Need A Bride

Need A Bride
Ch. 53. 3 M?


__ADS_3

Bab. 53


Sesampainya di rumah, betapa kesalnya Rio ketika melihat istrinya malah terlelap dengan begitu pulasnya di atas tempat tidur mereka.


Pria itu menggelengkan kepala melihat kelakuan dari Yuan. Sambil melepas kancing kemeja dan juga kancing di pergelangan tangan. Kemudian Rio melempar kemeja tersebut ke sembarang arah sambil melangkah menuju tempat tidur.


Dia ikut bergabung dengan istrinya dengan dada yang terbuka seperti saat ini.


"Untung gue sayang sama lo, coba kalau enggak, udah gue makan sekarang juga. Kalau perlu nggak bisa jalan sekalian," gumam Rio yang kesal dengan suara yang sangat lirih. Belum berniat untuk menggangu Yuan untuk saat ini.


Rio justru menghadap ke arah Yuan dengan menumpu kepalanya menggunakan tangan. Sedangkan tangannya yang bebas kini mulai membelai wajah gadis yang tidak menyadari keberadaan Rio saat ini.


"Bisa nggak sih, lo jangan imut-imut banget kalau di luar? Hmm?" ucap Rio bermonolog sendiri sambil menyibakkan rambut yang menutupi wajah Yuan.

__ADS_1


Gadis yang ada di depannya ini memang terlalu menggemaskan di mata Rio. Padahal Yuan juga tidak pernah memakai make up yang terlalu, namun justru wajah polos dan juga lirikan sinisnya itu yang selalu berhasil membuat Rio terpesona. Apa lagi jika gadis ini memasang ekspresi ngambeknya. Duh, runtuh iman Rio seketika. Itulah sebabnya Rio segera menjadikan Yuan benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.


Cup!


Gemas dengan benda kenyal yang terlihat selalu menggoda dirinya, Rio pun mengecup bibir Yuan. Rasa manis itu selalu berhasil membuat Rio ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi.


Tentu saja, tidak bertahan lama Yuan menikmati tidur siangnya kali ini. Karena gadis itu merasa ada yang sengaja mengusik dirinya. Bahkan ia merasakan lehernya terasa basah serta kesulitan untuk menatap ke bawah.


"Mas?" panggil Yuan ketika baru membuka mata. Memastikan jika orang yang kepalanya saat ini bersembunyi di ceruk lehernya itu suaminya sendiri.


Benar saja, orang yang mengganggu tidurnya ini ialah Rio. Ada rasa lega ketika mengetahui hal tersebut. Karena Yuan takut jika yang masuk ke dalam kamar mereka bukan suaminya.


"Minggir ... kamu berat!" rengek Yuan sembari mendorong kepala Rio. Padahal posisi Rio saat ini tidaklah dalam keadaan menindih Yuan.

__ADS_1


Rio bergeming. Pria itu tetap melakukan apa yang dia suka, hingga Yuan merasa jika om matengnya ini tengah menambah karya di lehernya. Terasa begitu jelas hisapan mulut Rio di sana.


"Mas ... minggir! Aku laper. Tadi mau masak nggak dibolehin," ucap Yuan yang masih tak dihiraukan oleh Rio. Pria itu tetap pada posisinya.


"Emang kamu nggak boleh masak, Yaang. Tugasmu cuma 3 M di rumah ini," balas Rio yang sudah selesai memberi beberapa tanda di sana.


Pria itu kemudian mengangkat wajahnya tepat di atas wajah Yuan. Mereka saling pandang sejenak. Menikmati debaran yang baru saja mereka rasakan. Ada rasa canggung dan juga ingin selalu dekat.


Pun begitu dengan Yuan rasakan. Semenjak memberikan hak kepada suaminya, Yuan mulai menyerahkan hatinya kepada pemiliknya yang sah. Entah, Yuan sendiri juga bingung. Ini perasaan cinta atau memang hanya sekedar terbawa suasana sana. Karena sebelumnya gadis itu belum pernah merasakan cinta kepada seseorang. Dan yang Yuan rasakan saat ini, ia merasa nyaman berada di dekat pria yang jarak usianya jauh di atasnya. Namun, kelakuannya masih seperti bocil.


"3 M?" ulang Yuan dengan wajah bingung.


Sedangkan Rio menatapnya dengan tatapan penuh arti serta senyumannya yang begitu mesum, bisa Yuan simpulkan namun tidak berani menebak.

__ADS_1


Puagiiii Ayaaanggg ... kabar bagus nih, Yaang. mulai hari ini Yuta bakalan gila up. awas kalo jempolnya nggak dipencet. Yuta ngambek😒


__ADS_2