
Tanpa tersa Bis yang membawa Naura telah sampai dikota besar, yang merupakan tempat yang Baru dan masih terasa asing bagi Naura, tingkah laku Naura tersebut menarik perhatian, seorang mafia penjual gadis-gadis yang berpenampilan lugu. terutama yang masih baru dan berasal dari kampung. makanya mereka lebih suka beraksi di terminal bus.
"Neng mau kemana.?" seorang wanita paruh baya mendekati Naura yang terlihat masih kebingungan.
"Aku mau,, ? Naura kebingungan dan berfikir harus kemana dulu.
Perempuan itu mengulum senyum memperhatikan tingkah Naura,
"Cantik dan terlihat masih lugu, pasti sangat mahal jika aku berhasil menjual gadis remaja ini ." pikir perempuan itu
"Aku mau mencari kontrakan, disekitar sini Bu.?"
"Ooo, aku tahu kontrakan yang aman dan murah untuk gadis secantik neng ini." mulai membujuk Naura.
"Tapi Bu...?" Naura masih terlihat ragu.
"Ibu sudah lama tinggal disini, dan membantu para perantau yang baru datang dari kampung, neng tidak perlu ragu. kita sama-sama perempuan jadi harus saling menolong.!"
"Baiklah Bu." Naura mengikuti langkah kaki perempuan yang membawanya itu, tanpa rasa curiga sedikit pun dihatinya.
__ADS_1
Sebuah mobil hitam langsung berhenti didepan mereka, saat pintu mobil itu terbuka seseorang dari arah belakang langsung membekap mulut Naura dan mendorong tubuhnya hingga jatuh masuk kedalam mobil.
Naura tiba-tiba merasa seperti terbang melayang, dan semua terasa gelap. dia pingsan, senyum dan gelak tawa pecah dari penjahat yang berhasil membawanya pergi.
"Kita berhasil menangkap lalat imut ini dengan begitu mudah, tanpa seorang pun mengetahui dan mencari gadis lugu ini." ucap perempuan itu.
Mobil memasuki sebuah club malam terbesar dikota, Naura dipapah masuk kedua belah tangannya diikat, serta mulut tertutup lacban. dia dimasukkan kedalam sebuah kamar kosong.
Naura terus meronta-ronta, sambil berteriak namun suara tidak keluar, hanya air matanya yang terus membanjiri kedua belah pipinya. menyesali nasib buruk yang terus menimpanya.
"Ini benar-benar barang bagus, aku puas melihat hadil kerjamu kali ini." terdengar ucapan seseorang yang seperti telah menjual dirinya.
"Ya Allah, ternyata aku telah dijebak Ibu tadi. tolong aku.... tolong aku ya Allah." Naura terus berdoa, dan berharap seseorang datang menolongnya.
"Frans kamu dimana sayang tolong aku hu...hu...hu... Frans." teriak Naura.
Dirumahnya, Frans tertunduk lesu, dia begitu terpukul saat mengetahui jika Naura telah pergi, dengan alasan yang tidak masuk akal dipikiran Frans.
"Aku tidak percaya, tidak mungkin Naura pergi hanya gara-gara masalah ini." ucap Frans mengepalkan tangannya emosi.
__ADS_1
"Tapi itu kenyataannya nak, Naura pergi karena tidak sanggup menanggung malu mengingat masalah yang ditimbulkan oleh papanya itu." ayah Frans masih mencoba memberikan pengertian pada putra satu-satunya itu.
Frans pergi pergi begitu saja, mengendarai motor buntut yang dimiliki nya, untuk mengais rezeki di pasar tradisional. Frans menghentikan motornya diatas perbukitan yang terdapat sebuah kayu besar. Frans membuat sebuah rumah pohon disana. yang digunakan nya bersama Naura. untuk bersantai jika mereka berdua berhasil mencuri waktu saat Hendro dan anak buah lengah.
Frans menaiki rumah pohon tersebut, sambil membawa selembar foto kenangan mereka saat masih memakai seragam sekolah. Hati nya terasa perih mengingat Naura pergi begitu saja tanpa memberi tahu nya.
"Naura, kenapa kamu pergi. dengan membawa separuh jiwaku. memang indah semua kenangan yang telah kita lewati. namun berakhir duka. kamu pergi meninggalkan ku. tanpa peduli dengan apa yang aku rasakan.
Naura sayang, aku tidak akan membiarkan mu menanggung dan menghadapi semua ini sendiri, aku akan mencari kemanapun itu. dan aku akan bukti kan pada semua orang, jika aku pantas mendampingi mu, terutama pada kedua orang tua mu. yang selalu memandang rendah kehidupan ku. . tanpa mereka peduli perasaan kita berdua."
Frans kembali bersemangat, dia sudah membulatkan tekadnya untuk mencari Naura, Frans kembali pulang mengambil beberapa pakaian dan pamit pada kedua orang tuanya. dengan hanya bermodalkan sedikit tabungan Frans memulai perjalanan menuju kota besar.
"Semoga kamu bisa sukses di rantau orang nak, dan bisa bertemu kembali dengan Naura. ibu ikut sedih melihat mu seperti ini terus." ucap ibu Frans melepas kepergian anaknya.
"Ya Bu, doakan saja aku bisa merubah kehidupan kita nantinya, serta bisa menemukan Naura. menantu ibu" Frans menyalami orang tuanya bergantian.
"Doa kami selalu menyertai mu nak." melambaikan tangan melepaskan bis yang telah membawa Frans.
Dari kejauhan Frans masih menatap kebelakang, sebenarnya dia sedih meninggalkan kedua orang tuanya, namun tekadnya untuk bisa berhasil dan mencari Naura. membuat Frans kembali membulat kan tekadnya.
__ADS_1