Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Mimpi Frans


__ADS_3

"Frans tolong aku.....,, Frans hu...hu..." Naura tertunduk sambil terus menangis.


"Naura sayang...." ucap Frans, yang langsung terlonjak kaget, terbangun dari tidurnya dalam Bis yang membawanya.


"Syukurlah, ternyata aku hanya mimpi buruk. namun mimpi itu terasa begitu nyata. aku melihat Naura begitu ketakutan dan menangis. mudah-mudahan saja ini bukan pertanda buruk yang akan menimpanya. aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika hidup tanpamu. aku merasa separuh jiwaku ikut pergi Naura" Frans menatap jauh keluar jendela kaca. semenjak terbangun dari mimpi buruk itu, Frans mulai gelisah, dia tidak mampu memejamkan matanya kembali.


Tanpa terasa, Bis yang membawa Frans sudah sampai di terminal. Frans melangkah turun, sambil mengedarkan pandangannya melihat kesibukan para pemudik. Frans menatap selembar kertas yang berisikan alamat sang Paman. anggota keluarga satu-satunya yang dimiliki Frans dikota Besar ini.


Frans menaiki angkot menuju rumah sang Paman. tempat yang pernah dikunjungi nya sau kali. saat dia masih sekolah SMP, dia datang bersama ibu untuk melayat istri pamanya yang telah meninggal. namun Frans masih mengingat letak rumah pamanya. meskipun itu sudah lama berlalu.


Frans mengedarkan pandangannya, melihat suasana diluar rumah yang terlihat sederhana itu. tangan nya terangkat mulai mengetuk pintu.


"Tokc.... tock...,, assalamualaikum..." ucap Frans


"Waalaikumsalam," terdengar suara jawaban, seorang wanita dari dalam yang diyakini Frans jika itu suara Lisa. Putri tunggal pamanya.

__ADS_1


"Ceklek... pintu terbuka lebar, nampak gadis remaja sedang berdiri menatap kaget kearah Frans.


"Kak Frans." ucap Lisa begitu semangat dan langsung bergelayut kesenangan menyambut kedatangan saudara sepupunya itu.


"Lisa, ternyata kamu sudah besar ya dek." menatap gemas Lisa.


"Ayo masuk kak, datang kesini kok ngak bilang-bilang dulu. biar ayah atau Lisa bisa jemput kak Frans ke terminal.!" ucap Lisa


"Ngak usah deh, nanti malah ngerepotin kamu, Paman mana dek.?" suasana rumah terlihat sepi.


"Ayah masih narik angkot kalau jam segini kak." Lisa berjalan menuju dapur, membuat kan Frans teh hangat, dan menyuguhkan pada Frans serta makanan ringan juga.


Lisa menatap lekat wajah Frans yang sangat tampan, meskipun dari kampung. tapi ketampanan yang dimiliki Frans tidak kalah dengan pria kota. bahkan banyak orang-orang mengatakan jika Frans itu sangat mirip artis indo. tidak sedikit gadis yang terpikat oleh pesonanya. termasuk Lisa yang sudah lama memendam perasaannya.


Lisa sangat bahagia sekali, melihat kedatangan Frans yang terasa begitu tiba-tiba. namun dia sadar Frans selama ini menganggap nya adik sepupunya sendiri. padahal hubungan keluarga mereka terjalin. karena ayahnya merupakan adik tiri dari ibu Frans.

__ADS_1


"Lisa kamu kok bengong gitu." goda Frans saat melihat Lisa terus memandangi wajahnya.


"Oh...a...aku...aku cuma ngak nyangka aja kakak datang kesini." Lisa gugup dan kebingungan. serta perasaan malu karena Frans berhasil menangkap basahnya yang sedang menatap kagum wajah Frans itu.


"Emang kakak nggak boleh ya kesini.?"


"Bole...boleh banget malah kak." spontan tangan Lisa memegangi tangan Frans yang kekar.


Sebuah angkot berhenti dihalaman rumah yang sempit itu, nampak Paman dengan wajah lelahnya turun. Frans berdiri berjalan menuju pintu.


"Frans, kamu kak ini nak.?" ucap Paman senang.


Frans menyalami pamanya. " iya ini aku Paman."


"Ngak nyangka kamu tumbuh dan sudah dewasa seperti ini.!

__ADS_1


Frans tersenyum menanggapi ucapan pamanya, lama mereka ngobrol diteras rumah itu. Frans juga mengutarakan keinginannya untuk mencari pekerjaan di kota besar itu.


"Baiklah Frans, besok Paman akan bantu kamu untuk mendapatkan pekerjaan. sekarang kita makan dulu." ucap Paman saat melihat Lisa sudah sibuk menata makanan dimeja.


__ADS_2