
Bab. 70
"Buruan, Mi! Kita keburu telat nanti sampai di sekolahnya Mas Rio!" desak seorang pria yang sudah rapi dan tengah berdiri di ambang pintu rumah mereka.
Pria yang mengenakan kaos polos berwarna biru gelap, lalu dibalut dengan jas warna lebih terang, juga tatanan rambut yang di arahkan ke belakang dengan begitu tapi, membuat pria itu tampak sangat tampan.
Sedangkan di dalam rumah, tampak seorang wanita paruh baya berjalan tergesa menuju ke arah sang putra.
"Apa Mami udah oke, Zack?" tanya wanita paruh baya tersebut. Namun, tidak terlihat tua sama sekali. Padahal dia sudah memiliki tiga orang anak yang terbilang sudah matang semua.
"Ck! Mami tuh wanita paling cantik setelah Tusha, Mi. Jadi, nggak usah dipercantik lagi. Karena percuma aja, di mata Zack cuma Tusha yang cantik," jawab Zacky sembari menggoda maminya.
Dilla yang kesal kepada putra keduanya tersebut langsung saja memberikan cubitan panas di pipi pria itu.
"Kalau ngomong suka bener. Tapi Tusha kalah imut sama kakak ipar kamu." ejek Dilla membalas ucapan putranya.
Sementara seorang pria paruh baya yang berjalan di belakang mereka, tampak menggeleng kepala. Istri dan putranya ini memang tidak pernah kehabisan bahan jika sudah bertemu seperti ini. Apa lagi Zacky yang sudah lama memilih tinggal sendiri, pria itu memilih menjemput mereka dan datang ke acara wisuda kakak iparnya.
__ADS_1
"Itu karena Mas Rio cari istri yang masih remaja, Mi. Maklum lebih imutan Yuan dari pada Tusha," elak Zacky membela sang kekasih sekaligus tunangannya itu.
Tentu saja ia tidak terima dengan perkataan maminya. Karena bagi Zacky, Tusha wanita tercantik. Namun, sebelum sebuah kejadian yang pernah ia alami dan dirinya sampai sekarang belum berani bilang ke kedua orang tuanya, sebelum menemukan itu gadis.
Kemudian mereka pun naik ke satu mobil. Jelas saja Zacky yang dijadikan sopir oleh kedua orang tuanya. Pria itu pun tidak bisa melayangkan protes, di saat ada sang penguasa rumah di dalam mobilnya.
"Kenapa Zuma nggak ikut sekalian, Mi?" tanya Zacky sambil fokus kepada kemudinya.
"Adikmu ada di Bandung. Dia nggak bisa pulang, karena hari ini ada pertemuan penting dengan pejabat sana," jawab Dilla. Di mana putri bungsunya itu semalam menelpon tetap tidak bisa hadir di acara wisuda kakak iparnya. Menantu satu-satunya di dalam keluarga Rayyansyah untuk saat ini.
"Sok sibuk banget sih itu anak. Nggak mikirin masalah yang lebih serius kali, ya," gumam Zacky.
"Papi nggak mau kenalin Zuma ke anak temen Papi? Kasihan itu anak, Pi. Kayak nggak laku aja. Padahal juga wajahnya ngetiplek sama Mami. Apa Zuma kurang genit kayak Mami ya, Pi? Jadinya cowok nggak suka deketin dia. Tampang nya aja selalu seriโ"
Plak!
Belum selesai mengucap kalimatnya, Zacky lebih dulu mendapat geplakan di kepalanya dari arah belakang. Siapa lagi pelakunya jika bukan mami nya sendiri.
__ADS_1
"Sakit, Mi ....!" rengek Zacky seraya mengusap kepalanya.
"Makanya, dijaga kalau ngomong! Mami nya sendiri dibilang genit. Mau Mami masukin lagi ke sini?" geram Dilla sembari menepuk perutnya.
Membuat Zacky semakin tertawa.
"Ya nggak bakalan bisa lah, Mi. Gedhean Zacky badannya," timpal Zacky yang terdengar sangat menyebalkan.
Lalu Dilla menoleh ke arah suaminya.
"Liat itu Mas anakmu. Berani kurang ajar sama aku," adu Dilla pada Kendra.
Kendra menghela napas. Kenapa dirinya yang ujung-ujungnya disangkut pautkan.
"Nanti Papi potong sahamnya," ucap Kendra demi menenangkan istrinya sebelum ngereog di dalam mobil.
"What!" sahut Zacky dengan mata melotot.
__ADS_1
Pagiiii Ayaaaaangg ... Yuta mau kasih kulkas, Yaang. eh, info. Di bawah ini ceritanya Sila sama Om setengah mateng. Atau biasa dikenal Yuan dengan sebutan Om Sugar. Kaporitin dan dukung ya๐