Need A Bride

Need A Bride
Ch. 55. Pembuktian


__ADS_3

Bab. 55


Jika saja ukuran tubuh mereka seimbang, atau paling tidak itu selisih sedikit saja. Pasti sudah Yuan ajak bergulat pria yang tengah menangkup wajahnya saat ini.


Bisa-bisanya pria itu menanyakan hal yang tidak sepatutnya dipertanyakan.


"Biar dapat surganya aja," jawab Yuan asal, walau memang itu juga merupakan salah satu pemicu ia menyerahkan kerhormatannya kepada suaminya sendiri.


"Terus, alasan yang lainnya?" desak Rio yang seolah tidak puas dengan jawaban Yuan yang sangat klasik menurutnya.


Hampir di semua wanita yang menikah karena terpaksa atau sejenisnya, pasti jawabannya akan sama seperti Yuan. Namun, Rio tidak serta merta percaya begitu saja.


"Ya nggak ada, Mas," ucap Yuan dengan nada gugup. 'Udah, ah. Minggirin tangan kamu, Mas. Berat loh. Aku laper, mau makan dulu," rengek Yuan berusaha kabur dari Rio.


Yuan sendiri tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya. Jelas ia akan semakin malu di hadapan suami sekaligus gurunya ini.


Akan tetapi, Rio sama sekali tidak memberikan akses untuk Yuan kabur. Pria itu justru semakin mengeratkan lengannya di pinggang Yuan. Tidak hanya itu, kini kakinya pun juga ikut mengunci pergerakan Yuan hingga benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali.


"Maaasss ... beraaattt!" rengek Yuan yang semakin menjadi.

__ADS_1


Sedangkan Rio semakin bersemangat menggoda sang istri.


"Aku lepasin kalau kamu katakan yang sebenarnya, Yaang," balas Rio yang masih belum puas. "Katakan, kenapa kamu mau aku enakin? Padahal seingatku aku kasih kesempatan sama kamu buat hentikan itu semua, jika kamu nggak rela. Tinggal bilang aja loh, Yaang!" desak Rio lagi.


Yuan diam saja. Tetap pada pendiriannya yang tidak akan mengatakan alasan lain, selain memenuhi kewajibannya.


Hingga pada akhirnya Rio yang sangat gemas dengan sikap Yuan, gegas pria itu mengarahkan tangannya ke belakang punggung Yuan dan dengan mudahnya pria itu melepas pengait yang ada di sana.


"Aakkhh!" kaget Yuan merasakan jika dadanya terasa longgar seketika.


Sedangkan sang pelaku justru menyunggingkan bibirnya ke atas. Tampak puas sekali melihat reaksi Yuan.


"Apa yang kamu lakukan, Mas! Jahil banget sih jadi orang!" kesal Yuan memukul dada Rio. Pria itu malah tertawa.


Yuan sibuk menjauh sembari membenarkan kacamatanya yang sengaja dilepas oleh Rio dari balik bajunya. Namun lagi dan lagi Rio tidak membiarkan. Bahkan tangan pria itu kini menelusup masuk, mengusap permukaan kulit punggung Yuan yang terasa begitu halus dan lembut.


"Stop, Mas! Nggak nyaman rasanya! Lagian jawaban apaan sih? Orang udah jujur juga!" protes Yuan sambil mencegah tangan Rio yang ingin mengarah ke depan.


Rio pun bangkit dari posisinya dan menarik tangannya dari punggung Yuan, membuat gadis itu merasa lega.

__ADS_1


Yuan pikir Rio akan menyudahi kejahilannya, namun hal itu salah besar. Kini Rio malah berada di atas tubuhnya kembali dengan tangan yang tertumpu di disi tubuh Yuan. Pria itu mulai mengikis jarak di antara mereka.


"Akan aku buktikan, kalau kamu juga menikmati sentuhanku, Yaang. Makanya, keenakan kan jadinya," ucap Rio sambil tersenyum miring melihat ekspresi Yuan yang tersipu.


"Eng-enggak! Siapa bilang! Orang sakit semua rasanya!" elak Yuan.


Tanpa kata lagi, engan mudah Rio menarik baju Yuan hingga robek di bagian depan dan langsung memperlihatkan benda kesukaan pria itu.


Tatapan Rio semakin menggelap. Dipenuhi dengan kabut asmara yang semakin menggelora.


Bukannya memainkan benda itu, Rio malah asik memandangi saja. Membuat Yuan semakin malu. Ingin melayangkan protes, namun Yuan tersentak begitu merasakan sesuatu yang aneh di tempat lain.


"Aargghh!" kaget Yuan yang otomatis menggigit bibir bawahnya sendiri. Demi suara lucknut berikutnya tidak keluar.


Rio suka melihat istrinya yang seperti itu. Ia semakin bersemangat menggodanya.


"Lain di mulut, lain di tubuhmu, Yaang. Tubuhmu lebih jujur dari mulutmu," ucap Rio yang kemudian menarik jarinya dan memperlihatkannya kepada Yuan. "Udah basah, kan?" Rio tersenyum seraya memainkan alisnya.


Jangan tanya seperti apa wajah Yuan sekarang.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu mencintaiku, lebih dari rasa cintaku padamu, Yaang," ucap Rio yang kemudian langsung menyerang Yuan.


Udah dulu, Yaang. jeda bentaran. ingat, kekepin Pak Su, jangan jauh². wkwkwk. Yuta mau jadi menantu idaman mertua dulu. barang kali di siniada yang mau angkat Yuta jadi menantu. hiks🤧


__ADS_2