Need A Bride

Need A Bride
Ch. 65. Mematung Berjamaah


__ADS_3

Bab. 65


Melani sendiri juga tercengang, tidak menyangka dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Itu yang di dekatnya Yuan bukanya Pak Rio, ya?" tanya Melani memastikan lagi. Bahkan gadis itu sampai mengucek matanya, agar tidak salah mengenali orang.


"Dia beneran Pak Rio, Bebeb Melani cayang. Tapi yang jadi masalah, Yuan udah nikah, kan? Terus kenapa sekarang malah sama Pak Rio?" tanya Sila.


Ingat betul Sila ketika Yuan mengatakan kalau dia sudah menikah jauh sebelum dirinya melewati malam yang mengerikan itu.


"Iya juga, ya," sahut Melani manggut-manggut.


"Terus dia selingkuh sama Pak Rio dong namanya?" kaget Sila. Tidak menyangka kalau sahabatnya pinter juga memilih pasangan untuk berselingkuh. "Gila! Hebat banget Yuan pilih pasangan," kagum Sila yang langsung mendapat dorongan di kepalanya dari Melani.


"Jangan asal berasumsi sendiri. Mending tanya anaknya langsung. Siapa tau juga suaminya itu Pak Rio. Dia aja susah banget kan pas ditanya nikah sama siapa?" ingat Melani yang memang Yuan tidak mau mengatakan siapa suaminya. "Kayak lo yang juga nggak jujur sama gue," imbuh Melani.


Wajahnya berubah, merasa di sini hanya dirinya yang tidak pernah membohongi teman-temannya. Sedangkan teman-temannya begitu rapat menyembunyikan sesuatu darinya.

__ADS_1


Sila yang sadar dengan perubahan mimik wajah Melani, lantas memeluk sahabatnya tersebut.


"Bukanya gue nggak mau kasih tau lo, Mel. Tapi emang gue nggak tau siapa itu cowok yang main nanem benihnya di anunya gue. So, jangan samakan gue kayak Yuyukangkang itu," ujar Sila mencari pembenaran untuk dirinya sendiri.


"Ck!" decak Melani.


Kemudian mereka berjalan menghampiri Yuan dan Rio yang juga mulai berjalan menuju aula, tempat mereka wisuda nanti.


Sila dan Melani berusaha untuk mengejar dan mengimbangi langkah kaki Yuan. Mereka dengan sengaja berjalan tepat di belakang Yuan, tanpa gadis itu sadari. Hingga pada akhirnya Sila yang tidak bisa menahan rasa keponya lebih lama lagi, ibu hamil muda tersebut pun menowel tangan Yuan yang bebas menggantung di sebelah tubuhnya.


Sontak, Yuan kaget dan langsung menoleh ke belakang. Pun begitu dengan Rio menoleh ke arah istrinya yang tengah kaget. Rupanya, di belakang mereka ada apa sahabat Yuan.


"Maaf, Pak, boleh saya pinjam Yuan sebentar?" tanya Sila dengan sangat berani. Sampai-sampai Melani yang berdiri di sampingnya pun mencubit lengan ibu hamil tersebut.


"Jangan gila, Sila. Ini bukan waktu yang tepat," bisik Melani dengan nada geram, namun bibirnya menampilkan sebuah senyuman.


Akan tetapi, Sila sudah terlanjur meminta ijin kepada Rio. Bahkan gadis berbadan dua itu masih menatap Rio. Menunggu jawaban dari permintaannya barusan.

__ADS_1


Rio yang sebenarnya tidak rela jika berada jauh dari sang istri, sangat berat sekali memberi ijin. Namun, tiba-tiba saja pria itu mendapat sebuah panggilan di ponselnya. Sehingga mau tidak mau, berat sangat berat, Rio melepas istrinya kepada para sahabat sang istri.


"Kalau begitu saya nitip Yuan pada kalian, ya? Jangan biarkan dia didekatin cowok lain," ucap Rio kepada Sila dan Melani.


"Maaass ...." geram Yuan tertahan sambil mendelik ke arah Rio.


Malu sekali ia dengan cara Rio menitipkan dirinya kepada para sahabatnya sendiri. Seolah ia ini sebuah vas dari keramik, yang tidak boleh sembarang disentuh.


Cup!


"Kepala sekolah nelpon, Yaang. Kamu sama temen-temen kamu dulu, ya. Jangan nakal," ucap Rio setelah mengecup kening Yuan. Lalu pergi berlalu dari sana. Meninggalkan Yuan yang mematung di tempatnya.


Bukan hanya Yuan saja yang mematung, para warga sekolah yang melihatnya pun bahkan lupa bagaimana cara mereka menghirup oksigen yang sangat murah di sekitar mereka.


"Mel ... Mel ... keknya gue mau lahiran sekarang juga," lirih Sila berpegang erat pada lengan Melani. Karena tiba-tiba saja kakinya terasa lemas.


"Ck! Kandungan lo masih dua bulan, kalau lo lupa!" jengah Melani menghadapi temannya yang kelewat absurd ini.

__ADS_1


Gimana gimana Yaang? masih lanjut tak? padahal ini rencana mau kutamatin loh! Terus nyamnung langsung ke ceritanya Sila. Jadi si Sila ini mau Yuta buatin judul sendiri. Yang kemarin minta dijelasin silsilah kenapa Sila bisa seperti itu, nah ... Yuta turuti di judul baru nanti. Tenang aja, Yuan ama Pak Rio masih aku munculin di sana juga kok. Biar makin kalem๐Ÿ˜Œ


__ADS_2