Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Memikirkan cara untuk kabur


__ADS_3

Naura terus memijit pelipisnya, entah kenapa beberapa hari terakhir ini dia sering sekali merasakan pusing dan mual. bahkan sering kali Naura tidak tahan bila mencium aroma tertentu. serta selera makannya yang bertambah. dan menginginkan makanan tertentu.


"Kenapa dengan kondisi tubuhku sekarang, selama ini aku tidak pernah menggidap penyakit Apapun. tapi aku merasakan perubahan ini benar-benar nyata. atau jangan-jangan aku.....tidak...tidak mungkin."


Naura refleks memegangi perutnya yang datar itu, sambil mengingat kembali terakhir dia datang tamu bulanan nya. ternyata dia sudah telat satu Minggu. Naura menutup mulutnya dengan air mata yang tiba-tiba kembali menetes dikedua pipinya. membayangkan hasilnya kedepan jika dia benar-benar hamil.


"Aku harus bagaimana, membesarkan anak ini sendirian. sementara aku masih terjebak di dalam tempat terkutuk ini."


Naura mengusap air matanya, ketika mendengar langkah kaki mendekati pintu kamar tidurnya. dia mulai cemas jika yang datang itu. adalah laki-laki kemaren yang Ingin membelinya.


Senyum mengembang disudut bibirnya, ketika mengetahui jika orang yang datang itu ternyata Sari.


"Naura bagaimana kondisimu, aku dengar kamu sering pusing dan mual." ucap sari duduk disebelah Naura.

__ADS_1


"Sari aku ingin berkata jujur padamu, tentang masalah yaku alami. sehingga mengantarkanaku pada kota ini." ucap Naura. berharap sari bisa membantunya, keluar dari masalah.


"Katakanlah, karena Mulai sekarang. anggaplah aku sebagai saudara perempuan mu."


Naura lega mendengarnya, dan mulai menceritakan perjalanan pahit kisah hidupnya. sampai Pertemuannya dengan Dion.


Sari tertegun, dia tidak menyangka jika kedua orang tua kandung Naura begitu tega. meskipun sari dijual ketempat penuh dosa ini. namunitu bukan perbuatan orang tua kandungnya Melainkan ibu tirinya. yang serakah dan haus uang dan materi.


"Kasihan sekali kamu Naura." Sari membawa Naura kepelukanya.


"Tapi bagaimana caranya.?" tanya Naura.


"Aku mendapatkan info, bakal ada polisi yang akan masuk kesini untuk menyelidiki bisnis Papi. mungkin dengan bantuannya kamu bisa keluar dari tempat ini" ucap sari

__ADS_1


"Benar sari, aku sangat bahagia dan senang sekali mendengarnya. tapi aku juga berharap kamu bisa ikut keluar dari tempat ini. aku ingin kamu menjalani kehidupan yang normal. diusiamu yang masih tergolong remaja" ucap Naura.


"Iya, aku ingin sekali bebas. tapi apa kamu yakin kita bisa selamat setelah ini. karena mereka punya banyak jaringan."


"Dari yang penting kita harus berusaha, jika tidak apa kamu mau jadi budak nafsu mereka. dan mengorbankan kehidupan ditempat kotor dan hina ini."


Sari terdiam, nampak gadis itu perang batin dengan perasaannya sendiri. Naura masih menunggu dan menatap lekat wajah gadis manis itu. berharap sari juga memiliki semangat yang sama dengan nya untuk kabur dan meninggalkan tempat itu.


"Ya aku mau ikut kamu kak Naura, kita akan sama-sama pergi meninggalkan tempat ini." Sari tiba-tiba bersemangat dan mengangguk mantap. mereka berdua berpelukan layaknya saudara.


"Kak Naura, malam ini kita harus memikirkan cara untuk kabur, karena malam ini batas terakhir kakak untuk menolak tamu, karena malam besok laki-laki yang kemaren malam. pasti akan balik lagi ke tempat ini." bisik Sari.


"Okey aku setuju."

__ADS_1


Naura dan Sari, menutup pintu kamar dan mengunci nya rapat. mereka berdua berjalan mondar-mandir memikirkan ide, sambil sesekali melihat kebawah. berharap penjagaan di halaman belakang lengah.


__ADS_2