Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Naura tersadar


__ADS_3

"Tidak.....," Teriakan Dion yang lantang, hampir mengegerkan ruangan sekitar tempat Naura dirawat, dengan nafasnya yang memburu dan ngos-ngosan Dion menghampiri tubuh Naura yang terbaring koma.


"Naura sayang, banguuuunn..." Ucap Dion dengan suara yang begitu pilu dan meluluhkan hati semua orang yang berkumpul, karena kaget mendengar teriakan nya.


"Dion, kamu kenapa nak." Ucap Mama Naura yang ikut terbangun karena kaget dengan suara Dion.


"Naura ma, aku mimpi buruk terus. barusan mimpi itu datang kembali dan benar-benar tersa nyata," Ucap Dion sambil berusaha memeluk Naura.


"Sudahlah nak, itu cuma mimpi buruk mu. sebaiknya sekarang kamu sholat malam dan berdoa untuk kesembuhan istrimu." terang Mama yang juga habis mimpi buruk. namun dia tidak mau berterus terang, karena takut akan menambah panik semua orang.


Dion menyeret tubuhnya yang lemah, dia berwudhu dan sengaja sholat disebelah Naura. selesai sholat Dion memanjatkan doa panjang berharap Naura kembali sadar dari tidur panjangnya.


Selesai sholat dan berdoa, Dion duduk disebelah Naura sambil menatap sayang wajah cantik itu.


"Sayang aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku. karena aku tidak akan pernah sanggup sayang," bisik Dion.

__ADS_1


Sudut mata Naura mengeluarkan cairan bening, hanya itulah bukti jika gadis itu mendengar dan merespons ucapan suaminya. Naura tidak merasa kan sakit apapun lagi ditubuh kecilnya, namun dia tidak bisa untuk bangun dari tidur nya.


"Ya Tuhan, ada apa dengan tubuhku. kenapa sulit sekali bagi ku untuk membuka mata dan Berger." gumam Naura yang masih mencoba untuk sadar.


"Tiiit....tiiit... tiiit," Monitor yang menunjukkan jika jantung Naura masih berdetak, tiba-tiba melemah dan semakin melemah. membuat semua panik, terutama Dion dia benar-benar takut jika mimpi buruknya barusan menjadi Kenyataan.


"Tidak... Naura, kenapa ini ma." Ucap Dion panik dan langsung keluar menuju ruang dokter.


Tidak lama tim dokter masuk dan mengecek kondisi Naura, semua terlihat panik dan meminta semua yang diruangan itu keluar, namun Dion bersikeras dan tidak mau melepaskan tangannya yang masih menggenggam erat tangan sang istri.


Detak jantung Naura terhenti total, semua mata tertuju pada monitor.


"Maaf Tuan, kami sudah berusaha maksimal," Ucap dokter.


" Naura sayang, cepat bangun karena aku tidak ingin mengatakan sesuatu hal buruk tentangmu. ingat anak laki-laki kita, dia sangat membutuhkan ibunya yang wajahnya belum pernah kamu lihat sama sekali." teriak Dion disela-sela tangisnya.

__ADS_1


"Tuan Dion sabar dan ikhlas lah menerima kenyataan ini." Ucap dokter.


"Tidak kalian pasti salah," Ucap Dion. karena dia melihat monitor tiba-tiba kembali normal, hingga membuat semua tim medis itu ternganga melihat keajaiban itu.


Naura perlahan mampu menggerakkan matanya, diikuti oleh anggota tubuh lain secara perlahan, hal pertama yang ingin Naura lihat adalah wajah suami tampan nya itu. dan harapan nya menjadi Kenyataan saat melihat Dion tersenyum tepat dihadapannya.


"Sayaaaaang ku Naura," memeluk erat Naura, seolah-olah separuh hidup Dion kembali.


"Mas Dion suamiku." terdengar suara lembut Naura. perlahan Dion menciumi wajah istrinya, dia tidak bisa berkata-kata lagi untuk meluapkan rasa bahagia nya.


Dion tidak malu bertingkah seperti anak-anak, berlari memanggil kedua orang tua Naura, dan memberi tahukan jika Naura sudah sadar.


"Mama....papa...." Ucap Naura dengan posisi yang masih berbaring.


"Anakku sayang," mereka vsaling berpelukan bahagia.

__ADS_1


(Maaf ya readers tersayang, aku takut kalian cegat ditengah jalan. makanya akan dilanjutkan dengan kisah happy ending kebahagiaan mereka, menjalani kehidupan dengan adanya boy kecil.)


__ADS_2