
Bab. 76
Entah mengapa, baru jalan seratus meter dari rumahnya, Yuan merasakan sakit perut yang teramat sangat luar bisa. Sampai-sampai perempuan itu memegang lengan mertuanya secara refleks. Juga tangannya yang satu lagi memegang perutnya yang terasa sakit.
"Kamu kenapa, Sayang?" tanya mami Dilla yang tampak begitu khawatir melihat menantunya memegang perut. Lebih lagi mami Dilla melihat kerutan di kening Yuan. Menandakan kalau perempuan itu tengah menahan rasa sakit.
Yuan menggelengkan kepala. "Yuan sendiri juga nggak tau, Mi. Tapi perutnya terasa sakit banget," adu Yuan kepada mami mertuanya.
Mendengar hal tersebut mami Dilla tampak panik. Di tambah lagi ketika melihat ke arah sekitar, tidak ada orang sama sekali. Mungkin karena sudah memasuki jam kerja, sehingga para penghuni rumah di komplek Kenanga ini pada melakukan aktifitas mereka masing-masing.
"Apa jangan-jangan kamu mau melahirkan, Sayang?" mami Dilla semakin panik saja. Mana mereka tidak ada yang membawa ponsel. Sedangkan para suami sudah berangkat kerja sedari tadi.
Mendengar kata melahirkan, Yuan semakin takut. Namun, rasa sakit yang ia rasakan saat ini sungguh benar-benar menyiksa dirinya. Baru kali ini Yuan merasakan sakit yang teramat. Bahkan sampai membuat pinggangnya terasa nyeri serta kakinya yang tiba-tiba saja terasa lemas.
Mami Dilla tidak kalah hebohnya. Tidak ada pilihan lain, mami Dilla pin berteriak memanggil tetangga komplek Rio dan Yuan. Beruntung, ada seorang ibu-ibu, mungkin seusia mami Dilla mendengar teriakan mertuanya tersebut dan keluar.
__ADS_1
"Ada apa, Bu?" tanya wanita paruh baya itu kepada mami Dilla.
"Ini Bu, tolongin menantu saya. Tolong telfon ambulance. Sepertinya dia mau melahirkan," ujar mami Dilla kepada wanita paruh baya tersebut.
Wanita itu lantas melihat ke arah kaki Yuan yang tampak ada seperti air mengalir dari pahanya.
"Wah, iya, Bu! Ini menantunya mau melahirkan. Sebentar, saya telfon ambulance dulu!" sahut wanita itu yabg juga panik setelah melihat cairan keluar dari paha Yuan.
Sementara Yuan merintih menahan sakit seraya meremas lengan mertuanya tanpa sadar. Karena perempuan itu hanya terfokus dengan rasa sakit yang sangat luar biasa.
"Kamu pasti bisa, Yaang. Bertahanlah," ujar Rio menggenggam erat tangan istrinya. Sedangkan Yuan tengah berjuang melahirkan anak pertama mereka dengan bimbingan dokter. Karena perempuan itu tetap mau melahirkan secara normal.
Setelah tadi ditolong oleh tetangga komplek, Yuan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat. Pun begitu dengan Rio dan papi Kendra segera menuju ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari mami Dilla. Hingga kini semua anggota keluarga berkumpul di depan ruang bersalin dan hanya Rio yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.
Hingga selang beberapa menit, suara tangis bayi pun terdengar begitu menggema di ruangan bersalin tersebut. Membuat mata Rio basah seketika di kala melihat buah hati mereka untuk pertama kalinya. Bayi mungil yang masih berlumur cairan merah itu tampak begitu sehat.
__ADS_1
"Sayang ... kamu berhasil, Yaang. Kamu berhasil," ucap Rio memberi puluhan kecupan di wajah Yuan yang penuh keringat dan napas perempuan itu masih terengah.
Yuan hanya bisa mengangguk samar. Tenaganya terkuras cukup banyak barusan.
Setelah dibersihkan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu diserahkan kepada Rio. Di mana pria itu masih kaku saat menggendong untuk kali pertama putranya. Sementara Yuan masih mendapat penanganan dari dokter pasca melahirkan.
Hingga tepat pada pukul dua siang, Yuan dan bayinya dipindah ke ruang VIP, di mana anggota keluarga besar mereka berkumpul dan mengucapkan selamat kepada pasangan orang tua baru tersebut.
"Siapa namanya, Mas?" tanya Zuma pada sang kakak. Pun begitu dengan anggota keluarga lain yang menatap ke arah Rio. Penasaran dengan nama anggota baru keluarga mereka.
Sementara Rio menatap ke arah Yuan yang berbaring di tempat tidur pasien. Perempuan itu tersenyum ke arah suaminya, seolah semua terserah apa kata Rio.
"Ryuga Antonio Rayyansyah," ucap Rio seraya menatap ke arah putranya yang berada di sebelah sang istri.
TAMAT.
__ADS_1
Komen kalau kalian mau dibuatkan cerita Ryuga. wkwkwk. Oya, maaf, nggak bisa panjang² soalnya mereka ntar juga muncul di ceritanya Om Zacky (Our Secrets). Terimakasih atas dukungannya selama ini. Yuta sayang pacar kalian. Eh, kalian. Muah muah muah!