
Bab. 72
"Yaang ... kamu nggak jadi daftar ke Universitas Herlambang?" tanya Rio kepada istrinya.
Sementara seorang wanita yang tengah memasukkan baju ke dalam lemari, menoleh ke arah suaminya. Di mana pria itu duduk di atas tempat tidur mereka dengan memangku laptop. Seperti biasa, jika mempunyai waktu senggak sedikit, Rio akan meluangkan waktunya untuk memeriksa pekerjaan di kantor.
Yuan malah berjalan menuju ke nakas yang ada di sebelah tempat tidur mereka. Karena tadi suasananya tidak mendukung untuk dirinya mengatakan sesuatu yang sangat penting kepada Rio, maka dari itu ia memutuskan untuk mengatakannya di rumah.
"Kayaknya enggak deh, Mas," ujar Yuan yang kemudian duduk di sebelah Rio. Sedangkan tangannya yang satu lagi berada di samping. Berusaha menyembunyikan sesuatu.
Mendengar hal tersebut, membuat Rio menoleh dengan tatapan heran.
"Loh, kenapa lagi, Yaang? Mau daftar ke tempat lain? Hmm?" tawarnya menatap lembut sang istri.
Melihat istrinya yang diam dengan ekspresi seolah bersedih, Rio pun menaruh laptopnya dan menaruh tubuh Yuan hingga wanita itu kini berada di atas pangkuannya. Menatap dalam wanita yang dia nikahi enam bulan lalu dengan jalur yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun.
Sedangkan Yuan yang berada di atas pangkuan Rio, dengan segera melingkarkan tangannya di leher pria tersebut. Semua itu dia lakukan demi menyembunyikan sebuah benda kecil yang ada di tangannya saat ini.
__ADS_1
"Emm ...." Yuan menatap ke sembarang arah, seolah dia tengah memikirkan sesuatu. Padahal itu hanya untuk mengelabuhi suaminya saja.
"Kenapa, Yaang?" tanya Rio mulai khawatir. Tangannya mengusap gemas pinggang Yuan yang ramping.
Yuan tertawa karena merasa geli. Lebih lagi melihat wajah suaminya dengan rambut acak-acakan. Sungguh, membuatnya semakin jatuh hati kepada pria yang sudah memaksa dirinya untuk menikah.
"Aku mau di rumah aja, Mas. Takutnya nanti kalau ada perubahan pada tubuhku, aku di omongin sama mereka. Belum lagi nanti pasti gampang capek," ucap Yuan membuat Rio semakin tidak mengerti.
Pria itu menatapnya bingung. "Maksudnya kamu takut kalau ada yang bully kamu?" tanya Rio lebih jelas dan mendapat anggukan dari Yuan. "Kenapa, Yaang?" tanya Rio seraya mengeratkan tangannya di pinggang Yuan. Sehingga membuat posisi mereka saling menempel.
"Ck! Udah mulai nakal ya sekarang," gemas dengan sikap istrinya, Rio pun menggelitik pinggang Yuan, di mana tempat itu merupakan tempat paling sensitif bagi Yuan.
Yuan tertawa sembari menghindari serangan dari tangan Rio. Tanpa sengaja benda yang dia pegang sedari tadi malah terjatuh dan terlihat oleh Rio.
"Ini apa, Yaang?" tanya Rio sembari mengangkat benda itu tepat di depan mereka.
Yuan tersenyum lalu mengangguk samar. Dari tatapannya, wanita itu seolah memberitahu jika itu benar.
__ADS_1
"Yaang ... jelasin ke aku?" desak Rio ketika melihat ada dua garis berwarna merah di sana. Matanya berkaca-kaca. Melihat benda itu, lalu berpindah ke wajah Yuan.
"Sesuai sama yang kamu liat, Mas," ucap Yuan yang kemudian berniat turun dari pangkuan suaminya. Namun dengan cepat Rio tahan. "Aku mau ke kamar mandi, Mas. Kenapa? Mau ikut?" goda Yuan seraya memainkan alisnya.
Jika mereka berada pada suasana yang normal, mungkin akan Rio ladenin. Masalahnya sekarang Rio membutuhkan sebuah penjelasan yang lebih dari sang istri.
"Jangan ke kamar mandi dulu, Yaang. Jelasin benda ini!" gemas Rio seraya menunjukkan benda itu kepada Yuan. .
"Tapi ini udah nggak bisa ditahan, Mas. Kamu mau ganti kasur nya nanti? Hmm?" ujar Yuan tidak bohong. Karena sesuatu ingin segera keluar.
Melihat ekspresi Yuan seperti tidak sedang berbohong, akhirnya Rio melepaskan tubuh istrinya dan benar saja, Yuan langsung berlari menuju kamar mandi.
"Apa benar dia hamil?" gumam Rio ketika Yuan masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak mau menduga tanpa kejelasan, Rio pun menghubungi seseorang yang jelas paham akan benda ini.
Hayoooo siapa yang nungguin Om setengah mateng digebukin masnya sendiri? wkwkwk. Kalian nggak akan menemukan part itu di sini. Part Sila dan Zacky ada di novel mereka sendiri ya, Yaang. Dah, Yuta mau ikutan demo dulu. Baibai😚
__ADS_1