
"Apa yang kamu lakukan, dan apa tujuanmu ingin masuk kedalam kamar tidur ku secara diam-diam tanpa sepengetahuan dariku ?"
Lisa semakin ketakutan dan tidak berani untuk bergerak apalagi membalikkan badannya, mengingat jarak mereka yang begitu dekat. dia menautkan jemari tangannya yang terasa dingin dan debaran jantung yang semakin berpacu kencang.
"Kenapa diam, jawab pertanyaan ku dan angkat wajahmu jika sedang berbicara dengan ku." suara Frans makin meninggi.
"Maaf Tuan, aku tidak bermaksud untuk masuk. aku....aku.... hanya salah kamar." elak Lisa.
"Salah kamar ?" ulang Frans.
Lisa mengaguk pelan, mencoba membela dirinya meskipun itu mustahil dapat dimaklumi dan diterima oleh Frans.
__ADS_1
"Aku tahu maksud dan tujuan mu, ingin mencari tahu informasi mengenai diriku serta tujuan ku membawamu tinggal dirumah ini. jika kamu masih penasaran cari tahu dengan cara yang lebih baik dan terpuji." ucap Frans sambil membalikkan tubuh Lisa agar menghadap pada nya.
"Maaf Tuan."terdengar nada suara Lisa yang bergetar.
Frans merasa tersentuh menatap wajah Lisa, entah sejak kapan yang jelas dia menyukai senyum dan sifat takut dan grogi gadis itu, seakan dia mendapatkan mainan baru dirumah nya yang biasa sepi karena hanya dia seorang yang menempati. sementara para pelayan lebih sering menghabiskan waktu di paviliun belakang jika pekerjaan mereka telah selesai.
"Minggir aku mau masuk ponselku ketinggalan." bisik Frans ditelinga gadis itu, hingga membuat gadis itu terlonjak kaget dan langsung lari menuju kamarnya sendiri. Frans mengulum senyum Melihat Tingkah Lisa tersebut.
Lisa masuk kekamarnya dan mengunci pintu dari dalam, dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Lisa mondar-mandir di depan pintu kamar sambil sesekali mengintip di jendela melihat kebawah memastikan jika Frans telah pergi menuju kantor nya kembali.
Frans langsung mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas samping ranjang. dan kembali melangkah cepat keluar rumah. hari ini Frans Ingin mengumpulkan informasi mengenai Naura, dengan menghubungi orang-orang yang akan membantu nya mencari keberadaan Naura.
__ADS_1
Semula Frans begitu geram saat mendengar informasi Naura telah dijual di ke Club malam, namun saat memastikan dengan datang langsung ketempat itu, Frans harus menelan kekecewaan. karena Naura telah berhasil kabur dari sana. dan sekarang Club malam itu pun sudah ditutup secara resmi oleh pemerintah setempat.
Sementara diamarnya Lisa langsung memikirkan langkah selanjutnya, sambil tersenyum kesenangan, begitu melihat Frans telah berangkat menuju kantor.
"Bagaimana ini, apa aku kabur saja dari tempat ini. karena melihat sikap tuan Farrel makin hari makin membuat takut." gumam Lisa.
Lisa kembali keluar dari kamar, berusaha untuk memantau keadaan diluar kamar. menyeret koper yang berisi sedikit pakaian, pagi ini gadis itu berniat untuk kabur. Dengan langkah kaki yang twrayun pelan dan hati-hati Lisa berhasil sampai didepan pintu gerbang utama. namun bsat dia berusaha membuka pintu itu sangat susah untuk digerakkan apalagi di buka. seperti sedang dikunci rapat.
"Bagaimana ini, untuk melompat tidak bisa karena pagar rumah ini seakan-akan sudah terkunci rapat. sementara petugas keamanan rumah yang memergoki Lisa yang hendak kabur itu diam saja tidak menghiraukannya. bahkan mereka terlihat mencemoohkan aksi dan tindakan nya.
"Aku mersa dia sengaja mengurungku dan menyuruh tinggal dirumah sebesar ini untuk dijadikan peliharaan nya tidak ..aku harus kabur bagaimana pun caranya."
__ADS_1