Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Berteriak histeris


__ADS_3

Lisa tidak tega, melihat kondisi Frans yang masih tertidur pulas efek samping dari obat yang diberikan dokter barusan. dia duduk disisi ranjang sambil mendekat kan wajah nya, posisi wajah Lisa sangat dekat.


"Aku bingung dengan perasaanku sendiri, antara sedih, bahagia dan malu. ya aku sangat malu mengingat selama ini aku tidak menyadari jika kak Frans yang aku cari-cari ternyata ada didepan mataku sendiri. sementara kak Frans juga terlihat sengaja menyembunyikan semua itu dari ku," gumam Lisa.


Tanpa sadar, tangan Lisa terangkat mengelus pelan kepala Frans. sambil ikut merebahkan tubuhnya disamping laki-laki itu. hingga ikut tertidur mengingat sudah terlalu larut malam.


"Mmmhhh, AAaaaaaaggh..." Frans Menguap, seraya mengeliat meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal dan sakit akibat benturan jatuh karena dorongan kuat dari Lisa.


"Lisa,?"


Frans baru menyadari jika Lisa tidur disebelahnya sambil meringkuk, timbul rasa kasihan melihat Lisa yang terlihat kedinginan. Frans menyelimuti seluruh tubuh Lisa hingga batas leher, secara perlahan dia tidak ingin Lisa terbangun.


Frans memijid pelipisnya, mencoba mengingat kejadian semalam. tiba-tiba mata Frans melotot saat teringat dia ingin menodai Lisa karena mengganggap nya sebagai Naura.

__ADS_1


"Astaghfirullah," Frans mengusap keningnya kasar, menyadari kekhilafan dan kebodohan nya. dia kembali melirik lekad kearah Lisa dan menyibak selimut itu kembali.


"Pakaian Lisa masih terlihat utuh, sepertinya aku belum berbuat yang tidak-tidak terhadap nya semalam." gumam Frans sambil memeriksa pakaian nya sendiri.


Frans bangkit dan membersihkan tubuhnya berendam dalam bactub, sambil berusaha mengingat-ingat semua perbuatan nya terhadap Lisa, dia juga Tidak marah dan menyalahkan Lisa, karena sempat membuat keningnya terluka dan jatuh hingga pingsan.


Lisa terbangun, saat wajah cantik nya kena terpaan Matahari langsung. serta bagian bawahnya yang sedari tadi tidak mampu lagi dia tahan. sudah menjadi kebiasaan Lisa bangun tidur langsung buang air kecil. Lisa mengerjapkan matanya yang masih terasa sangat berat untuk dibika.


Lisa yang menyangka jika dia masih berada dikamar nya sendiri, menyeret langkah kaki Menuju kamar mandi dengan Mata yang menyipit, karena Lisa ingin sehabis buang air kecil dia akan melanjutkan tidurnya kembali.


"Astaga Lisa, ngapain dia kesini.?"


Sebelah tangan Frans berusaha mengambil handuk, namun karena jarak yang tidak terlalu dekat, serta posisi handuk yang tergantung miring. handuk itupun jatuh kelantai. sehingga tidak mungkin bagi Frans turun mengambilnya untuk menutupi tubuhnya yang polos.

__ADS_1


Frans memilih menutup reproduksi nya mengunakan tangan dan bungkam seribu basa, karena dia yakin Lisa saat ini tidak menyadari keberadaan Frans yang sedang berendam di bactub yang sempat dilewati nya.


"Lisa bermimpi sedang berjalan atau apa ya?" gumam Frans bingung Bercampur heran. dan yang lebih membuat Frans hampir pingsan ditempat. saat melihat Lisa dengan santainya membuka celana dan duduk di closet duduk yang hanya terhalang tirai transparan, yang bisa terlihat jelas dari tempat Frans berendam.


"Ujian apa ini, kenapa aku bisa begitu bergairah melihat bagian tubuh Lisa, tidak...ini salah, aku harus segera pergi dari sini." Frans segera bangkit.


"Aduuuuuh,"


Karena tergesa-gesa dan panik Frans jatuh terlentang di lantai Sebelah tangannya berusaha menggapai handuk untuk menutupi tubuhnya.


Lisa yang tengah melamun indah, sambil menumpu wajah dengan kedua belah tangannya, terlonjak kaget dan langsung menyudahi buang air kecil dan berlari kearah datang nya Suara.


"AAaaaaaaggh,.. Aaaaaaaaggh," teriak Lisa histeris sambil berusaha untuk menghindar dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


"Lisa tolong aku," ucap Frans kesakitan, namun dia sudah berhasil melilitkan handuk dipinggang nya. kondisi Frans yang masih lemah membuat nya kesusahan untuk berdiri kembali.


__ADS_2