
Naura memejamkan matanya, dia tidak sanggup menyaksikan tiga orang laki-laki berhubungan bebas didepan mata kepala nya. menggagahi dua wanita yang berhati baik dan rela membiarkan tubuhnya tersakiti. hanya untuk membantu Naura kali ini.
Naura mengigit bibirnya, memikirkan nasibnya setelah ini. tidak mungkin dia mengutarakan alasan yang sama nantinya.
"Mereka benar-benar biadap dan kejam." teriak Naura dalam hati, dengan air mata yang terus menetes.
"Hey, jangan pejamkan matamu. perhatikan bagaimana cara kerja kedua sahabat mu ini." teriak salah satu laki-laki yang hampir seumuran papanya itu.
Naura tidak mengindahkan ucap laki-laki itu, dia terus memejamkan matanya. sehingga membuat emosinya naik. dan menjambak rambut panjang Naura.
"Sa...sa.... sakiiiitt Om." Naura meringis kesakitan. dia merasa rambutnya seakan tercabut, karena tarikan kasar laki-laki itu.
"Makanya, jangan membangkang. turuti perintah ku." hasilnya sambil melepaskan kasar rambut Naura.
__ADS_1
Naura menutup mulutnya, dengan mata yang dipaksakan untuk melihat perbuatan kotor tersebut. dia benar-benar merasa sangat jijik. hingga ingin rasanya Naura memuntahkan isi perutnya. namun rasa takut melihat kekejaman mereka membuat Naura mau tidak mau harus bisa mengendalikan dirinya.
Lama mereka melakukan perbuatan yang tidak pantas itu, hingga Naura tidak tahu apa-apa lagi karena ikut tertidur disofa. capek menonton siaran live bokep yang diperankan kedua sahabat barunya.
Lama Naura terbangun, saat dia membuka kedua matanya. dia sudah tidak melihat orang-orang yang semalam. yang ada ranjang yang berantakan dengan bekas-bekas sper****" dengan aroma khas. yang membuat Naura mual tidak tertahankan. sambil memegang perutnya Naura berlari menuju wastafel. untuk memuntahkan isi perutnya.
Dion semalam langsung pergi meninggalkan Club, saat salah seorang anak buahnya memberikan informasi. jika mereka melihat gadis yang sangat mirip dengan Naura.
Dion menyuruh anak buahnya untuk menahan gadis itu, namun dia harus menelan kekecewaan kembali. begitu mengetahui jika wanita itu adalah orang yang salah. meskipun memiliki bentuk yang hampir mirip namun dia bukan Naura, melainkan pelayan minimarket yang kebetulan pulang Malam.
Gilang mau tidak mau terpaksa memperkerjakan asisten tambahan, mengingat Dion yang mengambil cuti panjang, sementara pekerjaan nya menumpuk. belum lagi dia harus mengajari lagi sekretaris baru.
Cantika senang melihat perubahan suaminya, yang tidak ada lagi dikelilingi wanita ganjen seper dulu. bahkan dia memperkerjakan asisten dan sekretaris laki-laki yang membantu nya.
__ADS_1
"Bos, maafkan aku. karena belum bisa membantu mu mengurusi pekerjaan Bos yang menumpuk itu.!" terdengar nada penyesalan dari suara Dion saat melakukan panggilan dengan Gilang.
"Tidak masalah Dion, selesaikan dulu masalahmu. karena meskipun kamu memaksakan dirimu untuk bekerja. akan percuma saja jika pikiran mu tidak konsentrasi." ucap Gilang bijak
"Terimakasih Bos." Dion merasa lega mendapatkan dukungan yang penuh dari Gilang.
"Besok aku akan melanjutkan pencarian ku." Dion menghempaskan tubuhnya yang lelah diranjang empuk hotel terbesar itu. tidak butuh waktu lama dia sudah terbang ke alam mimpi.
"Dion seperti melihat Naura, gadis itu menangis dan menggigil ketakutan. melindungi tubuhnya dengan mengatur kedua tangannya.
mas Dion....mas Dion tolong aku mas....hu....hu..."
"Naura." teriak Dion dengan nafas terengah-engah. dia terbangun dari mimpi buruknya.
__ADS_1
"Aku yakin Naura dalam bahaya, tapi aku harus bagaimana untuk menolongnya."