
Bab. 33
Yuan merasa ada yang tidak beres mengenai hubungannya. Kenapa ia selalu menurut selama ini? Terlebih lagi Rio yang semakin melakukan hal seenaknya sendiri.
"Bagaimana kalau kita buat perjanjian?" tanya Yuan.
Ia sudah memikirkannya sedari kemarin. Ketika Rio dengan beraninya mengecup bibirnya terus menerus. Padahal selama sembilan belas tahun, Yuan menjaganya dengan sangat ketat.
"Perjanjian?" ulang Rio. Pria itu melangkah mendekat menghampiri Yuan dan duduk di samping sang istri. "Maksud kamu apa?"
"Begini, Pak. Kenapa Aku memutuskan untuk membuat perjanjian dengan Pak Rio, yang pertama karena aku sudah sadar dan tidak mau menjadi boneka Pak Rio lagi," ucap Yuan tanpa ragu sedikit pun.
Sedangkan Rio masih diam. Menyimak apa yang akan disampaikan sebenarnya oleh Yuan.
"Pernikahan kita ini kan tanpa di rencana dan cara Bapak mengambil aku sebagai pengantin pengganti Bapak, itu bisa dibilang sangat konyol. Namun, bukan itu yang ingin aku bahas. Oke, mungkin memang ini takdirku menikah dengan cara mengenaskan. Bahkan tidak merasakan dilamar terlebih dulu. Atau paling tidak pengungkapan perasaan. Akan tetapi, yang menjadi poin utamanya bukan itu. Di antara kita nggak ada perasaan. Jadi, tolong batasi sikap Bapak terhadap saya," ujar Yuan panjang lebar.
__ADS_1
Menurut Rio gadis ini sangat berbelit dalam menyampaikan perasaannya.
"Intinya?" tanya Rio dengan tatapan begitu intens ke arah Yuan.
Yuan menghela napas.
"Jangan cium-cium aku seenaknya. Jangan meluk-meluk juga kalau kita sedang tidur. Terus aku mau kita tidur terpisah. Anda juga tidak boleh melarangku melakukan apa yang kusuka. Termasuk kegiatan osis yang memang dari dulu menyita waktu. Aku pun juga tidak akan melarang Bapak melakukan apa yang Bapak suka. Mau pulang atau enggak, terserah anda. Dalam kurun waktu enam bulan ke depan, ceraikan saya. Nama baik anda juga tidak akan tercoreng bukan kalau kita bercerai di waktu itu?" usul Yuan.
Rio yang mendengarnya sampai menggeleng kepala. Bisa-bisanya gadis ini sudah merencanakan sesuatu yang menurutnya sangat mustahil. Apa lagi kalau dia sudah memperlihatkan Yuan kepada mami nya. Jelas, ras terkuat di muka bumi itu tidak akan membiarkan dirinya menceraikan Yuan.
Yuan mengangguk. "Bisa. Buktinya aku tidak kabur sampai sekarang."
"Terus kenapa malah mengajukan persyaratan yang sangat mustahil?"
"Kenapa mustahil, Pak? Karen semua itu harus di lakukan dengan perasaan yang sama. Sedangkan di antara kita nggak ada perasaan sama sekali!" tekan Yuan.
__ADS_1
Rio menggeleng. "Nggak! Aku nggak setuju dengan semua yang kamu ajukan. Karena kamu tetaplah istriku saat ini. Jadi, jangan mikir aneh-aneh."
"Loh, ini nggak aneh-aneh, Pak. Bahkan perjanjian ini sering kali ada di novel-novel jika mereka menikah karena dijodohkan atau tidak ada cinta. Kita akan bersikap mesra di depan keluarga, tapi kalau di belakang mereka, kita jalan masing-masing. Gimana? Nama baik Bapak juga nggak akan tercoreng, kan? Aku juga aman kalaupun nanti kita bercerai. Aku masih utuh. Jadi, suamiku nanti tidak akan rugi menika—"
Bruk!
Seperti seekor singa yang menerkam mangsanya, Rio langsung mendorong tubuh Yuan hingga gadis itu jatuh ke belakang dengan tangan yang langsung dikunci di atas kepalanya sendiri oleh Rio.
"Kalau aku bilang punya perasaan sama kamu, gimana? Apa aku boleh melanggar semua laranganmu? Atau aku harus membuktikannya dengan membuatmu berbadan dua secepatnya? Hmm?" tatapan Rio begitu intens dan wajahnya begitu dekat.
Bahkan Yuan juga merasakan kini perutnya dibelai oleh tangan besar milik Rio. Membuat gadis itu menahan napasnya. Di tambah lagi ketika Rio semakin menenggelamkan wajah nya di leher serta memberi jejak di sana.
"Jangan berharap bisa bercerai denganku. Karena aku bisa menjeratmu lebih cepat dari yang kamu bayangkan," bisik Rio setelah menyesap leher Yuan hingga meninggalkan jejak di sana.
Serta tangannya yang masih memberi sentuhan lembut di perut Yuan.
__ADS_1