Need A Bride

Need A Bride
Ch. 59. Ego Yang Tinggi


__ADS_3

Bab. 59


Tentu saja Rio begitu resah mendengar ancaman yang keluar dari.mulut istrinya. Gegas pria itu mencekal tangan Yuan agar istri nya tersebut tidak pergi darinya.


"Yaang! Tunggu, Yaang!" cegah Rio dengan raut memohon.


Yuan menoleh dengan wajah tegasnya. Meskipun malah terlihat menggemaskan ekspresinya saat ini di mata Rio. Entah, sedang senang atau marah, bagi Rio istrinya itu terlalu menggemaskan. Sehingga ia tidak rela jika berbagi dengan siapapun. Ingin sekali mengurung gadis itu dan hanya dirinya saja yang menikmati kecantikan Yuan serta keindahan tubuh gadis itu.


"Nggak mau bicara?" desak Yuan dengan alis terangkat satu.


Sangking gemasnya, Rio pun menarik tubuh Yuan hingga jatuh ke dalam dekapannya lagi. Membenarkan posisi mereka hingga terasa nyaman untuk membicarakan sesuatu yang sangat serius bagi hidup mereka ke depannya.


"Yaang," panggil Rio dengan suara lembut.


"Hmm."

__ADS_1


'Ck! Kumat cueknya.' gumam Rio di dalam hati sembari menghela napas ketika mendapati istri nya yang mulai cuek. Bahkan menatapnya saja tidak.


"Nggak apa-apa kan kalau kamu kuliahnya ditunda saru tahun?" tanya Rio penuh dengan kehatian tingkat tinggi.


Sontak, Yuan menoleh ke arah suaminya dengan tatapan penuh protes yang tergambar begitu jelas di mata gadis itu.


"Kamu minta aku untuk nggak lulus dulu, Mas?* tanya Yuan dengan segala kesimpulan yang ada di kepalanya.


Kan, benar dugaannya. Pasti salah paham.


"Bukan begitu, Yaang. Maksudnya itu setelah ini kita program hamil. Mau kan, Yaang?" pinta Rio. Sesekali pria itu mengecup kening Yuan serta mata yang terus menatpnya saat ini.


"Yaang ... dengerin dulu penjelasan ku," ucap Rio yang kini menggenggam tangan Yuan. "Kamu tau, kan? Kalau usiaku udah hampir mendekati kepala tiga. Aku nggak mau kalau kita punya anak di saat usiaku semakin tua, Yaang. Aku takut nggak bisa jaha kalian nantinya," jelas Rio secara perlahan.


"Tapi kamu tau sendiri.kalau usiaku juga masih sangat muda, Mas. Aku.masih sembilan belas tahun, loh! Egoku masih labil. Aku takut kalau nanti malah menyakiti anak aku, di saat aku merasa lelah dan capek, Mas. Punya anak itu bukan hanya karena kita ingin saja. Tapi harus dipertimbangkan lebih jauhnya. Siap apa belum kitanya. Matang apa belum pertimbangan dari kedua belah pihak. Biar nanti nggak mengorbankan anak hanya karena ego kita aja, Mas. Berat loh tanggung jawab menjadi orang tua itu, Mas. Dan aku merasa belum mampu dan belum pantas," terang Yuan panjang lebar. Mengungkapkan semua yang ada dipikirannya.

__ADS_1


Rio terdiam. Yang dikatakan oleh Yuan memang tidak ada yang salah. Akan tetapi rasa tidak ingin kalah dengan saudaranya itu membuat Rio semakin takut.


"Tapi aku nggak mau kalah sama Zacky, Yaang. Masa dia udah mau punya anak, sedangkan aku belum," ungkap Rio pada akhirnya mengatakan alasannya yang sebenarnya.


Yuan tersentak mendengarnya. Adik ipar yang usianya tetap saja jauh dengannya itu sudah mau punya anak? Setahunya, dia belum menikah.


"Loh, kok mau punya anak, Mas? Sama siapa? Kan dia belum nikah." cecar Yuan sedikit kaget dengan kenyataan yang baru ia ketahui.


"Dia hamilin anak orang, Yaang," jawab Rio dengan wajah lesu karena permintaannya ditolak oleh istri kecilnya tersebut.


"Dan ini yang buat kamu pingin aku cepet-cepet hamil, Mas?" tebak Yuan dari kesimpulannya.


Rio mengangguk mantap.


"Iya, Yaang. Mau, ya?" pinta Rio lagi. Namun kali ini lebih lembut dari sebelumnya. "Nanti aku juga bantu jagain anak kita, Yaang. Aku juga bakalan sewa baby sister, Yaang. Biar kamu nggak capek-capek banget. Ya, Yaang?" bujuknya yang tidak menyerah.

__ADS_1


Yuan menghela napas kasar. Rupanya inilah alasan Rio. Pantesan sikapnya berubah ketika sedang melakukan penyatuan dengannya. Tidak seperti biasa yang santai namun pasti. Ternyata semua di picu dari persaingan saudara.


"Berat banget ini mah ," gumam Yuan.


__ADS_2