Need A Bride

Need A Bride
Ch. 25. Pangeran Datang


__ADS_3

Bab. 25


Ini kali pertanyaan Yuan dihukum seperti ini. Padahal jika dipikir, ini bukan murni salahnya. Om guru itulah yang menjadi penyebab utamanya. Namun, justru kesalahan dilimpahkan kepadanya semua dan lebih parahnya, om guru itu yang memberi hukuman tidak manusiawi menurut Yuan.


Betapa tidak. Langit tampak biru bersih tanpa adanya awan putih yang ngerumpi di atas sana. Mereka saja enggan untuk berada di bawah teriknya matahari, apa lagi dirinya yang selama ini selalu bersembunyi dari balik jaket atau sweater yang sering Yuan pakai.


"Aahh ... sial banget sih hidup gue akhir-akhir ini," keluh Yuan yang masih bersandar di bawah tiang bendera.


Bodo amat nanti om guru itu marah-marah kepadanya. Yang penting kan dirinya berjemur di bawah sinar matahari langsung. Walaupun tidak berdiri, seperti apa yang sudah diperintahkan tadi.


Beberapa kali Yuan memainkan rumput yang tumbuh di sela-sela paving. Bosan juga sendirian seperti ini. Mau mangkir dari hukuman pun juga tidak mungkin.


"Mana jam istirahat masih lama, juga!" kesal Yuan. "Awas aja itu om om. Nggak bakalan gue bukain pintu. Kalau perlu rumah gue kunci sekalian." lanjutnya dengan nada yang semakin geram.

__ADS_1


Di saat Yuan merutuki pria itu di dalam hati, tiba-tiba saja kepalanya terasa dingin. Membuat gadis berusia delapan belas tahun lebih beberapa bulan tersebut mendongak ke atas.


"Tumbenan lo di hukum?" tanya seorang cowok dengan paras yang begitu tampan.


Menatap heran ke arah Yuan. Cowok itu menempelkan minuman botolan dingin ke kepala Yuan. Membuat mata Yuan berbinar senang ketika melihat cowok tersebut.


"Memang, julukan itu pantas sekali bersemat di depan namamu, wahai pangeran dari segala pangeran!" seru Yuan yang langsung memeluk kaki cowok itu.


Membuat cowok itu menggerakkan kakinya. Risih dan juga malu. Di tambah lagi teriakan Yuan barusan mengundang beberapa siswa yang lewat hingga menatap ke arah mereka.


"Nggak mau! Lo penyelamat gue, Pangeran Richard. Terimalah ungkapan terimakasih hamba pada anda, Pangeran," ucap Yuan dengan nada yang dibuat semenggelikan mungkin. Membuat Richard benar-benar malu kali ini berada di dekat cewek cantik seperti Yuan.


Sementara Richard menahan geramnya. "Kalau nggak segera dilepas, gue cium lo di sini!" ancam Richard sembari menaikkan alisnya juga tersenyum jahil ke arah Yuan.

__ADS_1


Yuan tersentak kaget dengan ancaman Richard barusan. Langsung saja di detik itu juga Yuan melepas tangannya dari kaki Richard.


"Ogah banget!" ketusnya sembari memukul kaki Richard begitu keras dan mendapat kekehan dari cowok itu. "Enak aja. Mulut gue yang masih suci ini mau lo cium dengan mulut lo yang najis? Ogah banget gue!"


Padahal yang terjadi sebenarnya bibir Yuan sudah tidak suci lagi. Beberapa kali di kala dirinya sedang tidur setelah statusnya berubah, ada seseorang yang katagihan mencuri ciuman dari nya. Tentu, Yuan tidak akan tahu akan hal itu.


"Ya udah sih kalau nggak mau. Nggak usah ngejelekin gue kayak gitu. Awas, benci sama cinta itu tetanggaan loh!" ingat Richard yang kemudian juga ikut duduk di sebelah Yuan.


Yuan menoleh ke samping. "Ngapain lo di sini? Nggak takut gosong? Gue nggak mau di bully ama fans lo, ya!" sewot Yuan.


Hilang sudah sikap manisnya yang dia tunjukkan selama ini kepada Richard, sang wakil ketua osis. Tentu semua sikapnya itu kalau-kalau Yuan sedang membutuhkan bantuan Richard.


"Ini masih jam delapan. Malah bagus untuk kulit," jawab Richard santai. "Lo sendiri tumbenan banget di hukum? Perasaan gue nggak pernah liat lo di hukum deh, dari kelas sepuluh juga. Masalah apa lagi sekarang?" tanya Richard menatap gadis yang saat ini tengah meneguk minuman darinya.

__ADS_1


Maaf, udah nggak up 2 hari. Soalnya Yuta berusaha tamatin si Ketos dulu. Tapi malah nggak tamat²😔


__ADS_2