Need A Bride

Need A Bride
Ch. 49. Mantan Gadis


__ADS_3

Bab. 49


Yuan terus berusaha mendorong tubuh Rio. Tubuhnya terasa sangat lemah saat ini. Tenaganya terkuras untuk melayani suaminya, namun sepertinya pria yang masih berada di atas tubuh nya itu tidak menampilkan tanda-tanda lelah ataupun ingin menyudahinya.


"Mas ... udah ... aku capek, panas, nyeri rasanya," rengek Yuan dengan suara lirih dan tangan yang menyentuh dada Rio.


Niatnya mendorong tubuh pria itu, malah Rio menganggapnya sang istri tengah membelai dirinya. Sehingga semakin bersemangat lah dia dalam melakukan apa yang sedang dia lakukan saat ini terhadap Yuan.


"Nanggung," jawab Rio yang terus memacu kegiatan olahraganya saat ini.


Malam ini, pria itu benar-benar meminta haknya sebagai seorang suami atas Yuan. Tidak menghiraukan rengekan maupun tangisan yang keluar dari mulut Yuan. Rio tetap bertekad ingin menjadikan Yuan sebagai miliknya seutuhnya.


Sedangkan Yuan sendiri pasrah sudah. Mau memberontak juga percuma. Karena semua sudah terjadi. Dan ketika melihat suaminya semakin memacu gerakan lebih dalam, sekuat tenaga Yuan mendorong dada Rio.

__ADS_1


"Mas ... aku nggak mau hamil dulu," ingat Yuan dengan nada lirih.


Gadis yang seharusnya tidak bisa disebut gadis lagi itu tampak begitu kelelahan. Karena ini bukan permainan yang pertama lagi. Entah sudah yang ke berapa kalinya. Yang kelas, Yuan ingin memejamkan mata dan istirahat lama. Sakit, nyeri, panas, capek, dan lemas melebur menjadi satu.


"Tenang aja, aku nggak akan buat kamu hamil untuk saat ini, Sayang," ucap Rio setelah mengeluarkan apa yang seharusnya keluar. Pria itu kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Yuan dengan milik mereka yang masih menyatu.


Yuan tidak lagi merespon. Napas mantan gadis tersebut tesengal dan tidak beraturan. Matanya mulai tertutup dengan mulut yang terbuka sedikit. Buliran air yang terus mengalir dan membasahi wajah Yuan, mantan gadis itu tampak begitu cantik di mata Rio. Padahal yang terjadi sebenarnya Yuan tak berdaya lagi. Mau membuka mata saja rasanya sangat berat. Suaminya benar-benar tidak membiarkan dirinya untuk mengambil jeda.


Bulu mata yang indah nan lentik bergerak pelan. Hingga sang empu mengubah posisinya karena merasa tidurnya terganggu.


Sementara itu, seorang pria dengan bertelanjang dada dan hanya memakai handuk yang melilit di pinggang saja, pria itu mengamati wajah wanita yang berhasil ia renggut kesuciannya. Meskipun sedikit memaksa, namun pria itu sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun. Bahkan sekarang saja bibirnya tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman yang begitu indah sekaligus menyeramkan. Karena senyuman dan tatapannya tersebut mengandung sejuta makna yang terselebung di dalamnya.


Tidak tahan untuk tidak menyentuh, akhirnya Rio mengarahkan tangannya untuk membelai wajah Yuan yang masih terlelap dalam tidurnya. Terlihat jelas di wajah Yuan, jika mantan gadis itu sangatlah kecapean.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Rio.


Seharusnya pria itu mengucapkan kata maaf pada Yuan, namun yang keluar justru sebaliknya. Dia terlihat begitu bangga karena menjadi yang pertama bagi Yuan.


Cup!


Gemas melihat bibir yang terbuka sedikit dan terlihat memerah serta sedikit membengkak akibat perbuatannya semalam, Rio pun kembali ingin merasakan benda kenyal manis tersebut.


'Gila! Padahal semalam udah tiga jam, tapi sekarang dia malah bangun lagi.' rutuk Rio pada sesuatu yang sudah tegak di bawah sana. Namun, bukan keadilan.


"Tapi emang enak banget, sih. Apa lagi wajah dia yang merengek minta berhenti. Malah bikin gemas," gumam Rio sembari tersenyum serta menggelengkan kepala. Pikirannya sudah ternoda.


Entah, apa yang tengah merasuki dirinya saat ini. Semenjak kegiatan mereka semalam, pikiran serta mata Rio selalu tertuju pada sosok yang sekarang ini terlelap di hadapannya. Bersembunyi di balik selimut tanpa adanya penghalang yang lain.

__ADS_1


__ADS_2