
"Lisa kamu apa-apaan sih.!" Frans menutupi bagian bawahnya dengan tangan.
"Kak Frans jangan lama-lama, aku tunggu diluar ya." goda lusa tersenyum manja.
"Iya...iya." Frans menutup pintu kamar, takut Lisa kembali masuk.
Lisa menatap Frans yang mendekat kearahnya, dengan wajah bahagia. senyum mengembang disudut bibirnya. melihat Frans yang sangat tampan. meskipun hanya mengunakan pakaian sederhana.
"Ao cepat Lisa, katanya kamu takut telat." ucap Frans saat melihat Lisa yang masih berdiri mematung menatap nya.
"I...iya kak." ucap gadis itu tergagap. dan langsung berlari menyeimbangi langkah kaki Frans yang panjang.
Selama dalam perjalanan, Lisa sangat bawel, dia selalu berceloteh ini dan itu. tapi tidak dengan Frans. pikiran nya selalu tertuju dan teringat hanya pada satu gadis yang telah menyita seluruh jiwanya yaitu Naura.
"Turunlah Lisa, kita sudah sampai." ucap Frans, karena Lisa masih duduk manis disebelahnya.
"Kak bukain pintunya dong.!" ucapnya manja khas anak yang beranjak remaja.
__ADS_1
"Kamu bisa kan buka pintunya sendiri.?"
"Ngak kak, kayaknya pintu sebelah ini macet deh." Lisa pura-pura kesususahan membuka pintu mobil angkot disebelahnya itu.
"Ya sudah, biar kakak bukaain."
Frans mendekatkan tubuhnya, dan sebelah tangannya membuka pintu. namun tiba-tiba Lisa langsung mencium pipinya. saat posisi wajah mereka yang sangat dekat.
Frans langsung tercekat, saat mendapatkan serangan tiba-tiba dari Lisa, dia tidak menyangka jika Lisa akan berbuat seperti itu. karena wanita pertama yang pernah mencium Frans hanya Naura seorang. tapi Lisa telah merampas ciuman keduanya.
"Lisa kamu apa-apaan sih, main nyosor aja." Frans menyeka pipinya bekas ciuman Lisa dengan tissue.
"Habis kak Frans ganteng banget gitu loh." dengan wajah ceria, dia keluar dari mobil
"Da....da...da...kakak tampan ku." Lisa melambaikan tangannya.
Frans menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak mengambil pusing lagi melakukan Lisa. sambil bergumam pelan Frans melajukan kembali angkotnya pulang.
__ADS_1
"Dasar ABG labil." gumam nya pelan
Hari ini Dion, kembali melanjutkan pencariannya, melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan yang jelas. yang terpenting dihatinya menemukan Naura. Dion juga terus memantau perkembangan pencarian gadis itu melalui orang-orang suruhan.
Malam ini Dion sengaja mengunjungi sebuah Club malam, berharap bisa sedikit melupakan beban pikiran nya. dengan meminum minuman keras. satu hal yang jarang sekali dilakukan Dion.
Dion terlihat sangat kacau, dia sengaja memesan ruangan khusus untuk dirinya sendiri. dan mulai meneguk minuman sedikit demi sedikit. sambil sesekali mengedarkan pandangannya. berharap bisa melihat sosok Naura. meskipun mustahil bagi Dion Naura bakal memasuki Club malam tersebut. Dion mengusap layar monitor ponselnya. lalu memperhatikan foto Naura yang didapatkan Dion. yang dikirimkan Mama gadis itu, sebagai media untuk membantu mencari sang putri.
Sari yang baru akan memulai pekerjaannya, menghentikan langkah dan berbalik menatap Dion.
"Laki-laki itu terlihat sedang terluka dan sedih, malam ini aku lagi tidak mood melayani tamu. mungkin dengan mengajak ngobrol dan menemani minum laki-laki itu, aku masih bisa mendapatkan uang dari tips yang diberikannya nanti." gumam Sari
"Malam Om, boleh aku temani nggak.?" sapa sari lembut
Dion tidak mengabaikan kedatangan sari, sambil tetap fokus melihat foto Naura yang tersenyum manis. Sari memutar tubuhnya hendak meninggalkan Dion, namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok wajah cantik Naura di layar ponsel Dion.
"Sepertinya itu foto kak Naura, apa laki-laki ini kekasihnya yang sedang mencari keberadaan nya. dia terlihat begitu frustasi dan kehilangan." bathin Sari.
__ADS_1
"Sari cepat kesini" , ucap lara teman seprofesinya
"Ada apa sih Ra.?" saat mereka sudah diluar ruangan yang berbeda.