
Naura mencoba membuka mata, dan mengeceknya perlahan. ketika merasakan silau terpaan matahari langsung mengenai mata nya. dia berusaha untuk bangun dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat. yang terdapat pasir putih,dan bentangan ilalang luas disekitarnya.
"Sari....dimana Sari.??" Naura tersadar tentang sahabat barunya. mereka bertaruh nyawa untuk kabur dari tempat terkutuk itu.
"Sari kamu dimana.?" teriak Naura sambil berusaha untuk menyeret langkah kakinya. karena kaki sebelah kiri Naura sakit untuk dipinjamkan. dia sempat terkilir sewaktu menarik tubuh Sari dari lumpur.
Naura terus berjalan dan berteriak memangil nama Sari, sambil sesekali berhenti menatap aliran sungai yang telah menghempaskan tubuhnya kepingir pasir putih itu.
"To....tol...tolong....aku." Sari mencoba untuk bangkit. namun sebatang pohon pisang yang terbawa arus sungai menimpa tubuhnya yang lemah.
Naura mempertajam pendengarannya, sambil berjalan pelan kearah datangnya suara.
"Itu pasti Sari." pikirnya tersenyum senang.
"Sari...Sari kamu dimana dek." teriak Naura
"Kak Naura, aku disini kak." balas Sari sambil berusaha untuk menyingkirkan pohon pisang yang menghimpit tubuhnya. namun karena tenaganya yang lemah. Sari hanya mampu menggeser sedikit.
"Astaga, Sari kasihan sekali kamu dek." teriak Naura antara panik dan sok melihat kondisi Sari. Dengan sigap Naura segera menyingkirkan pohon tersebut. mengunakan sisa-sisa tenaga mereka berdua. setelah berhasil mereka langsung berpelukan hangat sambil menangis.
"Alhamdulillah, akirnya kita berdua bisa selamat dek." ucap Naura disela-sela tangisnya.
__ADS_1
"Kak Naura, kita harus meninggalkan tempat ini segera, aku takut mereka akan menemukan kita disini." ucap Sari mulai berdiri dan sambil mengibas- ngibas tubuhnya yang penuh pasir.
Meskipun tubuhnya lemah, Sari tetap berusaha membantu Naura. mereka melanjutkan perjalanan. berharap segera sampai dan keluar dari tempat itu. capek berjalan. mereka berhenti disebuah pondok kosong. dan memakan hasil kebun yang terdapat disana.
"Sari kita terpaksa melakukan ini, jika tidak. kita tidak akan bisa bertahan hidup. dan tidak memiliki tenaga yang cukup, untuk bisa keluar dari sini."
"Iya kak." habis makan mereka berdua ketiduran. karena kecapean habis menempuh perjalanan jauh.
Sari terbangun, ketika mendengar suara azan. segera dia membangun kan Naura.
"Astaghfirullah, kak Naura tubuhmu panas sekali." Sari panik sambil menempelkan kembali punggung telapak tangannya ditubuh tertentu Naura.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan, hingga dari kejauhan mereka bisa melihat Kilauan lampu jalan raya. dan mobil yang lalu lalang saling berpacu.
"Alhamdulillah." teriak mereka berdua, saling berpelukan senang. tenaga mereka seakan bertambah saat melihat jalanan dan pengendara motor.
"Ayo kak Naura." ucap Sari
"Iya dek." jawab Naura makin lemah, biasanya sangat panas. namun dia masih berusaha untuk mengayunkan langkah. meskipun sebelah kakinya sangat sakit untuk dilangkahkan.
"Hore...kita sudah sampai di jalan raya kak." teriak Sari sambil berusaha meminta bantuan tumpangan. dan melambai-lambai tangan. namun tidak satupun kendaraan yang berhenti. membantu dan menolong mereka. Sari tertunduk sedih. sambil memperhatikan penampilan mereka yang sangat kacau. Sari merasa tidak jauh beda dengan penampilan orang yang berjalan kaki karena gangguan jiwa.
__ADS_1
Sari memutar tubuhnya, nampak Naura sudah tergeletak tidak berdaya. dia langsung memeluk tubuh yang sudah tidak sadarkan diri tersebut sambil terus menangis.
"Aku harus melakukan cara nekat," bathin Sari
Di mobil nya, Dion sudah beberapa kali hampir bertabrakan dengan pengendara lainnya. karena dia sudah tidak fokus. dan pikiran nya selalu tertuju pada Naura. mencari dan berusaha untuk segera menemukan gadis itu. karena Dion selalu bersimpati tentang Naura yang selalu menangis.
"Aku yakin Naura pasti dalam bahaya dan sangat membutuhkan pertolongan ku." bathin Dion
Tiba-tiba Dion langsung rem mendadak mobilnya, saat dia melihat seperti wanita dengan sengaja menghadang mobilnya. namun bayangan itu kembali menghilang. Dion menyadari seperti telah menabrak tubuh seseorang.
"Tidak mungkin aku menabrak, perasaan ku aku hanya melakukan mobil ini dengan kecepatan sedang." gumam nya sambil berjalan turun dari mobil.
Mata Dion terbelalak, saat melihat dua orang wanita tergeletak tidak berdaya, yang tertelungkup ditepi, dan satunya lagi mengerang kesakitan tepat didepan mobilnya.
"Maaf aku tidak sengaja." ucap Dion mulai panik dan membantu Sari untuk berdiri.
"Tuan Anda harus bertanggung jawab, untuk mengobati kami." ucap Naura." saat melihat keraguan dari wajah Dion. saat memperhatikan penampilan mereka berdua.
"Okey, baiklah." ucap Dion membantu mengangkat dan menidurkan Naura dijok belakang mobilnya. yang diikuti Sari menopang kepala Naura.
Dion tidak mengenali Naura yang masih pingsan, karena penampilan dan rambutnya yang awut-awutan. Dion kembali fokus menyetir dia tidak mau lagi mendapatkan masalah karena tidak fokus dan konsentrasi. mengingat banyaknya kejadian yang dialaminya hari ini.
__ADS_1