Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Keputusan Sari


__ADS_3

Sari menjalani hari-hari yang tersa sangat sulit, semakin hari perasaan yang semula dia pikir hanya sekedar perasaan kagum saja berubah menjadi rasa suka, rindu bahkan ingin merasakan sentuhan Dion.


"Kenapa dengan ku sekarang, tidak....tidak.... perasaan ini tidak boleh aku simpan, ini salah...aku tidak boleh jatuh cinta pada mas Dion. aku tidak akan mengkhianati kak Naura. mereka sudah seperti keluarga ku sendiri. tapi aku harus bagaimana? tidak mungkin bagiku untuk terus tinggal dirumah ini. karena semakin sering bertemu dengan mas Dion. rasa ini begitu kuat. aku takut akan bertambah besar? aku harus pergi dari rumah ini sejauh mungkin."


Sari menatap Naura yang sedang bermain dengan Rasya, mereka terlihat bahagia dan saling menyayangi. terbersit rasa sedih yang mendalam di hati Sari mengingat selama ini dia dan Rasya begitu dekat. namun sekarang sudah ada Naura yang memberikannya kasih sayang yang full. sehingga posisinya di hati Rasya lambat Laun sudah tergantikan, oleh Naura ibu kandungnya sendiri.


"Rasya sayang, kamu terlihat sudah bahagia bersama Bundamu. sehingga kamu tidak mencintainya! butuhkan ku lagi...ingat nak Tante sangat menyayangi mu.. sampai kapanpun." tanpa sadar Sari menitikkan air matanya.


"Sari kamu menangis dek?" Naura berjalan mendekati Sari.


"Ngak kak, aku cuma terharu melihat kakak bermain dengan Rasya." Ucap dari terbata-bata segera mengusap air matanya.


"Sari, Rasya itu anak kita berdua. bagaimana pun kamu sudah merawat nya dengan sangat baik selama ini. aku sangat berterima kasih sekali padamu Sari." Ucap Naura tulus.

__ADS_1


"Kak, justru aku yang sangat banyak berhutang Budi kepada kak Naura dan mas Dion. aku tidak bisa membalas kebaikan kalian berdua. aku hanya bisa membantu merawat Rasya dengan ikhlas dan penuh kasih sayang," Ucap Sari.


"Sari adikku." Naura membawa Sari kedalam pelukannya.


"Kak apa boleh aku pergi." Ucap Sari sambil memejamkan matanya mencoba mengumpulkan kekuatan untuk pergi jauh. agar perasaan nya pada Dion mampu dia lupakan.


"Pergi, kenapa dek? apa pemberian kakak kurang, atau kamu butuh sesuatu.?"


Naura merenggangkan pelukannya, menatap bola mata Sari untuk mencari kesungguhan dari Ucap gadis dihadapannya itu.


Dion yang baru pulang kerja langsung tercekat, dia tidak menyangka permintaan Sari yang tersa begitu tiba-tiba.


"Sari apa kamu yakin ingin bekerja.?" Tanya Dion.

__ADS_1


"Benar mas." menunduk malu bercampur grogi, Sari benar-benar tidak mampu membalas tatapan mata Dion yang akan membuatnya terus berdebar-debar tak menentu.


"Okey, jika keputusan mu ini sudah bulat. aku akan merekomendasikan pada bos Gilang. kebetulan perusahaan nya tengah membuka anak perusahaan yang baru tapi diluar negeri Sari." Ucap Dion.


"Sari mau banget mas.?" Ucap nya antusias.


"Apa kamu siap untuk pergi ke Belanda dalam waktu yang lama?" Tanya Naura.


"Siap banget kak." jawab Sari mantap.


Naura menghirup nafas panjang, dan mengembuskan napasnya perlahan.


"Baiklah, besok aku akan segera merekomendasikan mu Sari." Ucap Gilang setelah melihat kesungguhan Sari.

__ADS_1


"Terimakasih mas," Ucap Sari dengan mata berbinar-binar bahagia.


"Mungkin ini jalan terbaik yang dikirimkan oleh Tuhan, aku akan menetap disana mengembangkan karir ku. mudah-mudahan Tuhan akan mengirimkan jodoh yang tepat untuk ku kelak." gumam Sari penuh pengharapan.


__ADS_2