Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Bayi laki-laki


__ADS_3

Tubuh Dion terhenyak dilantai, dia mersa hancur karena tidak bisa menyelamatkan dan menemui istrinya, Dion menangis lututnya tersa kaku membayangkan sesuatu yang buruk menimpa istrinya.


Melihat hal itu, Gilang sudah paham jika Dion tidak menemukan istrinya, Gilang langsung memerintahkan orang-orang nya berpencar untuk mencari keberadaan Naura, termasuk mencari diberbagai rumah sakit terdekat dari lokasi tersebut.


Frans terus memacu langkah nya yang panjang, dia tidak peduli apapun lagi, termasuk pandangan orang-orang yang menatap dirinya. sampai depan rumah sakit, Frans langsung mendapatkan pertolongan mereka membantu menidurkan tubuh Naura dikasur, dan langsung didorong Menuju ruangan khusus untuk bersalin.


Frans panik, dia terus mondar-mandir didepan ruangan operasi, berbagai pertanyaan berkecamuk didalam benaknya. tentang siapa ayah dari anak yang sedang dikandung oleh Naura, dan dimana dia saat Naura sedang membutuhkan keberadaan dan pertolongan suaminya itu.


Frans geram, darahnya tersa mendidih.


"Naura suami seperti apa yang kamu dapatkan, apa dia menyakitimu selama ini. sehingga diwaktu kamu dalam bahaya seperti ini saja dia tidak berdaya disampingmu. ingin rasanya aku menghajar laki-laki brengsek yang menjadi suamimu itu." gumam Frans yang sangat emosi.


Bahkan Frans mengabaikan setiap panggilan yang masuk ke ponsel nya, karena saat ini pikiran Frans hanya tertuju pada Naura dan keselamatan gadis itu.

__ADS_1


Ceklek, pintu ruangan operasi terbuka, Frans langsung menghadang dokter yang keluar pasca operasi Caesar.


"Bagaimana kondisi Naura sekarang dok?" tanya Frans panik.


"Istri Anda, masih dalam keadaan kritis. dia kehilangan banyak , sedangkan anak Anda yang berjenis kelamin laki-laki itu terlahir dengan selamat tanpa kurang apapun." ucap dokter.


"Tolong Selamatkan Naura dok, beri dia perawatan terbaik. berapapun biayanya akan saya tanggung."


"Baik, kami telah memberikan perawatan terbaik pada istri Tuan, namun untuk hasilnya kita hanya bisa berdoa pada yang diatas.," ucap dokter Berlalu dari hadapan Frans.


Kedua tangan Frans, bergetar menerima bayi tersebut. persaan nya berkecamuk menatap wajah bayi yang tidak berdosa itu. entah perasaan dari mana, Frans mersa sangat menyayangi bayi tersebut. yang terlihat membalas tatapan nya.


Tanpa sadar, Frans mengangkat bayi mungil itu dan mendekat kan pada mulutnya, Frans mulai bersiap-siap untuk meng azani bayi tersebut.

__ADS_1


"Tunggu,!! kamu tidak berhak mengikuti azani bayiku." suara lantang laki-laki yang tengah menatap tajam kearah Frans, menghentikan niatnya.


"Siapa Kamu?" ucap Frans.


"Justru aku yang bertanya, siapa kamu yang beraninya menyentuh dan hendak mengadzani bayiku." Dion terlihat emosi, Gilang segera menahan tubuh Dion.


"Dion kendalikan emosimu, kita belum mengenalnya. siapa tahu dia mempunyai maksud yang baik menolong Naura dan bayimu." bisik Gilang.


"Astaghfirullah," ucap Dion tersadar dengan emosinya.


"Ooo, jadi kamu laki-laki brengsek yang membiarkan istrinya kesakitan sendirian, kemana saja kamu saat Naura membutuhkan kehadiran mu." bentak Frans.


"Aku mencari-cari istriku, yang ternyata kamu bawa kabur." bentak Dion.

__ADS_1


"Ini ruangan rumah sakit, kalian tidak boleh bertengkar. apa lagi ada bayi yang tidak berdosa ditengah-tengah kalian." ucap perawat wanita itu marah.


Dion dan Frans terdiam, dia segera mengambil bayi yang masih dalam gendongan Frans lalu Dion segera mengambil azani bayinya. dia menatap wajah anaknya penuh perasaan bahagia, dan rasa bersalah telah terlambat menemukan mereka.


__ADS_2