Need A Bride

Need A Bride
Ch. 61. Fakta Menggemparkan


__ADS_3

Bab. 61


Bukan hanya Yuan yang merasa dilema. Karena Sila sendiri juga tengah dilanda segudang masalah.


"Masih mending lah, Yu. Dari pada gue," sela Sila setelah terkejut dengan fakta yang baru diungkap oleh Yuan.


Melani dan Yuan menatap ke arah Sila.


"Memangnya Om sugar lo nggak mau nikahin lo?" tebak Melani.


Mereka berdua tahu jika Sila sudah tidak perawan lagi dan parahnya direnggut dengan cara yang tidak terhormat sama sekali. Jika dicerna dari cerita gadis itu, bahkan mungkin lebih terbilang lebih bejat dari seekor binataang. Beruntung Sila tidak menjadi gila karena trauma serta depresi. Gadis itu memang sangat kuat dan hebat. Melani serta Yuan mengakui hal tersebut.


Sila menggeleng.


"Gue tolak," jawab Sila membuat kedua temannya terbengong.


"Hello ... yang benar saja dong, Bebeb Sila! Dia baik loh berarti, mau bertanggung jawab sama lo!" protes Yuan tidak habis pikir sembari menggelengkan kepalanya.


Pun begitu dengan Melani yang sependapat dengan Yuan.


"Iya, Sil. Paling nggak dia udah akuin kesalahan dia dengan cara ajak lo nikah," imbuh Melani.

__ADS_1


Sila menghela napas berat.


"Kalian pikir, nikah sama orang yang nggak kita cintai itu mudah? Hmm? Belum lagi itu orang yang buat kalian luka. Mau memangnya kalian nikah sama orang yang lukain kalian? Enggak, kan?" jelas Sila yang memang sangat benar.


Yuan mengangguk setuju.


"Iya juga sih. Gue tau rasanya dan hampir ingin membunuhnya. Tapi ya entah kenapa semakin kesini kok sikapnya bikin gue luluh dan percuma saja gue lari dari takdir. Ya kali gue jadi janda kembang. Masi muda banget udah janda," sahut Yuan yang terdengar seperti sedang curhat saat ini.


"Jangan bilang lo udah di obok-obok, Yu?" tanya Melani yang sangat penasaran.


Sontak Yuan melayangkan tangannya ke arah Melani dan mendarat dengan sempurna di lengan mantan ketua osis tersebut.


"Bahasa lo nggak enak banget di dengar," sinis Yuan.


"Ya pokoknya itu lah. Udah?" desak Melani dan mendarat anggukan dari Yuan.


"Ya kali nikah udah setengah tahun cuma main kelereng doang. Praktek cara berkembang biak juga, lah!" ujar Yuan menahan tawa.


Kali ini giliran Melani yang memukul gadis bermulut absurd tersebut.


"Dasar, mantan gadis!" ejek Melani.

__ADS_1


"Gue juga mantan loh, Mel," sahut Sila dengan wajah sendunya. Membuat Melani menyudahi gurauannya dengan Yuan. Pun begitu dengan Yuan.


"Sorry sorry, Sil. Sorry banget," ucap Melani merasa tidak enak hati.


Sedangkan Sila semakin murung. Wajahnya tidak seceria tadi. Gadis itu sekarang malah menempelkan pipinya di meja kantin.


"Eh eh eh ... lo kenapa lagi, Sil? Bukannya tadi lo udah senang mau lulus? Juga udah nolak ajakan nikah om sugar lo. Terus ini kenapa muka malah dijelekin kayak gini?" cecar Yuan sedikit khawatir.


Sila yang semula menempelkan pipinya di meja, gadis itu langsung menegapkan dan membenarkan duduknya. Menatap sinis ke arah Yuan.


"Sialaan, lo!" umpat Sila seraya melempar tutup botol minuman ke arah Yuan.


"Ya lagian mood lo kayak bunglon. Bentar berubah, bentar balik lagi. Gaje banget sih, lo!"


Sila menoleh ke arah sekitar, memastikan jika murid lain yang berada di kantin tidak sedang memperhatikan ke arah mereka. Di mana mereka paling heboh di antara meja yang lain.


"Ngapain lo celingukan? Kek maling aja." celetuk Yuan yang memang terdengar sangat menyebalkan. Sila mencebikkan mulutnya.


"Gue hamil," ungkap Sila sembari mendekatkan kepalanya ke arah mereka dengan suara yang sangat lirih. Memastikan hanya mereka bertiga yang mendengarnya.


Oh, Dewa Khronoss ... bom apa lagi yang tengah meledak di antara mereka? Batin kedua sahabat Sila.

__ADS_1


Tanpa mereka bertiga sadari, ada seseorang yang mendengar pengakuan Sila barusan.


Gimana gimana Yaang? masih mau lagi? hmm?šŸ˜’


__ADS_2