Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Keraguan Frans


__ADS_3

Frans, mengusap kasar wajahnya. sambil menatap foto Naura yang tersenyum manis kearahnya.


"Sayang kamu menghilang kemana sih, apa kamu tidak ingat sedikit pun tentang aku yang selalu merindukan dan mengharapkan kehadiranmu. sudah hampir satu bulan aku dikota ini, berharap bisa menemukanmu, tidak satupun informasi tentangmu yang ku peroleh." Frans larurt dalam lamunan ya.


"Tolong....tolong...tolong aku" terdengar suara orang yang sedang kesakitan.


Frans langsung berdiri mendongak, mencari arah Suara. nampak seorang wanita tua yang terlihat sudah tidak berdaya mempertahankan tas yang ada dalam pangkuannya. tiga orang laki-laki berbadan besar mengelilinginya mencoba merampas tas tersebut.


Frans berjalan mendekati mereka,


"Hey... berhenti kalian. jangan ganggu wanita yang tidak berdaya itu. apa kalian tidak merasa malu dengan tubuh kekar dan otot yang kalian miliki itu." bebtak Frans.


"Siapa kamu, jangan ikut campur urusan kami." salah satu dari mereka menghadang Frans.


"Kalian tidak perlu tahu aku siapa, yang jelas kelakuan kalian terhadap wanita tidak berdaya itu, sungguh keterlaluan."


"Banyak omong kamu." Ketiga nya langsung menghadang Frans, dengan jurusan andalannya masing-masing. dengan mudah Frans berhasil menghindar serangan mereka. bahkan ketua komplotan itu langsung meringis memegangi mulutnya yang mengeluarkan darah segar. akibat pukulan keras yang dilayangkan oleh Frans.


"Aduuuuuh, sialan." teriak satu lagi sambil memegangi perutnya. akibat hantaman keras.


"Ampun mas, jangan pukul kami lagi." ketiga nya langsung minta ampun dengan kondisi yang sudah babak belur. dan lari meninggalkan Frans dan ibu yang ketakutan sambil memeluk tasnya.


"Ibu ngak papa.?" tanya Frans dengan senyum ramahnya.


"Ngak papa Kok nak, syukurlah kamu menolong ibu tepat waktu. jika tidak mereka akan berhasil merampas tas ini, ibu tidak mempermasalahkan jika uang ibu yang mereka ambil. tapi ibu takut jika mereka juga mengambil cicin berlian peninggalan suami ibu ini." ibu itu memperlihatkan kotak kecil pada Frans yang disimpan dalam tas tersebut.

__ADS_1


"Ibu mau kemana, biar saya antarkan. bahaya jika ibu sendiri ditempat ini."


"Ibu habis dari pemakaman disana, karena sopir ibu suruh pergi makan siang. jadi ibu jalan keluar sendiri dari kompleks pemakaman. sampai disini ibu dihadang tiga preman tersebut."


Tidak lama, sebuah mobil mewah keluaran terbaru berganti didepan mereka. seorang yang berpakaian sopir keluar.


"Maaf Nyon lama menunggu.!"


"Tidak apa," jawab ibu itu yang terlihat bersikap lembut dan baik.


"Oya nak siapa namamu.?" melirik kearah Frans.


"Namaku Frans, tinggal tidak jauh dari sini." jawab Frans.


"Terimalah ininak, sebagai ucapan terimakasihku." memberikan uang dalam jumlah banyak.


"Aku tahu kamu iklas dan anak yang baik, kalau begitu aku akan tinggalkan kartu nama ini saja. kalau kamu perlu sesuatu bisa hubungi No ponsel ini. " menyerahkan kartu nama ke tangan Frans.


"Baiklah Bu." Frans menerima kartu nama tersebut.


Frans kembali berjalan pulang kerumah Paman, mengingat hari ini dia kembali gagal mencari dan mendapatkan pekerjaan. pikiran Frans tidak pernah fokus, dan sering melamun memikirkan Naura. dan mencari gadis cantik itu.


"Pipi kakak kenapa.?" teriak Lisa yang panik melihat pipi sebelah kanan Frans yang lebam bekas pukulan.


"Tidak papa Lisa."

__ADS_1


"Tidak papa kok lebam gini Frans." ucap Paman khawatir.


Frans menceritakan kejadian siang tadi, dimana dia menolong ibu tersebut.


"Paman bukannya melarang kamu menolong orang nak, tapi dikota Besar ini sangat berbahaya. kamu harus hati-hati." nasehat Paman


"Iya Paman."


Seminggu berlalu, semenjak kejadian itu. Frans belum mendapatkan pekerjaan juga. meskipun Lisa dan Paman tidak keberatan sama sekali tentang kehadirannya di rumah itu, tapi Frans tetap tidak enak hati. serta tekadnya untuk mengubah nasip keluarga nya kembali bergelora, jika teringat penghinaan keluarga Hendro dan orang-orang yang memandangnya sebagai anak buruh dan pekerja di pasar tradisional.


Frans membolak-balik kartu nama yang masih dipegangnya. dia ragu untuk menghubungi ibu tersebut, Frans merasa tidak enak hati. meminta pekerjaan pada wanita yang pernah ditolongnya itu.


Tanpa sadar, Frans menekan No tersebut di ponselnya. dan terdengar suara sahutan dari seorang wanita.


Frans terdiam, dia bingung harus mengutarakan apa.?


"Hallo siapa ini.?" ucap wanita itu.


"Ha... hallo, aku Frans."


"Frans.?" ibu itu terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil mengingat-ingat sesuatu.


"Ooo, Frans. pemuda yang pernah nolongin ibu waktu itu ya."


"Iya Bu."

__ADS_1


"Ada apa ya Frans.? atau kamu butuh sesuatu. datang saja ke alamat rumah ibu."


"I...iya Bu. besok pagi aku Akan datang kerumah ibu."


__ADS_2