Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Kepergian Frans


__ADS_3

"Frans letak perusahaan induk yang sedang mengalami masalah ada diluar kota, apa kamu juga bersedia untuk sementara waktu meninggalkan kota ini." ucap ibu Berliana.


Frans tercekat mendengar permintaan ibu Berliana yang satu ini, mengingat tujuan utamanya datang kekota ini untuk mencari Naura. sementara dia. juga merasa kasian pada wanita paruh baya yang ada dihadapannya itu, yang mendapatkan ketidak Adilan atas kematian anak dan suaminya, serta keserakahan orang-orang yang menginginkan harta kekayaan nya.


Lama Frans terdiam, dia bingung harus bagaimana menentukan pilihan.


"Bu, bukan aku tidak ingin membantu dan menjadi bagian dari keluarga ibu, tapi tujuanku datang kekota ini ingin mencari seseorang yang begitu berarti dalam hidupku. dia adalah Naura. kekasihku yang pergi kekota ini, namun sudah sebulan lebih aku disini. aku belum juga menemukan keberadaan nya." ucap Frans sedih.


"Aku mengerti kegundahanmu nak, masalah itu kamu jangan risau. ibu akan perintahkan orang-orang ibu untuk mencari dan melacak keberadaan Naura." ucap Berliana sambil memperhatikan seksama foto Naura yang sempat diperlihatkan oleh Frans.


"Wanita yang cantik, dan seumuran dengan Putri ku yang telah tiada" gumam Berliana menerawang.


Frans akirnya membulatkan tekadnya, lalu mengangguk mantap menerima tawaran tersebut.


"Kalau begitu, saya permisi pulang dulu dan memberitahukan kepada Paman saya." ucap Frans.

__ADS_1


Malam harinya dirumah Paman,


"Apa keputusanmu itu telah bulat Frans.? tanya Paman, dia ingin meyakinkan kembali keponakannya itu telah mengambil keputusan dengan matang.


"Sudah Paman, mungkin ini juga salah satu cara yang dikirimkan oleh Tuhan, untuk kita bisa merubah kehidupan kita kedepannya."


"Baiklah, Paman hanya bisa berdoa semoga keputusan mu itu yang terbaik." seraya menyeruput kopi hitam buatan Lisa.


Lisa hanya bisa tertunduk sedih, gadis belia itu begitu bahagia selama kehadiran Frans dirumahnya. tapi sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. mendengar keputusan Frans yang akan pergi jauh keluar kota untuk waktu yang tidak ditentukan.


"Lisa, kamu jangan sedih gitu dek. belajarlah dengan benar, setelah kakak berhasil di sana. kakak pasti akan menjemputmu dan Paman, serta bapak dan ibu dikampung." Frans membelai sayang rambut Lisa.


Lisa menganggukkan kepalanya pelan, menahan isakan dan air mata yang seakan ingin tumpah membanjiri kedua belah pipinya.


"Kak Frans, aku mencintaimu. dan akan selalu mencintaimu meskipun itu dalam diam. karena aku sadar bukan aku wanita yang kamu cintai, melainkan perempuan yang bernama Naura itu." mengusap air matanya.

__ADS_1


Paginya, Frans telah siap berangkat menuju rumah ibu Berliana. dia mencium tangan pamanya untuk pamit.


"Semoga kamu sukses disana nak." ucap Paman sedih, memeluk tubuh Frans sambil menepuk-nepuk punggung pelan.


"Aamiin, Paman."


"Lisa kakak pamit ya dek, rajin-rajinlah belajar. agar kedepannya kamu bisa menjadi orang yang sukses."


"Iya kak...hu...hu..." Lisa menghambur memeluk tubuh Frans, dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi.


"Sudahlah nak, biarkan kakakku pergi dan do'akan dia semoga berhasil disana." Paman menarik tubuh Lisa yang masih menangis. mereka berdua melambaikan tangan pada Frans yang juga merasa sedih berpisah dengan keluarga kedua nya itu.


Frans menaiki mobil mewah Bu Berliana yang menjemputnya, dan mengantarkan nya langsung keluar kota tempat tujuan mereka.


"Naura sayang, aku akan terus mencarimu. meskipun tidak secara langsung. semoga kamu masih setia menungguku sayang. semoga saja aku bisa sukses disana. agar orang tuamu tidak memandang rendah dan meremehkan diriku lagi."

__ADS_1


__ADS_2