Need A Bride

Need A Bride
Ch. 57. Zacky Berulah


__ADS_3

Bab. 57


"Kenapa lama banget sih, Yaang?"


Itulah kalimat pertama yang Yuan terima di saat dirinya baru akan masuk ke dalam rumah mereka.


Ijinnya cuma sebentar, akan tetapi pada kenyataannya Yuan pulang pada pukul tiga sore. Di mana Rio sudah lebih dulu pulang dari dua jam yang lalu.


Apakah om mateng itu tidak menghubungi Yuan? Oh ... jelas saja sudah Rio lakukan. Akan tetapi istri kecilnya tersebut sama sekali tidak mengangkatnya barang sekali saja.


"Mas ... aku capek. Kalau mau debat, nanti dulu aja ya. Mau mandi dulu," ujar Yuan dengan suara lemah serta tatapan penuh memelas pada Rio.


Salah satu ekspresi yang tidak bisa Rio tolak atau tegasi sedikit pun. Pria itu akan luluh dengan sikap Yuan yang seperti itu.


Tidak banyak kata, Rio langsung menggendong istrinya dan membawanya naik ke lantai dua menuju kamar mereka.


"Memangnya bahas apaan sih, Yaang? Kok sampai lupa udah punya suami di rumah."


Yuan pikir Rio tidak akan protes lagi dan membiarkan dirinya membersihkan diri terlebih dulu. Akan tetapi gadis itu salah besar. Karena om matengnya itu terlaku kepo dengan urusannya. Apa saja yang ia lakukan seharian ini selepas dari pantauan pria itu.


"Nggak ada, Mas. Nanti aja ya ceritanya. Lengket banget badanku. Gerah," ujar Yuan sembari mendorong Rio di kala pria itu menyerukan wajahnya ke leher Yuan.

__ADS_1


Seketika muncul ide di kepala Rio.


"Mau aku gosokin nggak, Yaang? Biar nggak capek-capek amat," tawar Rio sembari menatapnya dengan senyuman penuh arti.


Yuan melototkan matanya ke arah sang suami.


"Nggak!" tolak gadis itu. "Bukanya seger, yang ada aku malah lemes lagi nanti."


Yuan bisa menebak kemana arah pikiran suami mesumnya itu. Ia heran, suaminya itu mendapat tenaga dari mana. Perasaan mereka sering melakukannya dengan durasi yang lama. Karena Rio tidak puas hanya dengan dua kali main. Namun anehnya, pria itu sama sekali tidak tampak kelelahan atau loyo. Justru dirinya yang selalu kalah. Padahal jika dilihat dari segi usia, harusnya Yuan bisa mengimbangi. Akan tetapi pada kenyataannya, Rio terlalu tangguh untuk ukuran pria yang katanya baru melakukan pertama kali dengannya tersebut dan hanya dengannya selama ini.


Yuan melesat pergi meninggalkan Rio yang justru tertawa melihat tingkahnya.


"Lama-lama gue udah kayak pedofil aja kalau liat istri sendiri," gumam Rio sembari menggeleng kepala.


***


"Gimana persiapannya? Udah ok semua, Mas?" tanya Zacky kepada kakaknya.


Saat ini dua pria tampan itu berada di dalam satu ruangan dan tengah membahas sesuatu yang sangat penting mengenai perusahaan.


"Sudah. Tinggal sentuhan akhirnya aja. Lo tanyain lagi ke Zuma. Udah pas apa belum sama pinginnya dia," sahut Rio dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Hari ini Rio ijin tidak mengajar dan menyerahkannya kepada asistennya. Meskipun sama kepala sekolah diperbolehkan ijin satu hari, akan tetapi Rio tidak tega membiarkan kelasnya kosong di saat jam pelajarannya. Terlebih lagi hari ujian juga tinggal dua minggu lagi.


"Kalo Zuma mah terserah gue. Dia nggak mau pusing anaknya dari dulu, kan?" ingat Zacky. Terdengar helaan napas berat dari mulut Zacky.


Rio yang sedari tadi menatap ke arah layar monitor di depannya, pun pria itu mengalihkan tatapannya ke arah adiknya.


"Kenapa lagi, lo? Ada masalah?" tanya Rio memicingkan matanya. Sementara Zacky justru semakin menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi yang dia duduki sekarang ini.


"Gue hamilin anak orang, Mas," ucap Zacky dengan suara yang lirih sekali.


Mata Rio melotot, rautnya tampak terkejut. Namun hanya sebentar, setelahnya pria itu justru tampak kesal.


"Anj*r! Gue aja belum berhasil hamilin istri gue! Lo malah main nyerobot aja ama Tusha!" kesal Rio seolah tidak terima jika Zacky malah mengambil start lebih dulu. Padahal dirinya yang sudah menikah.


"Bukan, Mas. Bukan sama Tusha," jelas Zacky. Wajahnya semakin murung.


"What! Gila, lo! Lo selingkuh?" semprot Rio penuh amarah. Tidak menyangka jika kisah orang tuanya bakalan menurun ke Zacky, walau beda versi.


"Siap-siap di rujak Mami deh, lo. Gue nggak ikutan," ucap Rio angkat tangan.


Dari pada dirinya ikutan, nanti mami mereka malah ikut campur juga ke dalam rumah tangganya. Ini hal yang sangat Rio hindari. Karena sifat jahil mami nya semakin menjadi akhir-akhir ini. Bahkan sering menginap di rumah mereka dan lebih parahnya minta tidur bareng sama Yuan.

__ADS_1


Masih kurang nggak?šŸ˜’


__ADS_2