihat kondisi Frans, Suara Lisa membangun kan semua pelayan dan mang Eko termasuk security. mereka semua ikutan panik dan penasaran dengan teriakan Lisa yang berasal dari kamar Tuan muda mereka.
"Ada apa Non, kenapa sampai seperti ini?" ucap mereka heran bercampur cemas melihat kondisi Lisa dan Frans, serta tempat tidur yang sudah acak-acakan.
__ADS_1
"Tolong kak Frans ku, aku mohon cepat kalian selamat kan dia hu...hu...," tangis lusa pecah sambil mengatup pakaian nya dengan tangan agar buah dada serta bakas ciuman panas Frans tidak terlihat mereka.
"Ba...baik Non," pelayan langsung merapikan tempat tidur kembali, tubuh Frans langsung diangkat keatas tempat tidur.
Lisa masuk kedalam kamar mandi mengganti pakaiannya, yang diberikan salah seorang pelayan yang langsung menjemput kekamar Lisa yang hanya bersebelahan saja.
Lisa menghubungi dokter keluarga Bu Berliana, yang terdapat di kontak darurat. tidak begitu lama dokter yang dihubungi sampai dirumah dan segera memeriksa kondisi Frans.
"Nona tidak perlu cemas, ini hanya luka kecil dan saya juga sudah memberikan suntikan obat untuk Tuan Frans," ucap dokter sambil menyerahkan obat yang harus diminum Frans setelah sembuh nanti.
__ADS_1