Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Franchise makanan


__ADS_3

Dion memulai usaha franchise makanan, dia menanam kan modal yang lumayan besar. termasuk tabungan dan pesangon dari Gilang, dia sangat optimis bahwa usaha yang akan digeluti nya itu akan menghasilkan keuntungan yang memuaskan.


Dion memperkerjakan beberapa orang pelayan yang siap untuk membantunya, meskipun Naura bersikeras ingin membantu sang suami. namun Dion menolak dengan keras. dua tidak ingin Naura kecapean, dan memegang teguh prinsip nya jika laki-laki yang sudah menikah harus siap menangung beban dan berusaha untuk mencari nafkah untuk anak dan isteri nya. tanpa harus memberatkan Naura.


"Mas bukanya Naura bawel dan ngotot ingin membantu, namun paling tidak selama dirumah Naura sering menghabiskan waktu dengan belajar memasak. Naura ingin mempraktekkan nya." Naura mencoba membujuk Dion.


"Tidak sayang, lihat perutmu sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. sebaiknya kamu fokus untuk senam hamil biar nanti pas kamu melahirkan kamu tidak kesulitan, moga saja kamu juga bisa melaluinya dengan proses normal seperti keinginan mu itu." Dion memberikan pengertian penuh kasih sayang, sehingga Naura bisa menerima alasannya dengan tenang.


Kawasan Restoran yang disewa Dion terletak ditepi jalan yang cukup banyak dilewati orang-orang kantoran, sehingga Dion tertarik dan memilih lokasi tersebut. pagi ini dia sengaja mengajak Naura ikut menata ruang peralatan Restoran sebelum resmi dibuka.


Naura hanya disuruh duduk disofa, sementara Dion dan beberapa orang pelayan sibuk bekerja. termasuk menata beberapa pot bunga disetiap sudut ruangan, agar terlihat indah dan nyaman bagi pengunjung.


Naura berjalan pelan, mengikuti dari belakang saat Dion hendak memeriksa bagian dapur yang terlihat rapi. tangan Naura tersa gatal ingin ikut membantu dan memasak didapur tersebut, untuk menyalurkan hobi barunya itu.

__ADS_1


"Sayang kamu kok ikutan kedapur sih ?" tanya Dion begitu mengetahui kedatangan Naura dibelakangnya.


"Ngak papa kok mas, aku juga pengen tahu seperti apa dapur Restoran baru suamiku." ujar Naura seraya tersenyum membalas kecemasan wajah suaminya yang semakin hari, semakin overprotektif terhadapnya.


"Ya udah jika pengen melihat mas didapur harus ada syarat nya. " Dion mengangkat jari telunjuknya keatas.


"Ki pakai syarat segala sih mas, tapi baiklah Naura akan terima apapun syaratnya." memonyongkan bibirnya, sehingga terlihat begitu Imut dipandangan mata Dion.


"Silahkan duduk istriku tersayang." ucapan dion itu membuat wajah Naura bersemu merah, ditambah lagi tatapan para pelayan yang menggelengkan kepalanya sambil ikut tersenyum senang.


"Sosweeat." ucap mereka serempak, yang langsung dibalas dengan senyuman oleh Dion.


Cukup lama Dion dan pelayanannya membersihkan dan menata Restoran tersebut, sehingga terlihat rapi dan bersih. melihat istrinya yang menguap sambil berusaha menahan kantuk nya memperhatikan mereka bekerja. Dion pun berjalan mendekati Naura.

__ADS_1


"Sayang kamu ngantuk ya ?"


"Ngak mas." balas Naura mencoba membulat kan bola mata indah nya.


"Tapi dari tadi mas perhatikan kamu nguap terus."


"Eh iya mas dikit." ucap Naura tersenyum malu.


"Sayang ruangan bagian samping itu adalah ruangan kerjanya, kita kesana ya dan kamu bisa merebahkan tubuhmu yang lelah pada sofa panjang yang terdapat disana." Dion mengulurkan tangan ingin membimbingnya berjalan menuju ruangan kerja yang berukuran tidak terlalu besar.


Naura hanya menurut, tidak butuh waktu lama diapun sudah tertidur dipangkuan Dion. melihat Naura yang sudah tertidur pulas, perlahan Dion merebahkan kepala Naura pada bantalan sofa. dan menyelimuti dengan jacketnya.


Dion mencium kening Naura sekilas, dan kembali keluar untuk bmembahas langkah-langkah mereka kedepannya untuk kemajuan Restoran yang rencana Aa resmi dibuka Dion dua hari kedepan.

__ADS_1


__ADS_2