Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Mencoba kabur


__ADS_3

Sari langsung tersenyum senang, ketika mengintip diluar Club sedang terjadi penggerebekan. bahkan ada polisi yang memaksa masuk dan memeriksa setiap pengunjung.


"Naura, ini kesempatan buat kita kabur. penjagaan diteras belakang sedang lengah. karena ada pemeriksaan obat-obatan terlarang." bisik Sari.


"Okey, kita harus semangat dan kuat sari apapun terjadi. kita berdua harus berhasil kabur." Naura memakai penutup kepala begitupun Sari. mereka mengambil alas tidur sepray, yang akan digunakan sebagai tali alat untuk mereka turun kebawah.


"Hati-hati Naura." bisik Sari, yang juga turun menyusul Naura.


"Yes kita berhasil.!" setelah sampai dibawah, tinggal satu langkah lagi menuju bebes, yaitu pagar tinggi yang menjadi pembatas.


"Kita harus bertindak cepat." Naura menarik tangan Sari untuk berlari menuju pagar.


"Hey...., berhenti kalian berdua. kalian tidak akan bisa kabur dari tempat ini." ucap Fiki yang merupakan kaki tangan Papi. dia juga terkenal kejam.


"Kami mohon tolong bantu dan lepas kan kami kak. " Naura memohon mengatupkan kedua belah tangannya.


Fiki juga melirik kearah Sari, dia juga merasa tidak tega untuk menyakiti Sari yang kesekian kalinya. mengingat Sari sudah beberapa kali mencoba untuk kabur.

__ADS_1


"Sari, apa kamu tidak kapok untuk menerima tubuhmu disakiti lagi. apa kamu sudah lupa dengan rasa pukulanku." hardik Fiki.


"Aku masih ingat semua itu mas, tapi aku tidak mau hidupku terbuang sia-sia bekerja di tempat yang berlumur dosa ini terus. aku ingin bebas dan menjadi Manusia yang berguna. mas Fiki aku tau kamu sebenarnya orang baik. mas tolong bantu aku untuk keluar dan bebas dari sini. percayalah aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mas." Sari menatap bola mata Fiki, seakan mengucapkan kesungguhan nya.


Fiki memalingkan wajahnya, dia berusaha untuk tidak termakan omongan dan bujuk rayu Sari dan Naura, namun semakin dia berusaha. dorongan dalam hatinya semakin kuat untuk membebaskan dua wanita yang telah menjadi korban penjualan dan bisnis haram itu.


"Cepat tinggalkan tempat ini, sebelum kesabaran ku habis, atau papi mengetahui perbuatan kalian ini." bentak Fiki. dan melemparkan senter kecil keuangan Sari.


"Terimakasih mas Fiki." ucap keduanya berlari meninggalkan Fiki. sambil membawa sebuah senter kecil. karena pintu belakang ini terdapat hutan yang luas dan sebuah sungai agar mereka bisa mencapai jalan raya.


Sari memantu Naura yang kesusahan memanjat gerbang, sementara Fiki memantau dan merusak cctv belakang. agar pergerakan keduanya tidak diketahui. Fiki kembali ketempat semula saat anak buahnya yang lain sedang menuju kearahnya.


"Gawat Bos, papi tengah marah besar. setelah Club kita digerebek, dia meminta mas Fiki segera menghadap sekarang." ucap anak buah Fiki.


Belum sempat Fiki menuju kedalam, tamparan keras melayang di pipi Fiki.


"Dadar tidak becus kalian semua, dua gadis itu ternyata berhasil kabur dari disini. apa saja kerja kalian diteras belakang ini. sehingga kali kalian bisa kecolongan." bentak papi penuh kemarahan. mengingat malam ini Naura harus melayani tamu yang telah membayar mahal tubuh nya.

__ADS_1


"Ma...maaf Bos, kami ikut diperiksa sewaktu pengrebekan itu. sehingga mereka memiliki kesempatan untuk kabur." terang Fiki.


"Cepat kalian menyebar, pakai anjing pelacak. temukan dua gadis itu hidup atau mati." Papi tidak mampu lagi menahan kemarahannya.


Sementara dari dan Naura, terus berpegangan tangan menerobos kegelapan malam, dengan hanya bermodalkan sebuah senter kecil yang hanya memberikan penerangan seadanya.


"Naura, aku sudah tidak kuat lagi." Sari sudah kelelahan, sebelah kakinya masuk kedalam lumpur.


"Jangan menyerang Sari, aku menyayangimu dan tidak ingin kamu terus menjadi budak mereka." bujuk Naura sambil berusaha untuk memberikan membantu Sari.


"Sari semangat lah dek, lihatlah kebelakang, mereka sudah hampir mendekat. mereka membawa anjing pelacak. apa kamu mau tubuh kita ini menjadi santapan anjing mereka."


Sari bangkit, mereka kembali lari dengan kondisi tubuh sudah kotor penuh lumpur. mereka terhenti melihat aliran sungai yang mengalir begitu deras. tanpa pikir panjang lagi Naura menarik tangan Sari.


"Byuuuuurrrr brrruurggghh.......,, tubuh mereka dihempas dan diseret aliran sungai yang begitu deras.


"Sari tetaplah berusaha untuk memegang tanganku,"

__ADS_1


teriak Naura, namun tidak ada jawaban dari Sari. hingga Naura juga tidak ingat apa-apa lagi ketika merasa tubuhnya seperti dihantam sesuatu benda yang keras. semua terlihat gelap seperti menyatu dengan kegelapan malam yang begitu dingin.


__ADS_2